Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Toleransi Beragama
Dream - Undangan dari seorang muslim Denmark kepada warga sekitarnya untuk sekadar kumpul dan makan-makan selama Natal, menghebohkan sosial media. Sikapnya itu mendapat dukungan dan pujian dari ribuan warga Denmark lainnya.
" Sebagai muslim, di hari libur panjang ini kami tidak merayakan Natal. Tapi karena aku punya tiga anak lucu-lucu, aku memilih mengadakan acara makan-makan untuk menghibur mereka," tulis warga Kolding, Hussein Allouch, di halaman Facebook miliknya yang dikutip The Local.Dk.
Hussein mengundang siapa saja yang merasa sendiri saat Natal bisa datang ke acaranya itu. Hussein, seorang muslim dari kota pelabuhan Kolding di selatan Denmark, tidak merayakan hari raya selama liburan Natal.

Kendati demikian, dia memutuskan berbagi keceriaan tradisi Natal Denmark dengan bebek panggang, potongan kubis, kentang goreng yang disiram saus coklat.
" Anda tak perlu bawa hadiah, hanya sikap yang baik," tambah dia.
Undangan terbuka tersebut menjadi heboh sehingga mendapat ribuan 'like' dan komentar dari warga Denmark yang tersentuh hatinya.
" Super Cool! Di saat ini di mana banyak yang pikirannya dikotori oleh kecurigaan terhadap imigran dan pengungsi, Anda justru membuktikan bahwa semua itu salah," tulis Ida Jorgensen.
" Dunia akan menjadi tempat yang lebih baik jika ada banyak orang seperti Anda, Hussein," tambah Christian Rabjerg Madsen.
Setelah Hussein menulis undangan itu, banyak yang ingin mengulurkan bantuan kepadanya.
" Seseorang telah mengirim uang, sementara yang lain siap menyediakan bebek. Sebuah perusahaan bahkan ingin membelikan hadiah untuk kami dan tamu. Ini benar-benar keren karena banyak bantuan yang berdatangan. Ada harapan di luar sana."
Islam adalah agama terbesar kedua di Denmark. Jumlah muslim di Denmark mencapai 200 ribu orang yang merupakan 3 persen dari total 5,4 juta populasi negara itu.
Para ulama menegaskan bahwa umat Islam memiliki identitas mereka sendiri dan untuk menjaga identitas ini, mereka dilarang merayakan Natal atau hari raya non-muslim lainnya.
Dengan berpartisipasi dalam Natal, ulama mengatakan, ada kemungkinan bahwa perlahan-lahan seseorang dapat kehilangan jati dirinya yang membedakan antara Islam dan non-muslim.
(Ism, Sumber: OnIslam.net)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya