Hepatitis Akut Misterius pada Anak, Perkembangan Global

Reporter : Edy Haryadi
Senin, 16 Mei 2022 19:08
Hepatitis Akut Misterius pada Anak, Perkembangan Global
Jumlah penderitanya terus bertambah.

Dream – Hospital for Sick Children (HSC), yang kerap disebut SickKids, adalah rumah sakit khusus anak-anak. Ada 458 kamar di gedung bertingkat layaknya hotel bintang lima itu. Yang menarik adalah lantai satunya. Di lantai satu ini begitu luas dan nyaman dengan beberapa fasilitas bermain anak, seperti layaknya lantai dasar sebuah mal.

SickKids adalah rumah sakit pendidikan pediatrik terbesar yang terletak di University Avenue di Toronto, Ontario, Kanada. Rumah sakit  ini berafiliasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Toronto. Majalah Newsweek menobatkan HSC pada peringkat No.1 untuk The World's Best Specialized Hospitals 2022 untuk pediatrik.

Rumah sakit SickKids Kanada© Globe and Mail

Namun, pada hari Rabu 11 Mei 2022, ada kabar yang tidak menyenangkan dari SickKids.  Rumah sakit itu mengaku telah mendeteksi tujuh kasus hepatitis akut misterius pada anak-anak yang dirawat di sana selama periode enam bulan terakhir.

Kepala Penyakit Menular SickKids, Dr. Upton Allen, menjelaskan ketujuh kasus itu diidentifikasi antara 1 Oktober 2021 hingga 30 April 2022. “ Kami belum memiliki jawaban untuk penyebab penyakit ini,” katanya seperti dikutip CTV News.

Public Health Ontario mendefinisikan kasus tersebut sebagai transaminitis, atau peradangan hati, bersama penyakit kuning dan disfungsi gastrointestinal atau gangguan pencernaan pada anak-anak hingga usia 16 tahun, tanpa adanya tanda virus Hepatitis A, B, C, D dan E yang terdeteksi.

Gejalanya antara lain: mengalami lesu, demam, urin berwarna gelap, tinja pucat, kehilangan nafsu makan, diare dan mual. Infeksi ini dikonfirmasi melalui pemeriksaan tes darah, pernapasan dan tinja.

Upton mengatakan bahwa tujuh kasus di SickKids terjadi pada anak-anak berusia antara dua sampai 14 tahun.

“ Yang paling penting adalah, pertama-tama, ini jarang terjadi. Jadi, penting untuk mengenalinya dan sejauh ini belum ada penyebab hepatitis yang diketahui. Tetapi penyelidikan berlanjut di seluruh dunia untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik, tentang apakah kita sedang melihat patogen baru atau patogen lama yang berperilaku berbeda,” katanya.

Laporan dari Kanada ini merupakan perkembangan terbaru dari fenomena merebaknya hepatitis akut misterius di seluruh dunia belakangan ini.

Hepatitis akut misterius yang tiba-tiba membuat keparahan pada anak-anak yang sebelumnya sehat, memang jarang terjadi. Itulah sebabnya hepatitis akut misterius telah menimbulkan kekhawatiran secara global.

Badan Kesehatan Dunia atau WHO sendiri telah menetapkan hepatitis akut misterius sebagai Disease Outbreak News (DONs) atau Kejadian Luar Biasa (KLB) pada 15 April 2022.

***

Pada awal April 2022, Inggris menjadi negara pertama yang melaporkan kepada  WHO tentang sekelompok kasus hepatitis akut misterius pada anak-anak.

Kasus-kasus hepatitis akut itu dinilai tidak biasa, karena terjadi dalam waktu singkat pada anak-anak yang sehat.   Dan, diketahui dengan cepat pula bahwa penyebabnya bukan karena salah satu virus hepatitis umum (A, B, C, D, dan E).

Sejak itu, menyusul Austria, Belgia, Denmark, Prancis, Jerman, Irlandia, Israel, Italia, Jepang, Belanda, Norwegia, Polandia, Rumania, Spanyol, dan Amerika Serikat telah melaporkan kejadian kasus serupa.

Di Amerika Serikat, negara bagian Alabama telah mencatat sembilan kasus antara Oktober sampai Februari. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mencatat, tiga dari anak-anak itu mengalami gagal hati, dan dua anak membutuhkan transplantasi hati.

“ Kedua anak yang menerima transplantasi sebenarnya cukup baik,” kata Dr. Henry Shiau, ahli hepatologi transplantasi pediatrik di University of Alabama di Birmingham dan Rumah Sakit Anak-anak Alabama.

Kasus-kasus tersebut mendorong CDC untuk mengeluarkan peringatan nasional, meminta penyedia layanan kesehatan untuk mengawasi kasus serupa.

Illinois dan Wisconsin sejak itu mengumumkan kasus potensial. Carolina Utara, Delaware, Minnesota, California, New York, Georgia, dan Louisiana juga telah mengidentifikasi atau sedang menyelidiki untuk kemungkinan kasus baru, kata pejabat negara bagian itu kepada The New York Times.

Dalam banyak kasus, anak-anak mengalami gejala gastrointestinal, termasuk muntah, diare dan sakit perut, diikuti dengan menguningnya kulit atau mata, yang dikenal sebagai penyakit kuning atau jaundice. Mereka juga memiliki tingkat hasil enzim hati yang sangat tinggi, yang menjadi tanda terjadinya peradangan atau kerusakan hati.

Gejala gastrointestinal umum terjadi pada anak-anak. Tapi, menurut Dr. Shiau menguningnya kulit atau mata lebih merupakan tanda-tanda masalah hati.

Lalu. apa penyebabnya? “ Itu pertanyaan sejuta dolar,” kata Dr. Shiau. " Saya ingin menjadi yang terdepan tentang ini: Masalahnya kami tidak tahu."

Tetapi satu hipotesis utama adalah bahwa penyebabnya adalah adenovirus —salah satu dari sekelompok virus umum yang sering menyebabkan gejala seperti flu.

Dari 169 kasus yang dideteksi WHO, setidaknya 74 memiliki infeksi adenovirus. Delapan belas dari anak-anak itu terinfeksi virus yang dikenal sebagai adenovirus tipe 41, yang biasanya menyebabkan gejala gastrointestinal dan pernapasan.

Tapi penjelasannya tidak pas. Tidak semua anak dites positif adenovirus. Dan, adenovirus ini biasanya tidak terkait dengan hepatitis pada anak-anak yang sehat.

" Ini bukan penyebab umum gagal hati pada anak-anak," kata Dr. Aaron Milstone, spesialis penyakit menular pediatrik di Johns Hopkins Children's Center.

***

Pada tahun 2022, kasus hepatitis akut misterius pada anak-anak satu persatu mulai dilaporkan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) oleh beberapa negara. Rentetan peristiwa di bawah ini menjadi gambaran kecepatan perkembangan penyakit hepatitis misterius tersebut.

Pada Oktober 2021, sekelompok kasus hepatitis akut parah yang tidak diketahui asalnya diidentifikasi di rumah sakit anak-anak di negara bagian Alabama, Amerika Serikat.

Dari Oktober 2021 hingga Februari 2022, sembilan anak, semuanya di rumah sakit Children's of Alabama, diidentifikasi menderita hepatitis akut misterius. Semuanya sebelumnya sehat. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS atau CDC resmi diberitahu pada bulan November.

Pada tanggal 31 Maret 2022, Public Health Scotland (PHS) memberitahu tentang lima anak berusia tiga sampai lima tahun yang didiagnosis dengan hepatitis akut misterius yang tidak diketahui asalnya di Royal Hospital for Children.

Hepatitis akut misterius pada anak© BBC

Pada tanggal 5 April, National Health Regulations (IHR) National Focal Point (NFP) untuk Inggris memberi tahu WHO tentang 10 kasus hepatitis akut misterius pada anak-anak di seluruh Skotlandia, yang gejalanya dimulai pada Januari. Semua anak ini sebelumnya dilaporkan sehat.

Pada 8 April 2022, kasus yang diidentifikasi di Inggris berjumlah 74 kasus, dengan enam anak membutuhkan transplantasi hati. Pada 21 April, sudah ada 114 kasus di Inggris.

Pada 23 April 2022, 11 negara Eropa dan AS telah melaporkan setidaknya 169 kasus hepatitis akut misterius pada anak-anak di bawah usia 16 tahun, dengan sebagian besar kasus terjadi di Inggris. Virus penyebab hepatitis yang umum, A, B, C, D dan E, telah dikeluarkan sebagai penyebab dari 169 kasus itu.

Sebagian besar tidak mengalami demam, dan banyak yang mengalami diare, muntah, dan sakit perut, sebelum ditemukan peningkatan kadar enzim hati dalam darah dan penyakit kuning.

Menurut WHO, " Belum jelas apakah ada peningkatan kasus hepatitis, atau peningkatan kesadaran kasus hepatitis yang terjadi pada tingkat yang diharapkan tetapi tidak terdeteksi."  

WHO mengkonfirmasi satu kematian anak, 17 transplantasi hati akibat hepatitis akut misterius. Dari seluruh kasus, setidaknya 74 dites positif adenovirus, 20 dites positif SARS-CoV-2, dan 19 di antaranya terdeteksi dengan koinfeksi SARS-CoV-2 dan adenovirus. Sebagian besar anak-anak yang terkena hepatitis akut itu belum menerima vaksin COVID-19.

