Undangan Natal dari Seorang Muslim Panen Pujian

Reporter : Sandy Mahaputra
Jumat, 28 November 2014 07:03
Undangan Natal dari Seorang Muslim Panen Pujian
Sikapnya itu mendapat dukungan dan pujian dari ribuan warga Denmark lainnya.

Dream - Undangan dari seorang muslim Denmark kepada warga sekitarnya untuk sekadar kumpul dan makan-makan selama Natal, menghebohkan sosial media. Sikapnya itu mendapat dukungan dan pujian dari ribuan warga Denmark lainnya.

" Sebagai muslim, di hari libur panjang ini kami tidak merayakan Natal. Tapi karena aku punya tiga anak lucu-lucu, aku memilih mengadakan acara makan-makan untuk menghibur mereka," tulis warga Kolding, Hussein Allouch, di halaman Facebook miliknya yang dikutip The Local.Dk.

Hussein mengundang siapa saja yang merasa sendiri saat Natal bisa datang ke acaranya itu. Hussein, seorang muslim dari kota pelabuhan Kolding di selatan Denmark, tidak merayakan hari raya selama liburan Natal.

 Undangan Natal dari Seorang Muslim Panen Pujian© OnIslam.net

Kendati demikian, dia memutuskan berbagi keceriaan tradisi Natal Denmark dengan bebek panggang, potongan kubis, kentang goreng yang disiram saus coklat.

" Anda tak perlu bawa hadiah, hanya sikap yang baik," tambah dia.

Undangan terbuka tersebut menjadi heboh sehingga mendapat ribuan 'like' dan komentar dari warga Denmark yang tersentuh hatinya.

" Super Cool! Di saat ini di mana banyak yang pikirannya dikotori oleh kecurigaan terhadap imigran dan pengungsi, Anda justru membuktikan bahwa semua itu salah," tulis Ida Jorgensen.

" Dunia akan menjadi tempat yang lebih baik jika ada banyak orang seperti Anda, Hussein," tambah Christian Rabjerg Madsen.

Setelah Hussein menulis undangan itu, banyak yang ingin mengulurkan bantuan kepadanya.

" Seseorang telah mengirim uang, sementara yang lain siap menyediakan bebek. Sebuah perusahaan bahkan ingin membelikan hadiah untuk kami dan tamu. Ini benar-benar keren karena banyak bantuan yang berdatangan. Ada harapan di luar sana."

Islam adalah agama terbesar kedua di Denmark. Jumlah muslim di Denmark mencapai 200 ribu orang yang merupakan 3 persen dari total 5,4 juta populasi negara itu.

Para ulama menegaskan bahwa umat Islam memiliki identitas mereka sendiri dan untuk menjaga identitas ini, mereka dilarang merayakan Natal atau hari raya non-muslim lainnya.

Dengan berpartisipasi dalam Natal, ulama mengatakan, ada kemungkinan bahwa perlahan-lahan seseorang dapat kehilangan jati dirinya yang membedakan antara Islam dan non-muslim.

(Ism, Sumber: OnIslam.net)

Beri Komentar