Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Istimewa
Dream - Gagasan model pembiayaan akses listrik untuk mengentaskan kemiskinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mendapat apresiasi dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) melalui United Nations Development Programme (UNDP).
Wakil Ketua BAZNAS, Zainulbahar Noor menjelaskan, Baznas sudah dua kali diundang menjadi narasumber di salah satu forum PBB yang dimediasi UNDP. Baznas diundang untuk memaparkan potensi dana zakat untuk Sustainable Development Goals (Program Pembangunan Berkelanjutan/SDGs).
Pada 2017 dan 2018, gagasan tersebut diakomodasi sebagai bagian dari innovative financing dengan zakat inklusi sebagai kekuatan utamanya.
Dengan apresiasi itu dibangun dan diresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Desa Lubuk Bangkar, Kecamatan Batang Asai, Kecamatan Sarulongun, Provinsi Jambi.
" Inisiatif PLTMH Jambi berbasis dana zakat yang digagas Baznas ini adalah salah satu wujud aplikasi nyata dari Tujuan-Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals," ujar Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brojonegoro dalam keterangan tertulis yang diterima Dream, Rabu 5 September 2018.
Ia berujar, inovasi Baznas ini mampu meningkatkan akses energi bersih dan terjangkau serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
" Tidak hanya memberikan akses listrik ke masyarakat, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang terhadap pengembangan daerah untuk mengurangi kesenjangan pembangunan nasional," ucap dia.
Ketua Baznas, Bambang Sudibyo mengatakan, gagasan ini menggunakan dana CSR dengan nilai US$350 ribu atau Rp4,8 miliar dan ditambah dengan dana CSR Bank Jambi sebesar US$ 281.357 atau Rp3,76 miliar dengan waktu pembangunan selama tujuh bulan.
" Dana ini dimanfaatkan untuk membangun satu PLTMH baru dan merevitaslisasi tiga unit pembangkit listrik untuk empat desa di Provinsi Jambi," kata Bambang.
Bambang menjelaskan, program ini telah memberikan akses listrik pada 4.448 orang dari 803 rumah tangga. Data dari Kementerian ESDM mengungkapkan bahwa rasio elektrifikasi di Jambi adalah 91,40 % masih berada di bawah rasio nasional 95,35 % (hingga Desember 2017). Tanpa akses listrik yang menunjang ekonomi, pendidikan dan kesehatan, masyarakat menjadi semakin rentan terhadap kemiskinan.
Deputy Country Director UNDP Indonesia, Sophie Kemkazhe menyatakan, pembangunan PLTMH ini manfaatnya sangat besar bagi masyarakat.
" Sebelumnya, proses persalinan terpaksa dilakukan dalam gelap gulita, anak-anak belajar dan beribadah dengan cahaya lilin dan tanpa listrik," ucap Sophie.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya