Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Covid-19 telah banyak merenggut nyawa. Tak hanya pasien, dokter dan perawat bahkan relawan banyak berguguran akibat pandemi yang belum membaik hingga saat ini.
Nama Digma Marchya Agatha, 23 tahun, akan menjadi pengingat bagaimana perjuangan melawan Covid-19 dilakukan banyak orang. Mahasiswa Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kota Kediri, Jawa Timur, ini gugur dalam tugasnya sebagai relawan penanganan Covid-19.
Mulai 12 Juli 2021, Digma tergabung dalam relawan tes cepat antigen pasien dan kontak dekat. 19 hari lamanya dia bertugas, hingga pada 30 Juli, Digma mulai merasakan tidak enak badan.
Dia pun menjalani isolasi mandiri di rumahnya di Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Sementara pada 31 Juli, hasil tes cepat antigen menyatakan Digma reaktif Covid-19.
Kondisi kesehatan menurun, Digma dilarikan ke RS Kilisuci Kota Kediri untuk perawatan intensif pada 2 Agustus 2021. Saat masuk RS Kilisuci, saturasi oksigen Digma hanya 83 persen.
" Lalu dirujuk ke RSUD Gambiran untuk mendapatkan perawatan yang lebih maksimal," ujar Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar.
Tim medis RSUD Gambiran berusaha maksimal menyelamatkan Digma. Namun, guratan takdir Digma ternyata harus berakhir.
" Selamat jalan, Pahlawan. Terima kasih banyak atas dedikasimu," kata Abu Bakar.
Jasa Digma dalam penanganan Covid-19 pun tak bisa dianggap sepele. Abu Bakar menyampaikan Pemkot Kediri berutang budi pada perjuangan Digma di garda terdepan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, Fauzan Adima, menyatakan Digma sudah bekerja keras dalam pelacakan kontak dekat Covid-19. Berkat Digma dan seluruh relawan, pelacakan kontak dekat di Kota Kediri naik secara signifikan.
" Sehingga penanganan pasien Covid dan kontak eratnya bisa tertangani lebih baik," kata Fauzan.
Tracing kontak dekat Kota Kediri tercatat tertinggi di Jawa Timur. Angka perbandingannya mencapai 1:6,09, jauh di atas daerah-daerah lain, dikutip dari Berita Jatim.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang