Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pasien Covid-19 Kabur Dari RSUD (Instagram @makassar_iinfo)
Dream - Beredar video di media sosial menunjukkan pasien Covid-19 yang berusaha kabur dari ruang isolasi. Pasien itu melompati jendela ruang isolasi rumah sakit pada malam hari.
Video tersebut diunggah di akun Instagram @makassar_iinfo. Video itu diambil dari rekaman CCTV ruang isolasi RSUD Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
Terlihat Pasien kabur melalui jendela yang tak terkunci. Pasien diketahui telah berusia 50 tahun dan merupakan warga Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat.
Pasien diisolasi karena diketahui telah mengikuti kegiatan Ijtimak Ulama Sedunia yang digelar Majelis Tabligh di Gowa, Sulawesi Selatan beberapa bulan lalu.
Setelah dilakukan pemeriksaan sesuai protokol Covid-19, pasien kemudian dinyatakan positif pada Selasa 28 April 2020.
Dalam video, terlihat pasien tengah memakai baju coklat dan celana putih dan berpeci putih. Pasien kabur dengan cara membuka jendela yang tidak ada tralisnya.
Tetapi, pasien kini sudah dibawa kembali ke ruang isolasi RSUD Praya. Setelah petugas dengan berpakaian APD lengkap menjemput pasien di tempat tinggalnya.
Akibat insiden tersebut, pihak rumah sakit memperketat penjagaan ruang isolasi. Ini agar tidak ada lagi pasien yang kabur.
Saat ini jumlah kasus positif Covid-19 di Nusa Tenggara Barat adalah 227 kasus. 17 di antaranya terdapat di wilayah Lombok Tengah.
Lihat postingan ini di Instagram
Dream - Orang positif Covid-19 berinisial S tidak mengindahkan anjuran untuk menjalankan isolasi. Malah, pria asal Kelurahan Cakranegara Barat, Kota Mataram, NTB, nekat mengikuti sholat Tarawih di masjid.
Tim medis dari Puskesmas Taliwang sempat mendatangi kediaman S. Namun yang bersangkutan tidak berada di rumah dan sedang mengikuti sholat Tarawih berjamaah di masjid. Ketika S kembali, petugas bermaksud membawanya ke rumah sakit.
Petugas juga akan melaksanakan contact tracing untuk mengetahui kemungkinan virus corona menulari jemaah lain yang mengikuti sholat tarawih di masjid tersebut.
" Saat kami melakukan pengecekan ke rumahnya, yang bersangkutan justru tidak ada. Mestinya kan isolasi mandiri sejak kepulangannya dari Gowa Makassar. Kami cek justru sholat Tarawih bersama banyak warga di Masjid Nurul Yaqin," ujar Camat Cakranegara, Erwan.
Erwan mengatakan, S memiliki riwayat pernah menghadiri Ijtima Ulama Sedunia yang digelar Majelis Tabligh di Gowa, Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu. Acara ini dibatalkan karena muncul kekhawatiran adanya penyebaran Covid-19.
S kemudian dites swab dan dinyatakan terpapar Covid-19. Ketika mengetahui hasil laboratorium, S tidak segera memberitahu kepala lingkungan.
Alhasil, warga sekitar tidak tahu ternyata S positif Covid-19. Seharusnya menjalankan isolasi.
Setelah mendapat informasi ini, petugas menggunakan APD lengkap mendatangi lingkungan tempat tinggal S. Tetapi, S malah menolak diisolasi dan mengamuk.
S merasa sehat dan tidak memiliki gejala seperti pasien Covid-19 pada umumnya. S juga sempat terlibat adu mulut dengan petugas.
Tetapi akhirnya, pria 57 tahun ini melunak ketika diberi pengertian keberadaannya membahayakan warga sekitar serta keluarganya. S kemudian secara sukarela dibawa tim medis menggunakan ambulans menuju ke RSUD Kota Mataram untuk menjalani isolasi dan mendapat perawatan.
Lihat postingan ini di Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya