Habib Lutfi Terima Gelar Doktor Honoris Causa dari Unnes

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 10 November 2020 19:02
Habib Lutfi Terima Gelar Doktor Honoris Causa dari Unnes
Habib Lutdi dinilai berjasa mengembangkan ilmu pengetahuan dalam komunikasi dakwah dan sejarah kebangsaan.

Dream - Rais Aam Idarah Aliyah Jam'iyah Ahlit Thariqah Al Mu'tabarah An Nahdliyah (Jatman), Habib Lutfi bin Ali Yahya mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Ulama asal Pekalongan, Jawa Tengah, ini dinilai berjasa dalam pengembangan ilmu pengetahuan dalam komunikasi dakwah dan sejarah kebangsaan.

Gelar itu dianugerahkan dalam Sidang Pengukuhan yang digelar pada Senin, 9 November 2020.

Jejak akademik Habib Lutfi dapat ditelusuri dalam sejumlah buku yang telah dihasilkan dan secara konsisten mengusung nilai ke-Islaman dalam bingkai ke-Indonesiaan.

" Bahkan melalui berbagai media beliau mempromosikan pemikiran itu ke publik yang dampaknya dapat dirasakan secara luas," ujar Rektor Unnes, Fathur Rokhman, dalam pidato Upacara Penganugerahan Doktor Honoris Causa kepada Habib Lutfi, dikutip dari NU Online.

Fathur mengatakan kehadiran Habib Lutfi menjadi semacam berkah di tengah dinamika kebangsaan saat ini. Habib Lutfi diterima semua kalangan tidak hanya masyarakat Indonesia namun juga global.

" Cara yang dipakai untuk menyampaikan pemikiran menunjukkan tiga keunggulan, meliputi tangguh dan luasnya bacaan. Referensinya membentang dari kitab-kitab klasik, pemikiran barat hingga pemikiran kontemporer tanah air," kata dia.

 

1 dari 2 halaman

Jeli Merespons Informasi

Tak hanya itu, Habib Lutfi dinilai jeli dalam merespon setiap referensi dan informasi yang diterima. Juga mampu mengkomunikasikan gagasan-gagasan rumit dalam bahasa yang sederhana.

" Sebagai ilmuwan Habib Luthfi memiliki tiga keunggulan yakni rasa ingin tahu dan memiliki dorongan untuk menemukan jawaban, penguasaan metodologi sehingga mampu memilih dan memilah aneka informasi, dan data yang diperolehnya dan kemampuan mempublis sehingga dapat dengan mudah dipahami oleh umat," kata Fathur.

2 dari 2 halaman


Dalam orasi ilmiah berjudul Strategi Pemberdayaan Umat dan Sejarah Kebangsaan, Habib Lutfi mengetengahkan implementasi teknologi dan kebhinnekaan sejak pembangunan Candi Borobudur dan Prambanan.

Habib Lutfi juga membahas keterbukaan informasi dan banyaknya media sosial serta penggunaan bahasa, yang memengaruhi kondisi beragama, berbangsa dan bernegaram serta meluasnya hoax dan ujaran kebencian yang menimbulkan kekacauan.

" Maka itu pendakwah selaku salah satu public figure perlu menyampaikan hal hal yang tidak menyimpang dari khazanah beragama dan bernegara,” jelas Habib Lutfi.

Beri Komentar