Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
Malam Penghargaan Lembaga Sensor Film, Di Jakarta 6 November 2017 (Foto: Ilman/ Dream)
Dream - Lembaga Sensor Film Republik Indonesia (LSF) menggelar malam apresiasi anugerah penghargaan. Acara itu dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, anggota Komisi X DPR RI serta pihaknya yang terlibat dalam industri film Tanah Air.
Ketua LSF Ahmad Yani Basuki mengatakan, penghargaan ini merupakan kegiatan yang pertama kali dilakukan oleh LSF.
Dalam acara ini, ada beberapa kategori penghargaan yakni Drama Seri terbaik, FTV Terbaik dan Film Bioskop terbaik. Ada juga lomba menulis artikel, lomba poster dan lomba iklan layanan masyarakat.
" Penyelenggaraan anugerah ini sesungguhnya termasuk amanah Undang-Undang, patut kita semua mengapresiasi bagi mereka yang peduli, khususnya yang berkaitan dengan lembaga sensor film," kata Ahmad di Balai Kartini, Jakarta, Senin malam 6 November 2017.
Saat ini LSF tidak lagi memotong suatu adegan dalam film untuk melakukan sensor konten. Tapi, LSF lebih mengedepankan pada kualifikasi usia yang cocok untuk menonton film itu. Hal itu dilakukan untuk mendukung upaya sosialisasi LSF mengenai sensor mandiri di masyarakat.
Meski begitu, Ahmad mengungkap tidak semua lapisan masyarakat sudah menyadari akan pentingnya kualifikasi menonton film berdasarkan usianya.
" Karena dalam penelitian, tidak sesuai menonton film berdasarkan usianya akan memunculkan dampak negatif," ujar Ahmad. (ism)