Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Ilustrasi (Shutterstock.com)
Dream - Tim asistensi Polri mendapat temuan baru terkait kasus dugaan pencabulan ayah kepada tiga anak di Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Ditemukan fakta terjadinya peradangan pada alat vital korban.
" Tim melakukan interview pada tanggal 11 Oktober 2021 dan didapati keterangan bahwa terjadi peradangan di sekitar vagina dan dubur, sehingga ketika dilihat ada peradangan pada vagina dan dubur, diberikan antibiotik dan parasetamol obat nyeri," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Rusdi Hartono.
Rusdi menerangkan, interview dijalankan berdasar informasi yang diterima yaitu ketiga terduga korban sempat menjalani pemeriksaan medis di RS Vale Sorowako pada 31 Oktober 2019, ditangani dokter spesialis anak, Imelda. Tim kemudian melakukan interview kepada dokter yang bersangkutan.
Selain temuan peradangan, Rusdi mengatakan, dokter Imelda sempat menyarankan agar ketiga anak tersebut bersama tim supervisi diperiksakan ke spesialis kandungan. Ini untuk mengetahui ada tidaknya dugaan perbuatan cabul yang dialami ketiga korban.
" Ini juga menindaklanjuti saran dari dokter Imelda, maka tim supervisi minta para korban untuk melakukan pemeriksaan di dokter spesialis kandungan," kata Rusdi.
Tentunya, kata Rusdi, pemeriksaan akan dijalankan dengan pendampingan dari ibu korban serta pengacara dari LBH Makassar. Ibu korban awalnya sepakat untuk pemeriksaan yang dijadwalkan Selasa, 12 Oktober 2021 dan memilih RS Vale Sorowako untuk tempatnya.
Secara tiba-tiba, ibu korban memutuskan membatalkan pemeriksaan tersebut. Demikian pula dengan pengacara korban.
" Dengan alasan anak takut trauma," kata dia.
Rusdi juga mengatakan ditemukan fakta lain terkait kasus ini. Salah satunya, mengenai dugaan tindak pidana yang dilaporkan bukan perkosaan tetapi pencabulan.
" Penyidik menerima surat pengaduan dari saudari RS pada tanggal 9 Oktober 2019. Isi surat pengaduan ini, yang bersangkutan melaporkan bahwa diduga telah terjadi peristiwa pidana yaitu perbuatan cabul," kata Rusdi.
Rusdi kembali menegaskan laporan yang dibuat RS selaku ibu dari tiga korban adalah dugaan pencabulan. " Jadi bukan perbuatan tindak pidana perkosaan seperti yang viral di medsos dan juga menjadi perbincangan publik," kata dia.
Selain itu, terang Rusdi, tim juga mendapat informasi pada 9 Oktober 2019 penyidik melakukan pemeriksaan dan meminta hasil visum kepada Puskesmas Malili. Hasil tersebut diterima pada 15 Oktober 2019, ditandatangani dokter Nurul.
Dari informasi tersebut, tim asistensi Polri melakukan interview dengan dokter yang bersangkutan. Interview dijalankan pada 11 Oktober 2021.
" Hasil interview tersebut, dokter Nurul menyampaikan bahwa hasil pemeriksaannya tidak ada kelainan pada organ kelamin dan dubur korban," kata dia.
Tim juga mendapatkan temuan lain yaitu pada 24 Oktober 2019, penyidik juga meminta hasil visum dari RS Bhayangkara Makassar. Hasil diterima pada 15 November 2019, ditandatangani dokter Deni Mathius.
" Hasilnya adalah yang pertama, tidak ada kelainan pada alat kelamin dan dubur, yang kedua, perlukaan pada tubuh lain tidak diketemukan," ucap Rusdi, dikutip dari Liputan6.com.
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
