Gunung Semeru Meletus, Muntahkan Awan Panas Sejauh 4,5 Kilometer

Reporter : Cynthia Amanda Male
Sabtu, 16 Januari 2021 20:52
Gunung Semeru Meletus, Muntahkan Awan Panas Sejauh 4,5 Kilometer
Terlihat asap meluncur ke arah tenggara yang diduga dari kawah Jonggring Kaloko berwarna kelabu pekat dalam volume yang besar.

Dream - Gunung Semeru kembali meletus, Sabtu sore 16 Januari 2012, pukul 17.48 WIB. Gunung api yang berlokasi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur ini meluncurkan awan panas dengan jarak luncur sekitar 4,5 kilometer.

Menurut laporan pengamatan visual sementara, terlihat asap meluncur ke arah tenggara yang diduga dari kawah Jonggring Kaloko berwarna kelabu pekat dalam volume yang besar.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan, hujan abu vulkanik diperkirakan mengarah ke utara, menyesuaikan arah angin.

" Gunung semeru mengeluarkan awan panas. Dengan jarak 4,5 kilometer. Daerah sekitar Sumber Mujur dan Curah Koboan, saat ini menjadi titik guguran awan panas," ujar Bupati Lumajang, Thoriqul Haq dikutip dari siaran pers BNPB.

 

1 dari 4 halaman

Mengenai status gunung, saat ini Gunung Semeru masih berada pada level II atau 'Waspada' dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sedang melakukan evaluasi lebih lanjut.

Masyarakat yang bermukim di sekitar Desa Sumber Mujur dan Desa Curah Koboan dan sekitarnya agar waspada dalam menghadapi potensi bencana yang dapat ditimbulkan.

Dalam hal ini, khususnya masyarakat di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Curah Kobokan agar tetap waspada dalam menghadapi adanya intensitas curah hujan yang tinggi, sebab hal itu dapat memicu terjadinya banjir lahar dingin.

Tim gabungan lintas Kementerian/Lembaga masih dalam proses pengembangan informasi dan belum ada keterangan wa atas peristiwa tersebut.

(Sumber: Merdeka.com)

2 dari 4 halaman

4 Gunung di Indonesia Meletus Bersamaan, Petanda Apa?

Dream - Empat gunung di Indonesia terpantau erupsi pada Sabtu, 11 April 2020. Dilihat dari Peta Magma Indonesia, Gunung Merapi, Gunung Semeru, Gunung Anak Krakatau dan Gunung Kerinci mengeluarkan magma.

Kasbani, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengatakan erupsi di Gunung Merapi sudah terjadi sejak Jumat 10 April 2020.

Gunung Merapi erupsi pada Jumat, 10 April 2020 pukul 09.10 WIB. Menurut laporan, erupsinya mencapai ketinggian kolom abu teramati 3.000 meter di atas puncak atau 5.968 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas ketebalan condong ke arah barat laut. Erupsi Gunung Merapi terekam seismogram dengan amplitudo maksimum 75 mm dan durasi kurang lebih 1 menit 43 detik.

3 dari 4 halaman

Untuk Gunung Anak Krakatau (GAK) juga mengalami erupsi sejak Jumat malam pukul 22.35 WIB. Erupsi GAK melontarkan kolom abu hingga 500 m di atas puncak kudung.

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal condong ke arah utara. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi kurang lebih 38 menit 4 detik.

PVMBG menjelaskan letusan berlangsung hingga Sabtu pagi pukul 05.44 WIB.

" Letusan Gunung Anak Krakatau terjadi hingga pagi ini," kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral ( ESDM) Kasbani kepada Liputan6.com.

Kasbani mengatakan, erupsi yang terjadi di Gunung Anak Krakatau ini bersifat strombolian, artinya, letusannya sangat kecil dan terus menerus.

" Makannya Krakatau ini level II," ujar dia.

4 dari 4 halaman

Sementara, Gunung Semeru erupsi hampir terjadi setiap hari. Namun, tinggi kolom abu hanya 200 hingga 300 meter saja.

" Semeru hampir setiap hari, 200-300 meter saja. Sudah karakteristik Semeru seperti itu," ujar Kasbani.

Untuk Gunung Kerinci, kata Kasbani, juga memiliki karakteristik yang sama dengan Semeru.

" Saya akan cek lagi Kerinci, kadang-kadang memang erupsi tapi kecil-kecil saja, di Kerinci ada sumber lava, sekali-sekali terdorong," kata dia.

Keempat gunung tersebut, kata dia, berada di level II atau waspada.

Sumber: Liputan6.com/)

Beri Komentar