Heboh Dukhan 15 Ramadhan 1441 H, Apa Kata Ustaz Abdul Somad?

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Jumat, 8 Mei 2020 13:20
Heboh Dukhan 15 Ramadhan 1441 H, Apa Kata Ustaz Abdul Somad?
Ustad Somad mengingatkan umat Islam cukup bersiap diri manakala mendapatkan informasi keagamaan yang sifatnya prediktif.

Dream - Tanggal 15 Ramadhan 1441 H bertepatan dengan 8 Mei 2020 mendadak membuat orang khawatir. Sebabnya, muncul pesan berantai menyebut akan ada dukhan atau kabut tebal yang menjadi penanda akhir zaman

Ustad Abdul Somad mengomentari pesan itu. Lewat video yang diunggah di channel YouTube Taman Surga, Ustad Somad menyinggung ad dukhan dalam ceramahnya.

" Wallahu a'lam. Tapi lebih baik kita melakukan persiapan. Jika memang terjadi maka kita sudah, karena persiapan ini diperlukan. Tapi jika tidak terjadi mungkin hadisnya yang tidak shahih," kata Ustaz Somad.

Ustad Somad mengatakan, persiapan menjadi sikap yang tepat saat menanggapi sebuah prediksi akhir zaman. Persiapan memungkinkan setiap muslim untuk bersiap dalam kondisi terbaik.

 

1 dari 7 halaman

Jika Tak Terjadi, Maka Hadisnya Palsu

Ustad Somad juga menjelaskan kepada masyarakat untuk tidak menyalahkan Rasulullah Muhammad SAW, jika kejadian dalam hadis nubuwah atau prediksi tidak terjadi. Karena hal itu pertanda hadisnya lemah bahkan palsu.

" Kalau tak terjadi berarti hadisnya palsu. Bukan berarti Nabi Muhammad pembohong, karena kan tak ada real-nya, bukti nyata rekaman kalau nabi pernah ngomong Qala," kata Ustad Somad.

Isu kemunculan dukhan menyebar di masyarakat luas dan dikaitkan dengan tanda kiamat. Isu tersebut berkembang tanpa adanya pemeriksaan informasi yang menjadi sumber referensi Kitabul Fitan.

 

2 dari 7 halaman

Umat Tak Perlu Khawatir

Ustad Somad juga mengatakan umat Islam tidak perlu khawatir tentang isu dukhan. Alih-alih panik soal tanda-tanda kiamat, para muslim sebaiknya kerap mengevaluasi amal baik yang telah dilakukannya tiap hari.

Jika amal dan sholatnya baik, maka para muslim tak perlu khawatir terhadap hari kiamat. Dengan selalu melakukan amal baik, maka hati akan lebih tenang dalam menghadapi berbagai risiko dan kemungkinan dalam hidup.

" Nanti kalau dengar ceramah yang modelnya prediksi, orang bilang akan seperti ini, seperti ini, siap-siap aja. Apa salahnya siap-siap.. Tapi andai tak terjadi pun, kita sudah siap. Wallahu a'lam bishawab." tutup UAS.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menjelaskan waktu terjadinya fenomena dukhan atau kiamat hanya diketahui oleh Tuhan. Sementara itu, fenomena dukhan juga kerap kali dikaitkan dengan adanya asteroid besar yang mendekati bumi.

Pusat Sains Antariksa LAPAN mencatatkan data Asteroid 2016 HP6 akan mendekati bumi pada Kamis, 7 Mei 2020 pukul 21.48 waktu universal. Jika dikonversi dalam waktu Indonesia maka waktu itu sama dengan Sabtu, 8 Mei pukul 04:48 WIB. Tetapi LAPAN memastikan asteroid ini tidak membahayakan bumi karena jarak lintasnya yang terbilang cukup jauh.

3 dari 7 halaman

Ini Videonya

4 dari 7 halaman

Setelah Dukhan Viral Isu Suara Dahsyat Terjadi di 15 Ramadhan, Cek Faktanya

Dream - Beberapa saat lalu viral sebuah pesan berantai yang berisi akan adanya kemunculan dukhan dan suara dahsyat yang terjadi pada 15 Ramadhan 14419 H, Jumat 8 Mei 2020.

Kabar tersebut merupakan unggahan akun Facebook Rahma Rumatela pada 4 Mei 2020.

Berikut narasi unggahannya:

Terjadinya dukhan ( kabut ) Bulan 5 tgl 8 hari jum'at 2020 15 ramadhan pada pertengahan puasa akan terjadinya bala yg jelas bala yg di turunkan oleh allah dari atas langit . Kalau tak percaya buka " al- Qur'an " yg artinya ." maka tunggulah langit membawa asap yg nyata " ( Q .s . AD - Dukhan ayat 10 ) .Kami sudah siap menunggu bala yg di turunkan oleh allah .Kami tlh melafaikan sedikit do'a waktu tibanya kejadian tersebut .* Do'a nya *Subahanal kuddus 3xRabbunal kuddus 3xIaa ilaha illa anta subhanaka Inni kuntu minazzalimin .

Do'a ini dibacakan ketika bala akan tiba ,,, ketika bala tiba , masuklah ke dlm rmh , tutup pintu dan jendela supaya asab yg jatuh dri langit gk masuk ke dlm rmh , lalu berhadap ke kiblat , sujut , tutup telinga , lalu berselimut dan baca ayat yg di atas .

Kalo km ingin menolong umat islam kirimlah ke semua org ,,, klo km bener2 umat islam pasti kamu krm ke semua org ,, banyak orang yg baca lebih baik .. semoga kerena ada nya teks ini bisa menolong org islam " ammiin "

Wallahu alam.."

 

5 dari 7 halaman

Narasi Lain

Akun Facebook Rangga Lawe juga menyebarkan informasi serupa dengan kemasan video yang diunggah pada 5 Mei 2020.

Berikut narasi dalam video tersebut:

" Ramadhan di tahun ini kita akan mendapati tanggal 15 Ramadhan jatuh pada malam Jum'at. Mari kita renungkan hadits berikut ini: Rasullullah bersabda:

Apabila telah terdengar suara dahsyat dibulan Ramadhan, maka akan terjadi huru-hara di bulan Syawal, semua suku akan saling berselisih dibulan Dzul-Qa'dah, dan akan terjadi pertumpahan darah di bulan Dzul-Hijjah dan bulan Muharram. Dan Manusia akan banyak yang terbunuh.

Nabi menyebutkan hal tersebut sebanyak tiga kali.Para sahabt pun bertanya:

Suara keras apakah itu wahai Rasulullah?

Beliau menjawab, suara keras yang terjadi dipertengahan bulan Ramadhan, pasa malam Jum'at, suara dasyat itu mengagetkan ora-orang yang sedang tertidur, meniadakan orang yang berdiri terjatuh.

Para wanita-wanita terhempas keluar dari kamarnya, pada malam Jum'at ditahun tersebut banyak terjadi gempa bumi.

Jika kalian telah melaksanakan shlat Subuh dihari Jumat pada pertengahan Ramadhan tersebut, masuklah kalian ke dalam rumah-rumah kalian, tutuplah pintu-pintunya.

Tutuplah lubang-lubangnya, lindungi diri kalian dengan selimut, tutuplah telinga kalian. Jika kalian merasakan adanya suara yang dahasyat, maka sujudlah kepada Allah dan ucapkanlah:

Subahanal Quddus,Subahanal Quddus, Subahanal Quddus

Barang siapa yang melakukannya niscaya akan selamatm dan yang tidak melakukannya niscaya akan binasa.

Hadits ini diriwayatkan oleh Nu'aim bin Hammad di dalam kitabnya al-Fitan dan lainya.

Kapan hal ini akan terjadi apakah malam Jum'at tanggal 15 Ramadhan esok??

hanya Allah yang mengetahui"

 

6 dari 7 halaman

Hasil Pelacakan Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim kabut tebal dan suara keras akan muncul,pada Jumat pertengahan Ramadan, menggunakan Google Search dengan kata kunci " suara keras pertengahan Ramadhan" . Penelusuran mengarah pada artikel berjudul " UAS Jelaskan Hadis Prahara 15 Ramadhan"  yang dimuat situs republika.co.id, pada 2 Mei 2020.

Dalam artikel tersebut Ustaz Abdul Somad (UAS) memberikan penjelasan kabar tersebut merupakan sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Abdillah al-Hakim terdapat dalam Kitab Al Fitan karya Nu'aim ibn Hamad. Hadis yang sama juga dapat ditemukan dalam kitab Akhbar Ashbahan.

Hadis itu memang menyebutkan, pada tanggal 15 Ramadhan malam Jumat, akan terjadi suara keras yang mengejutkan. Suara atau tiupan itu akan membangunkan orang-orang yang tertidur, mengejutkan orang yang terjaga, membuat para perempuan keluar dari tempat pingitannya.

Hadis itu juga menyatakan, pada tanggal itu akan terjadi banyak gempa bumi.

Para pakar hadis dari masa-masa silam pun sudah memberikan komentarnya. UAS mencontohkan, Imam Al 'Uqaili dalam kitab Ad Dhu'afa' Al Kabir, Juz IV, halaman 52 mengatakan, hadis tersebut tidak ada dasar sanadnya dari periwayat yang tepercaya (tsiqah). Hadis itu tidak pula dari riwayat yang kuat.

Imam Ibnu Al Jauzi berkata dalam Kitab Al Maudhu'at Juz III, halaman 191, hadis itu hadis palsu. Begitu pula menurut Imam ad-Dzahabi, hadis itu hadis palsu.

Kesimpulannya, hadis mengenai huru-hara pada pertengahan Ramadhan adalah hadis yang palsu. Oleh karena itu, hadis itu tak bisa dijadikan sebagai hujjah.

 

7 dari 7 halaman

Penjelasan Lapan

Penelusuran juga mengarah pada artikel berjudul " Viral Isu Kiamat pada 15 Ramadhan, Peneliti LAPAN Ingatkan Keesaan Allah" dimuat situs liputan6.com, pada 5 Mei 2020.

Dalam artikel tersebut, Abdul Rachman, peneliti sains antariksa Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN), kepada Liputan6.com mengatakan bahwa tidak ada dalil agama yang mengindikasikan bahwa ad-dukhan akan terjadi pada 15 Ramadhan kali ini.

" Hadis yang dijadikan dalil dukhan pada 15 Ramadhan adalah hadits palsu. Lagipula, berdasarkan pengamatan dan pemodelan asteroid dan komet tidak ada indikasi bahwa akan ada tabrakan dengan Bumi dalam waktu dekat ini, bahkan hingga 100 tahun ke depan," ujarnya.

Meski demikian, sebagai umat beriman, peneliti yang kini tinggal di Bern, Swiss, ini mengatakan bawah benda-benda langit dan seluruh alam semesta adalah tanda-tanda kekuasaan Allah yang dengan memahaminya hendaknya menjadikan kita lebih dekat terhadap Allah SWT.

Abdul Rachman, yang sedang menempuh studi doktoral di Jurusan Astronomi, University of Bern, menegaskan bahwa benda langit seperti meteor memang bisa mengakibatkan kerusakan di permukaan Bumi dari skala kecil hingga besar, bahkan mengakibatkan kepunahan global.

" Ini bisa terjadi kapan saja, maka kita sebagai orang beriman harus bersiap menghadapinya," kata Abdul Rahman.

Kabar kabut tebal dan suara keras akan muncul, pada Jumat pertengahan Ramadhan bersumber dari hadis yang lemah, bahkan sebagian ulama menyebutnya sebagai hadis palsu.

Dari sisi ilmu astronomi, berdasarkan pengamatan dan pemodelan asteroid dan komet tidak ada indikasi bahwa akan ada tabrakan dengan Bumi dalam waktu dekat ini, bahkan hingga 100 tahun ke depan.

Sumber: Liputan6.com/Pebrianto Eko Wicaksono

Beri Komentar