Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(news.discovery.com)
Dream - Anomali alam berupa gumpalan besar air hangat yang misterius muncul di bagian utara Samudera Pasifik. Gumpalan itu terus meluas dan dilaporkan memiliki efek serius terhadap kehidupan biota laut mulai dari Meksiko hingga Alaska.
Keanehan itu bahkan diduga dapat mengubah cuaca di seluruh benua. Gumpalan, yang diistilahkan 'blob' oleh ahli meteorologi University of Washington Nicholas Bond pada akhir 2013, terdiri dari kumpulan air yang memiliki suhu 5 derajat Fahrenheit. Suhu yang lebih hangat dari suhu laut yang pada umumnya.
Meski tidak terlihat terlalu mencolok selisihnya, gumpalan hangat, yang awalnya berupa gumpalan kecil di lepas pantai Alaska, telah berkembang menjadi gumpalan seluas 500 mil.
Gumpalan air hangat itu adalah yang terbesar dan memiliki anomali suhu terlama yang pernah tercatat dalam sejarah.
"Besarnya anomali inilah yang menjadikan gumpalan itu luar biasa," kata Art Miller, ahli kelautan di Scripps Institute of Oceanography di La Jolla, California. Miller adalah salah satu dari 100 peneliti yang bergabung di Scripps untuk meneliti fenomena aneh itu dan dampaknya.
Para ilmuwan tidak mengetahui pasti apa penyebab dari blob itu. Tetapi mereka memperkirakan itu berhubungan dengan kekeringan di California hingga kelaparan yang menimpa sejumlah besar anak singa laut yang pernah terdampar di pantai barat Amerika.
Perubahan suhu juga menyebabkan makhluk hidup dari zona tropis dan subtropis melakukan migrasi ke utara, ke tempat di mana mereka biasanya tidak ditemukan.
Para ilmuwan juga menduga makhluk hidup lainnya yang biasanya tinggal jauh dari laut telah berkelana lebih dekat ke pantai, menurut artikel Seattle Times.
Bond menulis di sebuah artikel edisi April bahwa gumpalan juga berhubungan dengan pola cuaca yang tidak biasa, yang berkembang di atas sebagian besar wilayah utara Bumi, yang membentang dari Pasifik hingga Amerika Utara, pada musim gugur 2013 dan awal 2014.
Pola tidak biasa itu telah mengurangi jumlah dan intensitas badai serta menyebabkan berkurangnya curah hujan di Amerika Serikat bagian barat.
(Ism, Sumber: news.discovery.com)
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


6 Tips agar Perjalanan dengan Bayi Lebih Nyaman dan Minim Drama

Pembalut dan Buku Kena Pajak, Barang Apa Lagi yang Tanpa Sadar Dipajaki?

Kebiasaan Ngemil Setelah Makan Malam Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Hati hingga 30 Persen

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?

Penelitian Ungkap Protein Bisa Bantu Membersihkan Sisa Sel dan Kurangi Tanda Peradangan

Usia Berapa Otak Manusia Paling Tajam? Ternyata Bukan Saat Masih Muda

Sering Dikira Flu, Virus yang Disebarkan Nyamuk Ini Bisa Menyerang Otak dan Berakibat Fatal