Selasa, 20 Oktober 2026 Cari

Polisi Tembak Mati Begal yang Sebabkan Mahasiswi Bandung Meninggal

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Rabu, 5 September 2018 19:59
Polisi Tembak Mati Begal yang Sebabkan Mahasiswi Bandung Meninggal
Pelaku ditembak mati karena berusaha melawan petugas saat ditangkap

Dream - Polisi membekuk dua begal yang menyebabkan mahasiswi di Bandung, Shanda Putri Denada, meninggal dunia. Satu dari dua begal itu ditembak mati.

Dua tersangka itu adalah Aminatus Solihin alias Ami dan Yonas Aditya. Saat diminta menunjukkan persembunyian Yonas Aditya, Solihin malah melawan dan mencoba kabur.

" Sehingga diberikan tindakan tegas terhadap tersangka," ujar Kapolda Jawa Barat, Irjen Agung Budi maryoto, dikutip dari Liputan6.com, Rabu 5 September 2018.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat, Kombes Umar Surya Fana, menuturkan, berdasarkan informasi dari laporan masyarakat, kedua perampok itu sudah beberapa kali melakukan pembegalan.

Sumber: Liputan6.com/Andry Haryanto

1 dari 2 halaman

Keinginan Sholat Tahajud Mahasiswi Cantik itu Pupus Setelah Tewas Dibegal

Dream - Kasus pembegalan kembali marak, terutama di wilayah Bandung, Jawa Barat. Tindakan para pelaku begal bahkan semakin sadis. Tak hanya merampok, mereka tak segan menghilangkan nyawa korban yang berusaha melawan.

Terakhir, kasus pembegalan dialami seorang mahasiswi tingkat akhir Politeknik STTT Bandung.

Shanda Puti Denata, 23 tahun. Perempuan cantik yang kuliah jurusan desain grafis itu meninggal dunia setelah menjadi korban para begal.

Pada Kamis, 30 Agustus 2018, Shanda dan temannya, Eva Aprilia pergi untuk membeli bakso. Keduanya kemudian pulang sekitar pukul 03.30 WIB, ketika berada di bawah Jembatan Pasupati, mereka dipepet begal.

Begal itu merebut secara paksa tas yang dijinjing oleh Shanda. Saking kuatnya tarikan, Shanda terjatuh dan mengalami luka parah di kepala.

Shanda sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Boromeus karena mengalami geger otak. Nasib tak dapat ditolak, Shanda tak mampu bertahan setelah 20 jam kritis.

Mahasiswi cantik itu meninggalkan suami dan satu anak yang masih balita. Shanda kini sudah dimakamkan di kampung halamannya di Desa Jajawar, Kecamatan Banjar, Kota Banjar pada 31 Agustus 2018.

2 dari 2 halaman

Curhatan Sahabat

Dream - Eva, yang kala itu juga menjadi korban selamat menungkapkan, ketika makan bakso, Shanda sempat meminta untuk dibangunkan sebelum Sholat Subuh. Almarhumah minta dibangunkan karena ingin menunaikan Sholat Tahajud.

" Va, bangunin iki shalat tahajud sebelom subuh. Tapi udh subuh ya bentar lagi"  Baru beres obrolan, cuma teriakan nda yg aku denger. Insha Allah khusnul khaatimah ya nda," tulis Eva di akun Instagramnya.

(Sah, Sumber: planet.merdeka.com)

Beri Komentar