Geram! 11 Bocah Disekap, Kondisi Kelaparan dan Dicuci Otak

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 7 Agustus 2018 16:00
Geram! 11 Bocah Disekap, Kondisi Kelaparan dan Dicuci Otak
Lokasi penyekapan ditemukan ketika polisi menggelar investigasi kasus hilangnya anak usia 3 tahun.

Dream - Kepolisian New Mexico, Amerika Serikat, menyelamatkan 11 bocah saat melakukan penggerebekan sebuah tempat mencurigakan di gurun Amalia di Taos County. Belasan bocah tersebut ditemukan dalam keadaan sangat memprihatinkan.

Sheriff Taof County, Jerry Hogrefe, mengaku terkejut mendapati keadaan 11 anak itu. " Ini merupakan kondisi hidup yang sangat menyedihkan dan kemiskinan parah yang pernah saya lihat," kata dia, dikutip dari Washington Post, Selasa 7 Agustus 2018.

Dua orang pria bersenjata ditangkap dalam penggerebekan itu. Mereka adalah Siraj Ibnu Wahhaj dan Lucas Morten.

Tiga orang wanita juga ditangkap saat penggerebekan terjadi. Tetapi, mereka akhirnya dilepaskan, menunggu proses penyelidikan lebih lanjut.

Saat ditemukan, kondisi kesebelas bocah itu sangat memprihatinkan. 

 

1 dari 2 halaman

Kondisinya Memprihatinkan

Bocah-bocah yang berusia antara 1 sampai 15 tahun mengalami kelaparan parah. Tubuh mereka kurus kering, dengan tulang terlihat menonjol. Diduga, mereka merupakan korban penyekapan kelompok ekstremis.

Lokasi penyekapan 11 bocah itu ditemukan saat Kepolisian New Mexico tengah menggelar investigasi terkait kasus hilangnya anak usia tiga tahun, Abdul Ghani bersama ayahnya, Ibnu Wahhaj.

Istri Ibnu Wahhaj, Hakima Ramzi, sempat membuat video berisi permintaan tolong pada siapapun untuk menemukan suami dan anaknya pada Desember lalu.

Abdul Ghani dan ayahnya terakhir kali diketahui mengalami kecelakaan dalam perjalanan melewati Alabama. Kepolisian setempat mendapatkan informasi keduanya tengah dalam perjalanan menuju New Mexico untuk berkemah.

 

2 dari 2 halaman

Dicuci Otaknya

Dua orang tersebut tidak pergi sendirian. Ada sejumlah anak dan orang dewasa yang menyertai keduanya.

Kepolisian menggambarkan lokasi penyekapan terlihat seperti karavan kecil yang dikubur di bawah tanah. Karavan tersebut ditutup plastik lebar serta tidak memiliki pasokan air maupun listrik.

Hogrefe mengatakan anak-anak dan tiga wanita yang ditemukan telah dicuci otaknya. " Mereka diintimidasi oleh orang-orang yang mengendalikan tempat ini," kata dia.