Belajar dari SBY, Begini Cara Ubah Janji Kampanye Menjadi Program Nyata Pemerintahan
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Menkominfo Rudiantara (Foto: Kominfo)
Kebanyakan masalah angka.
Dream - Menteri Komunikasi dan Indormatika, Rudiantara, menduga banyaknya warga yang gagal melakukan registrasi kartu seluler karena salah memasukkan nomor Kartu Keluarga (KK) dan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
"Yang gagal itu pada umumnya NIK itu 16 digit, KK 16 digit, 32 digit itu memang enggak gampang. Siapa yang hafal, harus lihat betul satu-satu, kebanyakan masalahnya di situ," kata Rudiantara di Gedung Badan Pusat Statistik, Jakarta, Selasa 7 November 2017.
Masalah lain, tambah dia, karena ada gangguan pada jaringan penyedia kartu seluler tersebut. "Ada juga saat submit jaringannya tidak pas atau apa, kebanyakan masalah angka," ujar dia.
Rudiantara menuturkan, hingga hari ini, jumlah SIM card yang telah berhasil registrasi ulang sudah lebih dari empat puluh juta. "Sampai pukul delapan tadi, kurang lebih 46 juta sudah berhasil registrasi," ujar dia.
Pemerintah melalui Peraturan Menteri Komunikasi dan Informasi No. 21 Tahun 2017, tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 12 Tahun 2016 terkait Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi meminta masyarakat mendaftarkan kartu seluler yang dimiliki.
Terhitung sejak 1 November 2017, masyarakat telah berbondong-bondong melakukan registrasi ulang SIM card mereka agar tidak diblokir.