Saat Gadis-gadis Berhijab Jadi Pendamping Nikah di Gereja

Reporter : Sugiono
Minggu, 6 Januari 2019 16:01
Saat Gadis-gadis Berhijab Jadi Pendamping Nikah di Gereja
"Pernikahan paling unik di tahun 2018. Anda tidak akan bisa melihat ini setiap hari," kata sang fotografer pernikahan.

Dream - Ada pemandangan yang cukup unik saat sebuah pernikahan digelar di sebuah gereja di Malaysia. Pernikahan di Sarawak itu menjadi perbincangan hangat netizen.

Kenapa begitu viral? Ini karena gadis-gadis pagar ayu pendamping mempelai di gereja itu mengenakan hijab

Sementara pengantin wanitanya memakai gaun pengantin model Barat yang terbuka di bagian bahunya.

" Pernikahan paling unik di tahun 2018. Anda tidak akan bisa melihat ini setiap hari," kata fotografer pernikahan, Ariffin Husaini, yang memposting foto-foto itu di Facebook.

 Gadis berjilbab jadi pagar ayu pernikahan di gereja

(Foto:Facebook Ariffin Hussaini)

Menurutnya, pengantin wanita berasal dari Sarawak, sedangkan teman-temannya kebanyakan dari Semenanjung Malaysia.

" Perbedaan ras dan agama tidak menghentikan mereka untuk menjadikan pernikahan itu menyenangkan dan berkesan!" kata Ariffin.

Ariffin berharap ada lebih banyak lagi pernikahan seperti itu di masa-masa yang akan datang.

 Gadis berjilbab jadi pagar ayu pernikahan di gereja

(Foto: Facebook Ariffin Hussaini)

" Inilah yang kami sebut 1 Malaysia. Bahkan dengan perbedaan ras dan agama, itu tidak menghentikan teman-teman baik ini untuk merayakan salah satu hari paling bahagia dalam hidup teman mereka.

" Tidak ada yang lebih manis daripada melihat teman-teman dari latar belakang yang berbeda menghormati dan menoleransi budaya satu sama lain," tambah Ariffin.

Pernikahan seperti yang diunggah Ariffin ini merupakan acara yang sangat jarang terjadi. Bahkan hampir tidak pernah ada di Malaysia karena alasan ras dan agama.

" Kita seharusnya lebih mengutamakan keindahan negara kita yang terdiri dari berbagai macam ras dan agama," pungkas Ariffin.

(ism, Sumber: World of Buzz)

Beri Komentar
DEBAT CAWAPRES: Pendidikan, Kesehatan, Ketenagakerjaan, Sosial, dan Budaya Sesi 3