Laporan WHO pada 23 April mengkonfirmasi bahwa 114 kasus telah dilaporkan di Inggris dan Irlandia Utara, 13 di Spanyol, 12 di Israel, sembilan di AS, enam di Denmark, kurang dari lima di Irlandia, empat di Belanda, empat di Italia, dua di Norwegia, dua di Prancis, satu di Rumania, dan satu di Belgia. WHO pun telah memulai penyelidikan wabah tersebut.

Pada 25 April, sebagian besar kasus di Inggris dikonfirmasi sebagai kasus di bawah usia lima tahun dan 10 orang membutuhkan transplantasi hati. Tidak ada kematian di Inggris.

Pada tanggal 25 April, Meera Chand, direktur klinis dan infeksi baru di UK Health Security Agency menyatakan bahwa " Informasi yang dikumpulkan melalui penyelidikan kami semakin menunjukkan bahwa peningkatan hepatitis mendadak pada anak-anak ini terkait dengan infeksi adenovirus" .

BBC News melaporkan beberapa ilmuwan merasa bahwa peningkatan kasus dapat disebabkan oleh perubahan susunan genetik adenovirus, yang dapat menyebabkan hepatitis, sehingga lebih mudah menyebabkan peradangan hati.

Pada 26 April 2022, Badan Kesehatan Masyarakat Kanada (PHAC) mengumumkan sedang menyelidiki laporan penyakit yang menyerang anak-anak di negara tersebut.

The Guardian juga melaporkan bahwa kasus baru telah dilaporkan dari negara-negara di Asia, khususnya di Jepang, saat seorang anak disebut menderita penyakit tersebut pada 21 April.

Pada 30 April 2022, Kementerian Kesehatan Singapura melaporkan bahwa bayi berusia 10 bulan dengan hepatitis akut yang tidak diketahui penyebabnya telah dirawat di rumah sakit pada 25 April.

Pada 1 Mei 2022, WHO telah menerima laporan setidaknya 228 kasus dari 20 negara, dengan lebih dari 50 kasus dalam penyelidikan.

Pada 2 Mei 2022, Kementerian Kesehatan Indonesia melaporkan bahwa 3 anak meninggal karena hepatitis akut selama April 2022.

Pada 6 Mei 2022, Malaysia melaporkan kasus hepatitis akut misterius pada seorang anak laki-laki berusia 4 tahun pada Maret 2022 dan kemudian menjalani transplantasi hati setelah kondisinya memburuk. Dia dites negatif dalam penyelidikan ekstensif untuk penyebab hepatitis lainnya, tetapi memiliki infeksi COVID-19 baru-baru ini.

Juga pada 6 Mei, CDC AS mengatakan bahwa mereka sedang menyelidiki 109 anak-anak di Amerika dengan hepatitis akut misterius, termasuk lima kematian yang tercatat. Lebih dari 90% anak-anak itu dirawat di rumah sakit dan 14% menerima transplantasi hati karena mengalami gagal hati. Sebagian besar anak-anak telah pulih.

***

Sindrom klinis di antara kasus yang teridentifikasi adalah hepatitis akut (peradangan hati) dengan peningkatan enzim hati yang nyata.

Banyak kasus melaporkan gejala gastrointestinal termasuk sakit perut, diare dan muntah sebelum gejala hepatitis akut parah, dan peningkatan kadar enzim hati aspartate transaminase (AST/SGOT) atau alanine aminotransaminase (ALT/SGPT) lebih besar dari 500 IU/L dan penyakit kuning.

Sebagian besar kasus tidak mengalami demam. Virus umum yang menyebabkan hepatitis virus akut, yakni virus hepatitis A, B, C, D dan E, belum terdeteksi dalam kasus-kasus ini.

Menurut WHO, langkah-langkah pencegahan umum yang bisa dilakukan untuk adenovirus dan infeksi umum lainnya, antara lain dengan rajin mencuci tangan dan menggunakan masker secara teratur untuk menjaga kebersihan jalan pernapasan.

Walau sudah merebak dan meningkatan kewaspadaan secara global, banyak ahli melihat hepatitis akut misterius belum tentu menjadi pandemi, meski kategori Kejadian Luar Biasa (KLB) sudah dikeluarkan WHO. Misalnya KLB Ebola di Kongo. Penyakit Ebola tidak lalu berubah menjadi pandemi.

Meski demikian, perkembangan penyakit ini secara global ini tak boleh membuat setiap orang tua untuk lengah. Mendisplinkan anak mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir dan selalu memakai masker di luar ruangan, barangkali bisa mencegah kematian anak secara sia-sia dari hepatitis akut misterius yang sampai sekarang belum ditemukan penyebabnya. (eha)  



Beri Komentar