Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Ilmuwan Di Laboratorium. (Foto: Pixabay)
Dream - Sebuah ekperimen yang dilakukan para peneliti di Oxford University memberikan secercah harapan bagi pengobatan Covid-19 yang disebabkan virus corona.
Vaksin yang dikembangkan universitas ternama di Inggris itu mampu melindungi enam monyet percobaan dari infeksi virus corona dalam jumlah besar.
Para peneliti di National Institute of Health di Rocky Mountain Laboratory menyuntik enam ekor monyet rhesus dengan vaksin dari Oxford tersebut.
Setelah itu, keenam monyet tersebut dibiarkan terpapar Covid-19 dalam jumlah besar. Begitu banyak jumlah virusnya hingga membuat monyet lain di laboratorium jatuh sakit, lapor New York Times.
Setelah 28 hari berlalu, enam monyet yang disuntik vaksin dari Oxford itu ternyata masih dalam kondisi sehat.
Menurut Dr. Vincent Munster yang memimpin uji coba vaksin Oxford mengatakan monyet rhesus adalah mamalia yang paling dekat dengan manusia.
Sekarang vaksin tersebut akan diuji coba pada manusia. Uji coba melibatkan lebih dari 6.000 orang pada akhir bulan depan.
Jika percobaan terbukti aman dan efektif, para peneliti optimis bahwa vaksin akan tersedia pada bulan September 2020.
Sebelumnya, Jenner Institute di Inggris telah mulai mengembangkan vaksin untuk virus corona. Mereka melakukan uji coba untuk menyjenis virus awal pada tahun lalu yang terbukti tidak berbahaya bagi manusia.
SinoVac, perusahaan riset yang berbasis di China juga membuat kemajuan setelah melakukan uji coba pada kera rhesus.
Perusahaan tersebut baru-baru ini juga memulai uji klinis vaksin virus corona terhadap 144 manusia.
Sumber: New York Post
Dream - Sebuah kejadian langka menimpa seorang pasien Covid-19. Meski dinyatakan pulih, di mata pasien tersebut masih meninggalkan jejak virus corona penyebab Covid-19.
Menurut peneliti, penemuan terbaru itu menunjukkan betapa pentingnya anjuran untuk mencuci tangan dengan sabun serta tidak menyentuh hidung, mulut dan mata.
Pasien berusia 65 tahun itu merupakan kasus positif Covid-19 pertama di Italia. Dia menunjukkan tanda-tanda konjungtivitis setelah dirawat 23 Januari di rumah sakit.
Konjungtivitis adalah kondisi mata merah akibat peradangan pada selaput yang melapisi permukaan bola mata dan kelopak mata bagian dalam.
Pada hari ketiga di rumah sakit, wanita itu menyerahkan hasil swab test mata. Ternyata tingkat partikel virus yang terdeteksi pada hasil swab test tersebut sangat tinggi, kata para peneliti.
Dari hasil swab test selanjutnya diketahui bahwa virus telah menggandakan dirinya. Hal ini menunjukkan bahwa matanya berpotensi bisa menularkan virus corona.
" Kami menemukan bahwa cairan mata dari pasien yang terinfeksi SARS-CoV-2 dapat mengandung virus menular, dan karenanya dapat menjadi sumber infeksi yang potensial," tulis peneliti.
Virus tersebut tetap terdeteksi di matanya hingga setidaknya hari ke-20. Meski sempat hilang, tapi virus tersebut muncul kembali tujuh hari kemudian.
Para peneliti mencatat bahwa virus itu mampu tinggal di mata pasien lebih lama daripada di hidung.
" RNA dari SARS-CoV-2 terdeteksi dalam swab mata beberapa hari setelah tidak terdeteksi pada swab hidung," catat peneliti dalam penemuan yang ditulis dalam jurnal Annals of Internal Medicine.
Temuan ini menekankan pentingnya melakukan tindakan pencegahan penularan virus corona, seperti tidak menyentuh hidung, mulut, dan mata serta sering mencuci tangan dengan sabun.
Sumber: Daily Star
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya