Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Polisi membekuk dua begal yang menyebabkan mahasiswi di Bandung, Shanda Putri Denada, meninggal dunia. Satu dari dua begal itu ditembak mati.
Dua tersangka itu adalah Aminatus Solihin alias Ami dan Yonas Aditya. Saat diminta menunjukkan persembunyian Yonas Aditya, Solihin malah melawan dan mencoba kabur.
" Sehingga diberikan tindakan tegas terhadap tersangka," ujar Kapolda Jawa Barat, Irjen Agung Budi maryoto, dikutip dari Liputan6.com, Rabu 5 September 2018.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat, Kombes Umar Surya Fana, menuturkan, berdasarkan informasi dari laporan masyarakat, kedua perampok itu sudah beberapa kali melakukan pembegalan.
Sumber: Liputan6.com/Andry Haryanto
Dream - Kasus pembegalan kembali marak, terutama di wilayah Bandung, Jawa Barat. Tindakan para pelaku begal bahkan semakin sadis. Tak hanya merampok, mereka tak segan menghilangkan nyawa korban yang berusaha melawan.
Terakhir, kasus pembegalan dialami seorang mahasiswi tingkat akhir Politeknik STTT Bandung.
Shanda Puti Denata, 23 tahun. Perempuan cantik yang kuliah jurusan desain grafis itu meninggal dunia setelah menjadi korban para begal.
Pada Kamis, 30 Agustus 2018, Shanda dan temannya, Eva Aprilia pergi untuk membeli bakso. Keduanya kemudian pulang sekitar pukul 03.30 WIB, ketika berada di bawah Jembatan Pasupati, mereka dipepet begal.
Begal itu merebut secara paksa tas yang dijinjing oleh Shanda. Saking kuatnya tarikan, Shanda terjatuh dan mengalami luka parah di kepala.
Shanda sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Boromeus karena mengalami geger otak. Nasib tak dapat ditolak, Shanda tak mampu bertahan setelah 20 jam kritis.
Mahasiswi cantik itu meninggalkan suami dan satu anak yang masih balita. Shanda kini sudah dimakamkan di kampung halamannya di Desa Jajawar, Kecamatan Banjar, Kota Banjar pada 31 Agustus 2018.
Dream - Eva, yang kala itu juga menjadi korban selamat menungkapkan, ketika makan bakso, Shanda sempat meminta untuk dibangunkan sebelum Sholat Subuh. Almarhumah minta dibangunkan karena ingin menunaikan Sholat Tahajud.

" Va, bangunin iki shalat tahajud sebelom subuh. Tapi udh subuh ya bentar lagi" Baru beres obrolan, cuma teriakan nda yg aku denger. Insha Allah khusnul khaatimah ya nda," tulis Eva di akun Instagramnya.
(Sah, Sumber: planet.merdeka.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya