Gelombang Panas Menyerang, Ribuan Warga Jepang Tumbang

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 2 Agustus 2019 15:00
Gelombang Panas Menyerang, Ribuan Warga Jepang Tumbang
Sebanyak sebelas orang dari sebelas prefektur di Jepang dikabarkan meninggal dunia.

Dream - Gelombang panas dirasakan hampir seluruh masyarakat di dunia. Setelah menyerang beberapa wilayah di Eropa, suhu tinggi juga terjadi di Jepang.

Saat ini, gelombang panas di Negeri Sakura mencapai suhu 37 derajat Celcius. Gelombang panas ini dianggap menjadi tragedi nasional karena ribuan orang dilaporkan masuk rumah sakit.

Menurut laman Japan Times, pemerintah Jepang pada Selasa 30 Juli mengumumkan ada 5.664 orang yang dibawa ke rumah sakit karena terdampak gelombang panas. Warga yang dibawa ke rumah sakit rata-rata berumur di atas 65 tahun.

Dari jumlah itu, 119 orang butuh perawatan selama kurang lebih tiga pekan. Sementara itu, 1.792 orang mengalami masalah yang lebih ringan.

Dampak gelombang panas ini sungguh berat. Dari berita yang beredar, seorang pria yang beristirahat di Taman Hirakata, Osaka, terlihat kehilangan kesadaran dan meninggal saat dibawa ke rumah sakit. 

Pria 28 tahun itu bekerja sebagai badut maskot dengan kostum seberat 16 kilogram. Menurut laporan, total sebelas orang dari sebelas prefektur di Jepang, meninggal dunia.

1 dari 5 halaman

Panas Ekstrem Cekam Eropa, Rel Kereta Sampai Ditakutkan Bengkok

Dream - Kota Paris, Perancis mencatatkan rekor suhu panas tertinggi. Suhu di kota fesyen itu mencapai 42,6 derajat Celcius, pada Kamis, 25 Juli 2019.

Di Perancis utara, alarm bahaya suhu tinggi dilancarkan.

Sementara itu, dilaporkan BBC, Belgia, Jerman, Luxemburg, dan Belanda juga mencapai suhu tinggi di wilayahnya. Berturut-turut empat negara itu mencapai suhu tertinggi 41,8 derajat Celcius, 41,5 derajat Celcius, 40,8 derajat Celcius, dan 40,7 derajat Celcius.

Di Inggris, catatan suhu tertinggi mencapai 38,1 derajat Celcius pada Juli 2019. Dengan kondisi ini, kereta api diminta untuk berjalan lebih lambat agar rel tidak tertekuk.

" Perubahan iklim telah meningkatkan kemungkinan dan situasi yang parah di seluruh Eropa," kata layanan cuaca nasional Inggris.

2 dari 5 halaman

Suhu Tertinggi

Suhu yang panas ini berdampak pada aktivitas pariwisata. Para pejabat di Perancis memperingatkan warga untuk menghindari berjalan ke tempat kerja.

Arsitek kepala yang bertanggung jawab untuk memulihkan Notre-Dame memperingatkan bahwa panas ekstrem dapat menyebabkan atap katedral runtuh jika sambungan dan pasangan bata yang menahan atap mengering.

Suhu tinggi ini diduga telah menelan korban. Di Perancis lima kematian kemungkinan disebabkan suhu tinggi.

Perancis mencatat rekor suhu tinggi sepanjang masa setinggi 46 derajat Celcius. Menurut WMO, suhu tertinggi di Eropa pada Juni terjadi di Republik Ceko, Slovakia, Austria, Andorra, Luksemburg, Polandia,dan Jerman.

3 dari 5 halaman

Suhu Bandung Dingin Banget Sampai 16,4 Derajat, Ini Penyebabnya

Dream - Berlangsungnya musim kemarau mulai terasa di sebagian daerah di Indonesia. Salah satunya di Bandung dengan suhu yang terasa begitu dingin di pagi dan malam hari.

Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jawa Barat mencatat suhu yang tertera pada alat pengukur di Stasiun Geofisika Bandung mencapai 16,4 derajat Celsius pada 12 Juli 2019. Sementara Pos Observasi Geofisika Lembang di ketinggian 1.241 meter tercatat suhu mencapai 13,0 derajat Celsius pada 16 Juli 2019.

" Suhu yang dingin dalam beberapa hari terakhir di Bandung Raya maupun secara umum di Jawa Barat merupakan fenomena yang biasa atau wajar, yang menandakan datangnya periode musim kemarau," kata Peneliti Cuaca dan Iklim BMKG Provinsi Jawa barat, Muhamad Iid Mujtahiddin, dikutip dari Liputan6.com.

Iid menjelaskan musim kemarau di Jabar mulai berlangsung pada Juni 2019. Kawasan yang merasakan dampaknya lebih dulu yaitu sekitar Pantai Utara (Pantura) lalu bergerak ke selatan.

Saat kemarau, angin yang bertiup di Jabar merupakan angin pasat tenggara atau angin timuran dari Benua Australia. Pada Juli hingga September, Australia sedang mengalami puncak musim dingin.

4 dari 5 halaman

Pembentukan Awan Masih Terjadi di Sore Hari

Kondisi lain yang juga berpengaruh pada dinginnya suhu musik kemarau terutama di Jabar yaitu masih adanya kelembapan di ketinggian hingga 1,5 kilometer di atas permukaan laut. Sehingga masih terlihat adanya pembentukan awan di sore hari.

" Tetapi, pada ketinggian 3 kilometer di atas permukaan laut yang relatif kering, sehingga potensi awan yang terbentuk untuk terjadi hujan relatif kecil dan dampaknya kondisi kelembapan pada malam hingga pagi hari menambah kondisi suhu udara menjadi dingin," kata dia.

Sedangkan puncak musim kemarau tahun ini diprediksi terjadi pada Agustus-September. Cirinya yaitu udara dingin dan kering.

" Dengan karakteristik cuaca seperti ini diimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondisi badan supaya tetap fit. Salah satu di antaranya saat bepergian ke luar rumah selalu mengenakan baju hangat atau jaket dan mengonsumsi buah-buahan serta sayuran," ucap Iid.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

5 dari 5 halaman

Suhu Dieng Minus 9 Derajat Celcius, Banyak Mobil Mogok

Dream - Suhu membeku bak di Eropa Utara dirasakan warga Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah. Suhu di Dieng anjlok hingga minus sembilan derajat Celcius.

Dengan kondisi itu, embus es Dieng pun muncul tebal. Embun es tak hanya tampak di rerumputan, namun juga merusak hasil pertanian.

Dikutip dari Liputan6.com, Selasa 25 Juni 2019, suhu minus sembilan derajat Celcius tercatat di kompleks Candi Arjuna Dieng. Di dalam ruangan rumah warga di Desa Dieng Kulon, suhu ruangan tercatat mencapai minus satu derajat Celcius.

Kepala UPT Dieng, Aryadi Darwanto, mengatakan, suhu udara Dieng selama sepekan terakhir memang sudah turun ke suhu kurang dari nol derajat. Namun, Senin 24 Juni 2019, menjadi catatan terrendah.

Dibanding suhu udara kemarau sebelumnya, suhu udara kali ini lebih rendah. Tahun lalu, suhu udara terendah tercatat minus tujuh derajat Celcius.

Saat itu, mata air dan genangan air sampai membeku. Tapi, kondisi tersebut tidak terjadi di saat ini.

Ketua Paguyuban Pengelola Homestay Desa Dieng Kulon, Fortuna Dyah, suhu rendah menyebabkan kendaraan bermesin diesel milik wisatawan banyak yang mogok. Diduga, solar terlampau dingin atau bahan bakar beku akibat suhu rendah.

" Ya, ada yang mobilnya mogok. Mungkin karena solarnya membeku atau bagaimana," ujar Fortuna.

Sumber: Liputan6.com/Muhamad Ridlo

Beri Komentar