Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Debat Keempat Capres Pemilu 2019 Hanya Diikuti Oleh Para Capres, Yakni Jokowi Dan Prabowo.(Liputan6.com/Angga Yuniar)
Dream - Joko Widodo, Calon Presiden Nomor Urut 01 menyiapkan sebuah program pemerintahan Dilan jika terpilih menjadi Presiden masa jabatan 2019-2014. Konsep pemerintah Dilan yang diusungkan adalah singkatan dari Digital Melayani.
" Di depan diperlukan pemerintahan Dilan. Digital Melayani," ujar Jokowi, sapaannya dalam Debat Keempat Capres Pilpres 2019 yang mengusung topik ideologi, pemerintahan, keamanan, dan hubungan internasional kali ini, di Hotel Shangri-la, Jakarta, Sabtu, 30 Maret 2019.
Jokowi mengatakan pemerintah Dilan yang akan diusungnya tersebut akan diwujudkan melalui empat program. Pertama dimulai dengan reformasi dalam pelayanan publik yang mengedepankan penggunaan elektronika, penajaman dan penyederhanaan kelembagaan.
Dua program di bidang pemerintahan lain adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur negara serta reformasi tata kelola.
Untuk bidang ideologi, Jokowi menegaskan akan tetap menjunjung Pancasila sebagai ideologi negara.
" Menjadi kewajiban kita untuk menjaga, mreawat, dan menjalankan Pancasila dan kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Sementara di bidang pertahanan, Jokowi mengakui jika saat ini dibutuhkan peningkatan kualitas SDM TNI. Para aparat TNI perlu meningkatkan penguasaan di bidang teknologi persenjataan dan cyber. " Ke depan peran teknologi berperan besar," ujarnya.
Dalam politik luar negeri, Jokowi menegaskan akan tetap mempertahankan politik bebas aktif yang selama ini telah dipegang Indonesia. (Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya