Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Hari Raya Idul Fitri atau tanggal 1 Syawal 1436 H berpotensi tidak bersamaan. Posisi hilal atau bulan sabit pada tanggal 29 Ramadan, saat diadakan rukyatul hilal tahun ini sangat tipis sehingga kemunginan tidak berhasil dilihat.
" Posisi hilal sangat tipis hanya tiga derajat sehingga ada potensi berbeda. Sangat susah melakukan rukyatul hilal pada posisi seperti itu. Sementara yang berpatokan pada hisab menetapkan standar berbeda-beda, seperti antara Muhammadiyah dan Persis," kata Sekretaris Lajnah Falakiyah PBNU H Nahari Muslih dihubungi NU Online dikutip Dream.co.id, Kamis 2 Juli 2015.
Data dalam almanak PBNU yang diterbitkan oleh Lajnah Falakiyah untuk markaz Jakarta menunjukkan, ijtima’ atau konjungsi sudah terjadi pada Kamis 16 Juli bertepatan dengan 29 Ramadhan 1436 H pukul 08.25 WIB.
Sementara tinggi hilal pada saat Matahari terbenam pada hari itu 3°1' derajat dan hilal akan berada di atas ufuk selama 13 menit 25 detik.
Data hisab itu telah memenuhi kriteria imkanur rukyat atau visibilitas pengamatan yang ditetapkan berdasarkan Musyawarah Menteri-menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), yakni pada saat Matahari terbenam ketinggian bulan di atas ufuk minimum 2° dan sudut elongasi (jarak lengkung) Bulan-Matahari minimum 3°, atau pada saat bulan terbenam usia Bulan minimum 8 jam dihitung sejak ijtima’.
Namun kriteria imkanurrukyat yang telah disepakati itu dinilai masih terlalu sulit. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) sebelumnya menyatakan, secara ilmiah hilal baru akan bisa dilihat di atas ketinggian 5° di atas ufuk.
Sementara ormas Islam yang berpedoman pada “ hisab murni” seperti Muhammadiyah dan Persis menetapkan standar berbeda-beda, sehingga tahun ini dimungkinkan ada perbedaan dalam penentuan awal Syawal. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya