Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Juri Amat Syair, Buruh Tani Yang Berjuang Keras Dengan Menabung Demi Bisa Berhaji (beritajatim.com)
Dream - Haji merupakan satu dari rukun Islam yang lima. Setiap muslim selalu mengidamkan menginjakan kaki di tanah Suci, mengunjungi bangunan karya Nabi Ibrahim dan berziarah ke makam Nabi Muhammad.
Tak semua muslim bisa merasakan kebahagian itu. Hanya sebagian besar Muslim dari Indonesia yang bisa beribadah di rumah Allah, Baitullah. Tapi peluang bukan tak ada. Orang tak berpunya masih bisa pergi haji. Tengoklah Juri Amat Syair (64 tahun), warga Desa Polorejo, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Juri bukan orang berpunya, hanya berprofesi sebagai buruh tani dengan penghasilan yang tidak besar.
Tetapi, niat Juri berhaji sangat besar. Dia sisihkan sebagian penghasilannya sejak 1976 demi bisa pergi ke Tanah Suci.
" Saya menabung dari 40 tahun lalu. Memang awalnya pengen banget naik haji. Tapi melihat kondisi saya seperti tidak memungkinkan," kata Juri, dikutip dari beritajatim.com, Jumat, 5 Agustus 2016.
Harapan Juri ternyata didengar Allah SWT. Tahun ini, dia termasuk salah satu calon jemaah haji asal Ponorogo. Juri akan berangkat ke Tanah Suci pada Rabu, 10 Agustus 2016 nanti.
Juri mengaku perjuangan dia dalam menabung tidaklah mudah. Seringkali, tabungan dia harus sedikit berkurang untuk memenuhi kebutuhan bersifat mendesak.
" Bisa juga saya ambil karena menyekolahkan anak saya. Kan ada tiga anak, jadi harus saya biayai semua," ucap Juri.
Lantaran niatnya sudah kuat, Juri memberanikan diri mendaftar haji pada 2006. Seperti kebanyakan calon jemaah haji yang lain, Juri juga harus menunggu selama 10 tahun dan baru bisa berangkat tahun ini.
Sumber: beritajatim.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya