Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan
Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah
9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes
Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan
3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Game Fight Of Gods Yang Diprotes Beberapa Negara (Steam)
Dream - Baru-baru ini dunia game intenasional dihebohkan kemunculan game berjudul Fight of Gods. Game yang dapat dimainkan di platform permainan online besutan Valve, Steam.
Sesuai namanya, game itu memang menggunakan simbol agama, tokoh agama dan kepercayaan yang ada di dunia. Misal Nabi Musa, Zeus, Odin Yesus dan Buddha, sebagai karakternya.
Game yang diproduksi pengembang asal Bristol, Inggris PQube ini menuai kontroversi. Sebab, game ini dianggap pelecehan agama.
Dua negara yang beraksi keras atas kemunculan game ini yaitu Thailand dan Malaysia. Mereka memotres kehadiran game Fight of Gods.
PQube telah mengumumkan pencabutan permainan ini dari pengguna Steam di Thailand. PQube menerima protes dari otoritas Thailand mengenai konten yang dinilai berlebihan pada game ini. Diketahui, mayoritas warga Thailand memeluk Buddha.
" Setelah mempertimbangkan dan berkonsultasi, kami dalam proses menghapus Fight of Gods dari Steam Store. Kami berterima kasih atas dukungan penggemar atas persoalan ini," tulis PQube di Steam, sehari yang lalu.
Bagaimana di Indonesia?
Kementerian Komunikasi dan Informatika telah mengirimkan surat permintaan penghapusan permainan ini. Plt Kepala Biro Humas dan Informasi Kemkominfo Noor Iza meminta Fight of Gods diblokir dari pengguna di Indonesia dengan tenggang 2x24 jam.
" Tetapi, sepertinya sudah dihapus oleh penyedia game-nya," kata Noor Iza kepada Dream, Kamis, 14 September 2017.
Melihat desakan itu, Kepala Komunikasi Valve, Doug Lombardi angkat bicara. Kepada GamesBeat, Lombardi mengatakan permainan ini bertentangan dengan hukum di Malaysia dan hukum lokal setempat.
" Kami telah menghubungi pengembang, menghapus permainan, dan mencoba menghubungi pejabat Malaysia untuk menghapus konten itu. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya," kata Lombardi. (ism)
Advertisement

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya

Sering Menahan Diri untuk Bicara? Kebiasaan Ini Bisa Diam-Diam Merusak Hubungan

Suka Membaca Buku? Kebiasaan Ini Bisa Turunkan Risiko Alzheimer Hingga 33 Persen Lebih Rendah

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes