Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Model Pembiayaan Akses Listrik Baznas Dipuji PBB

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Kamis, 6 September 2018 06:01
Model Pembiayaan Akses Listrik Baznas Dipuji PBB
Gagasan tersebut kemudian diapresiasi dengan dibangun dan diresmikannya embangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH)

Dream - Gagasan model pembiayaan akses listrik untuk mengentaskan kemiskinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mendapat apresiasi dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) melalui United Nations Development Programme (UNDP).

Wakil Ketua BAZNAS, Zainulbahar Noor menjelaskan, Baznas sudah dua kali diundang menjadi narasumber di salah satu forum PBB yang dimediasi UNDP. Baznas diundang untuk memaparkan potensi dana zakat untuk Sustainable Development Goals (Program Pembangunan Berkelanjutan/SDGs).

Pada 2017 dan 2018, gagasan tersebut diakomodasi sebagai bagian dari innovative financing dengan zakat inklusi sebagai kekuatan utamanya.

Dengan apresiasi itu dibangun dan diresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Desa Lubuk Bangkar, Kecamatan Batang Asai, Kecamatan Sarulongun, Provinsi Jambi.

" Inisiatif PLTMH Jambi berbasis dana zakat yang digagas Baznas ini adalah salah satu wujud aplikasi nyata dari Tujuan-Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals," ujar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brojonegoro dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Rabu 5 September 2018.

Ia berujar, inovasi Baznas ini mampu meningkatkan akses energi bersih dan terjangkau serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

" Tidak hanya memberikan akses listrik ke masyarakat, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang terhadap pengembangan daerah untuk mengurangi kesenjangan pembangunan nasional," ucap dia.

Ketua Baznas, Bambang Sudibyo mengatakan, gagasan ini menggunakan dana CSR dengan nilai US$350 ribu atau Rp4,8 miliar dan ditambah dengan dana CSR Bank Jambi sebesar US$ 281.357 atau Rp3,76 miliar dengan waktu pembangunan selama tujuh bulan.

" Dana ini dimanfaatkan untuk membangun satu PLTMH baru dan merevitaslisasi tiga unit pembangkit listrik untuk empat desa di Provinsi Jambi," kata Bambang.

Bambang menjelaskan, program ini telah memberikan akses listrik pada 4.448 orang dari 803 rumah tangga. Data dari Kementerian ESDM mengungkapkan bahwa rasio elektrifikasi di Jambi adalah 91,40 % masih berada di bawah rasio nasional 95,35 % (hingga Desember 2017). Tanpa akses listrik yang menunjang ekonomi, pendidikan dan kesehatan, masyarakat menjadi semakin rentan terhadap kemiskinan.

Deputy Country Director UNDP Indonesia, Sophie Kemkazhe menyatakan, pembangunan PLTMH ini manfaatnya sangat besar bagi masyarakat.

" Sebelumnya, proses persalinan terpaksa dilakukan dalam gelap gulita, anak-anak belajar dan beribadah dengan cahaya lilin dan tanpa listrik," ucap Sophie.(Sah)

Beri Komentar