Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Detik-detik Pasien Covid-19 Kabur dari Ruang Isolasi RSUD

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Kamis, 30 April 2020 17:02
Detik-detik Pasien Covid-19 Kabur dari Ruang Isolasi RSUD
Pasien tersebut kabur dengan melompati jendela.

Dream - Beredar video di media sosial menunjukkan pasien Covid-19 yang berusaha kabur dari ruang isolasi. Pasien itu melompati jendela ruang isolasi rumah sakit pada malam hari.

Video tersebut diunggah di akun Instagram @makassar_iinfo. Video itu diambil dari rekaman CCTV ruang isolasi RSUD Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Terlihat Pasien kabur melalui jendela yang tak terkunci. Pasien diketahui telah berusia 50 tahun dan merupakan warga Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat.

Pasien diisolasi karena diketahui telah mengikuti kegiatan Ijtimak Ulama Sedunia yang digelar Majelis Tabligh di Gowa, Sulawesi Selatan beberapa bulan lalu.

Setelah dilakukan pemeriksaan sesuai protokol Covid-19, pasien kemudian dinyatakan positif pada Selasa 28 April 2020.

 

1 dari 5 halaman

Jendela Tanpa Tralis

Dalam video, terlihat pasien tengah memakai baju coklat dan celana putih dan berpeci putih. Pasien kabur dengan cara membuka jendela yang tidak ada tralisnya.

Tetapi, pasien kini sudah dibawa kembali ke ruang isolasi RSUD Praya. Setelah petugas dengan berpakaian APD lengkap menjemput pasien di tempat tinggalnya.

Akibat insiden tersebut, pihak rumah sakit memperketat penjagaan ruang isolasi. Ini agar tidak ada lagi pasien yang kabur.

Saat ini jumlah kasus positif Covid-19 di Nusa Tenggara Barat adalah 227 kasus. 17 di antaranya terdapat di wilayah Lombok Tengah.

3 dari 5 halaman

Sudah Tahu Positif Corona, Warga di NTB Ikut Sholat Tarawih di Masjid

Dream - Orang positif Covid-19 berinisial S tidak mengindahkan anjuran untuk menjalankan isolasi. Malah, pria asal Kelurahan Cakranegara Barat, Kota Mataram, NTB, nekat mengikuti sholat Tarawih di masjid.

Tim medis dari Puskesmas Taliwang sempat mendatangi kediaman S. Namun yang bersangkutan tidak berada di rumah dan sedang mengikuti sholat Tarawih berjamaah di masjid. Ketika S kembali, petugas bermaksud membawanya ke rumah sakit.

Petugas juga akan melaksanakan contact tracing untuk mengetahui kemungkinan virus corona menulari jemaah lain yang mengikuti sholat tarawih di masjid tersebut.

" Saat kami melakukan pengecekan ke rumahnya, yang bersangkutan justru tidak ada. Mestinya kan isolasi mandiri sejak kepulangannya dari Gowa Makassar. Kami cek justru sholat Tarawih bersama banyak warga di Masjid Nurul Yaqin," ujar Camat Cakranegara, Erwan.

 

4 dari 5 halaman

Punya Riwayat Hadiri Ijtimak Majelis Tabligh

Erwan mengatakan, S memiliki riwayat pernah menghadiri Ijtima Ulama Sedunia yang digelar Majelis Tabligh di Gowa, Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu. Acara ini dibatalkan karena muncul kekhawatiran adanya penyebaran Covid-19.

S kemudian dites swab dan dinyatakan terpapar Covid-19. Ketika mengetahui hasil laboratorium, S tidak segera memberitahu kepala lingkungan.

Alhasil, warga sekitar tidak tahu ternyata S positif Covid-19. Seharusnya menjalankan isolasi.

Setelah mendapat informasi ini, petugas menggunakan APD lengkap mendatangi lingkungan tempat tinggal S. Tetapi, S malah menolak diisolasi dan mengamuk.

S merasa sehat dan tidak memiliki gejala seperti pasien Covid-19 pada umumnya. S juga sempat terlibat adu mulut dengan petugas.

Tetapi akhirnya, pria 57 tahun ini melunak ketika diberi pengertian keberadaannya membahayakan warga sekitar serta keluarganya. S kemudian secara sukarela dibawa tim medis menggunakan ambulans menuju ke RSUD Kota Mataram untuk menjalani isolasi dan mendapat perawatan.

5 dari 5 halaman

Ini Videonya

      Lihat postingan ini di Instagram

Sebelum dibawa ke rumah sakit, S, pasien positif Covid-19 asal Kelurahan Cakranegara Barat, Kota Mataram, NTB, baru selesai shalat tarawih di masjid lingkungan sekitar. . Untuk itu, hari ini tim medis dari Puskesmas Taliwang akan ke lingkungan tempat pasien S tinggal melakukan tracing kontak pasien. Hal itu dilakukan mengingat banyak masyarakat yang turut melakukan shalat tarawih bersama S. . " Saat kami melakukan pengecekan ke rumahnya, yang bersangkutan justru tidak ada. Mestinya kan isolasi mandiri sejak kepulangannya dari Gowa Makassar. Kami cek justru shalat tarawih bersama banyak warga di Masjid Nurul Yakin, " kata Camat Cakranegara Erwan saat dikonfirmasi, Kamis (30/4/2020). . Erwan mengatakan, S memiliki riwayat menghadiri Ijtima Ulama Sedunia di Gowa, Sulawesi Selatan, beberapa waktu lalu. . S kemudian dites swab, dan belakangan diketahui hasilnya positif. Namun, S tidak memberitahu kepala lingkungan bahwa dia dites swab. Sehingga warga tidak mengetahui bahwa S harusnya menjalani isolasi, Petugas ber-APD lengkap mendatangi rumah S, tapi pasien ini malah menolak diisolasi. . Dia merasa sehat, dan tidak memiliki gejala seperti pasien Covid-19 pada umumnya. . Sempat terjadi perdebatan alot antara S dengan petugas. Namun, akhirnya pria berusia 57 tahun ini melunak setelah dijelaskan bahwa keberadaannya membahayakan warga lain juga keluarga, . S akhirnya dengan sukarela dibawa tim medis naik ambulans ke RSUD Kota Mataram untuk menjalani isolasi. . Artikel : Kompas.com

Sebuah kiriman dibagikan oleh OFFICIAL MAKASSAR INFO (@makassar_iinfo) pada

Beri Komentar