Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Presiden Jokowi Bersama Para Ulama
Dream - Lembaga independen kajian Islam The Royal Islamic Strategic Studies Centre (RISSC) merilis daftar terbaru 500 Tokoh Muslim tahun 2018 yang paling berpengaruh di dunia.
Dalam daftar lembaga yang berbasis di kota Amman, Yordania itu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj dan ulama asal Pekalongan Habib Luthfi Yahya ditempatkan sebagai 50 tokoh terkemuka.
Jokowi berada di posisi ke-16 tokoh muslim berpengaruh di dunia. Pada daftar yang sama, tahun lalu, Jokowi berada di posisi 13.
Sementara itu, Kyai Said menempati posisi 22, turun dua peringkat dari posisi sebelumnya. Posisi Rais Aam Jam'iyyah Ahli Thariqah Al Mu'tabarah Al Nahdliyah, Habib Lutfi naik empat peringkat ke posisi 45.
Jokowi dalam daftar itu disebut sebagai sosok non-militer yang mampu menduduki jabatan penting di Indonesia. Dalam masa memerintah, Jokowi ingin mewujudkan politik yang bersih dari korupsi. Transparansi dan akuntabilitas Jokowi diwujudkan dengan blusukan ke berbagai daerah.
Adapun Kyai Said disebut sebagai sosok pemimpin organisasi terbesar di Indonesia dan salah satu organisasi paling berpengaruh di dunia, Nahdlatul Ulama (NU). Kyai Said dianggap mampu memberikan kontribusi kehidupan sosial dan kemasyarakatan Indonesia.
Sementara itu, Habib Lutfi dianggap RISSC sebagai tokoh yang mampu membawa ajaran Islam hingga jauh ke Asia Tenggara melalui pertalian darah dengan Nabi Muhammad SAW, atau Alawiyyin. Kelompok ini sudah bermigrasi dari Hadramaut, Yaman ke Nusantara sejak abad ke-16.
Selain ketiga nama tersebut, RISSC juga menempatkan Din Syamsuddin sebagai `Tokoh Terhormat`. Din tahun lalu menempati posisi ke 41.
Posisi diplomatis Din dalam membangun dialog dan kerukunan umat beragama menjadi alasan RISSC menempatkan Din sebagai `Tokoh Terhormat`.
Selain itu ada pula nama Syafii Ma'arif dan KH Mustofa Bisri yang mengisi kategori ulama, Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nashir yang masuk dalam sosok penting di kategori hubungan keagamaan, AA Gym dan Quraish Shihab juga disebut sebagai penceramah terkemuka, adapun untuk kategori bisnis ada sosok Sri Mulyani Indrawati.
Penentuan tokoh-tokoh yang masuk dalam kategori Muslim berpengaruh didasarkan atas kombinasi matrik sosial, opini publik, dan pendapat dari ahli.
(Sah)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari