Gunung Merapi Erupsi, Kolom Abu Setinggi 5.000 Meter

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 27 Maret 2020 13:33
Gunung Merapi Erupsi, Kolom Abu Setinggi 5.000 Meter
Belum ada laporan dari masyarakat mengenai dampak dari erupsi tersebut.

Dream - Gunung Merapi mengalami erupsi pada Jumat, 27 Maret 2020, pukul 10.56 WIB. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta menyebut erupsi tercatat di seismogram dengan amplitudo 75 milimeter dan durasi 7 menit.

" Teramati tinggi kolom erupsi sekitar 5.000 meter dari puncak. Arah angin saat erupsi ke barat daya," kata BPPTKG.

Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo, mengatakan, visual erupsi merapi juga terekam oleh kamera pemantau milik BPPTKG yang berada di Pasar Bubrah Gunung Merapi.

" Belum ada laporan dari masyarakat terkait dampak dari erupsi tersebut," ucap Agus.

Agus meminta masyarakat diminta untuk tetap tenang, tidak panik dan selalu memantau informasi resmi dari pihak berwenang.

1 dari 5 halaman

Gunung Merapi Erupsi, Letusan Hingga 6.000 Meter

Dream - Gunung Merapi yang terletak di dua provinsi, Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, mengalami erupsi pada Selasa, 3 Maret 2020 pukul 05.22 WIB. Kolom erupsi teramati sekitar 6.000 meter dari puncak Gunung Merapi.

" Guguran awan panas ke arah hulu Kali Gendol dengan jarak maksimal 2 kilometer. Arah angin saat erupsi ke utara," tulis Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).

BPPTKG mencatat seismogram dan amplitudo 75 milimeter dengan durasi 450 detik. Gunung Merapi berstatus waspada sejak 21 Mei 2018.

Sementara itu, dilaporkan Merdeka.com, hujan abu telah menyebar hingga Kota Surakarta dan sekitarnya.

Kondisi ini mengakibatkan Bandara Internasional Adisoemarmo terdampak. Akibatnya, Bandara yang berada di timur Kabupaten Boyolali tersebut harus ditutup sementara.

" Bandara Adisoemarmo close 1 jam ke depan, terkait dampak erupsi Merapi. Landasan dilakukan tes, positif terdapat abu Merapi," ujar Humas PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo, Danardewi kepada Merdeka.com.

2 dari 5 halaman

Penerbangan di Yogyakarta Masih Normal

Menurut Danardewi, penutupan bandara dilakukan mulai pukul 09.10-10.10 WIB. Ia berharap kondisi udara segera membaik, sehingga penerbangan dari dan ke Solo bisa kembali normal.

Sementara itu, hingga pukul 9.00 WIB, hujan abu masih terus terjadi. Bahkan sudah sampai ke Solo, Sukoharjo dan sekitarnya. Padahal jarak Kota Solo hingga Merapi cukup jauh, yakni sekitar 40 kilometer.

Berbeda dengan Bandara Adi Soemarmo, Bandara Internasional Adisutjipto, Yogyakarta, memastikan tidak terpengaruh dampak erupsi Gunung Merapi. GM Bandara Internasional Adisutjipto dari hasil papertest yang dilakukan pasca-erupsi Gunung Merapi dalam posisi negatif.

" Aktivitas penerbangan tetap berlangsung normal walau ada erupsi. Hasil paper test negatif abu vulkanik dan arah angin ke barat daya. Kawasan ini tak ada rute penerbangan," ujar Pandu.

Pandu menambahkan hingga saat ini tak ada penerbangan di Bandara Adisutjipto yang ditunda atau dibatalkan paska erupsi Gunung Merapi.

" Tetap normal. Baru saja Lion Air dengan nomor penerbangan JT 276 tujuan Yogyakarta Pekanbaru berangkat. Masih normal. Sama sekali tidak ada penundaan maupun return to base," ucap dia.

3 dari 5 halaman

Gunung Merapi di Yogyakara Meletus Pagi Hari Ini

Dream - Gunung Merapi di Jawa Tengah pada hari ini 17 November 2019 kembali meletus. Letusan terjadi pada pukul 10.46 WIB.

Sebelumnya, menurut pantauan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Merapi memang diketahui cukup aktif.

Dari keterangan resmi BPPTKG di Instagram, letusan Gunung Merapi pagi hari ini terekam dalam seismogram. Para warga di sekitar pun diminta waspada.

Gunung Merapi Meletus© Instagram

" Letusan tercatat di seismogram dengan amplitudo max 70 mm dan durasi 155 detik," tulis akun @BPPTKG

BPPTK menjelaskan kalau arah angin bertiup ke barat. Lalu untuk tinggi kolom letusan mencapai kurang lebih 1000 meter.

" Teramati kolom letusan setinggi kurang lebih 1000 m. Angin bertiup ke Barat," keterangan BPPTKG.

Sampai saat ini aktivitas vulkanik G. Merapi masih cukup tinggi dan ditetapkan dalam tingkat aktivitas “ WASPADA” (Level II). Potensi bahaya saat ini berupa awan panas dari runtuhnya kubah lava dan lontaran material vulkanik dari letusan eksplosif.

Rekomendasi jarak bahaya 3 km dari puncak. Untuk di luar radius tersebut masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa. ?

4 dari 5 halaman

Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas

Dream - Gunung Merapi mengeluarkan awan panas, Selasa 17 September 2019, pukul 06.52 WIB. Guguran awan panas tersebut meluncur pada jarak 1.100 meter ke Kali Gendol.

Dilaporkan Merdeka.com, dari data seismogram, guguran awan panas ini memiliki getaran maksimum 62 milimeter. Durasi awan panas guguran mencapai 110 detik.

BPPTKG menyebut, terjadi tiga kali gempa guguran pada hari ini, sejak pukul 00.00 hingga 06.00 WIB. Gempa guguran itu punya geratan 3 hingga 10 milimeter dengan durasi 28.68 hingga 42.72 detik.

Hingga saat ini, BPPTKG Yogyakarta masih menetapkan Gunung Merapi berstatus waspada atau level II. Status waspada ini telah ditetapkan sejak 21 Mei 2018.

Dalam rekomendasinya, BPPTKG masih menetapkan dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi agar tak ada aktivitas manusia. Masyarakat yang berada di luar radius 3 kilometer diperbolehkan beraktivitas seperti biasa.

Sumber: Merdeka.com/Purnomo Edi

5 dari 5 halaman

Gunung Merapi Erupsi, Guguran Lava Sejauh 500 Meter

Dream - Gunung Merapi dilaporkan erupsi pada Minggu, 25 Agustus 2019. Gunung ini mengeluarkan guguran lava sejauh 500 meter ke arah hulu Kali Gendol.

Dilaporkan Liputan6.com, pos pengamatan Gunung Merapi mencatat erupsi dan gempa terjadi sejak pukul 00.00 hingga 06.00 WIB. Terjadi enam kali gempa dan guguran lava dengan amplitudo 2 hingga 22 milimeter.

" Hasil pengamatan visual selama periode itu menunjukkan asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 25 meter di atas puncak kawah," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida seperti dilansir Antara.

Hanik mengatakan cuaca di Gunung Merapi terpantau cerah berawan. Suhu mencapai 12 hingga 17,5 derajat Celcius dengan kelembapan udara 41 hingga 72 persen. Adapun tekanan udara mencapai 629 hingga 710 mmHg.

BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau Waspada. Hanik tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

" BPPTKG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi," ucap dia.

Sehubungan semakin jauhnya jarak luncur awan panas guguran Gunung Merapi, BPPTKG mengimbau warga yang tinggal di kawasan alur Kali Gendol meningkatkan kewaspadaan.

" Masyarakat juga diminta tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya," kata dia.

Beri Komentar