Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Tsukamoto Akhirnya Berani Bersihkan Kamar Putrinya Usai 19 Tahun Dibiarkan. (Foto: Asahi Shimbun)
Dream - Dengan lebih banyak waktu dihabiskan di rumah selama pandemi Covid-19, Yuki Tsukamoto semakin intensif mengerjakan tugas bersih-bersih rumahnya.
Namun, dia hanya berdiri setiap kali berada di depan sebuah kamar di lantai dua rumah tersebut.
Selama bertahun-tahun, wanita 53 tahun yang tinggal di Takarazuka, Prefektur Hyogo, ini terlalu takut untuk masuk dan membersihkan kamar tersebut.
Kamar itu berisi barang-barang milik Kana, putri sulungnya yang menjadi salah satu dari 8 korban pembunuhan pada 19 tahun yang lalu di Sekolah Dasar Ikeda di Ikeda, Prefektur Osaka.
Namun di tahun pandemi Covid-19 ini, segalanya terasa berbeda bagi Tsukamoto. Perlahan-lahan, dia mulai berani melakukan hal yang selama ini tak mampu dia lakukan.
Tsukamoto mulai membersihkan kamar dan barang-barang milik Kana yang meninggal pada tahun 2001 silam.
Namun ketika melihat buku-buku, pakaian, foto, dan mainan yang mulai usang di ruangan itu, kenangan tentang Kana membuat Tsukamoto tenggelam dalam kesedihan.
Pada tanggal 8 Juni tahun itu, seorang pria memasuki sekolah dengan pisau. Dia menebas dan menikam siapa saja yang ada di hadapannya.
Tujuh anak perempuan kelas dua dan satu anak laki-laki kelas satu terbunuh. Selain itu, 15 siswa dan guru terluka.
Kana saat itu masih berusia 7 tahun ketika dia meninggal. Pelaku dihukum mati pada tahun 2004.
Sejak pembunuhan massal itu, Tsukamoto bekerja sebagai pengasuh di pusat penitipan anak.
Tetapi sejak pandemi Covid-19, pusat penitipan anak tempat Tsukamoto bekerja sepi. Jadi dia mulai menghabiskan lebih banyak waktu di rumahnya.
Tsukamoto mengatakan bahwa di benaknya, dia sudah lama berpikir untuk membersihkan kamar Kana. Tetapi dia selalu mengurungkan niatnya karena tak bisa melupakan rasa kehilangan putrinya itu.
Namun pandemi virus corona telah membuka pikirannya dengan sebuah pertanyaan, 'Jika saya meninggal karena Covid-19, siapa yang akan mengurus barang-barang Kana?'
Tsukamoto jelas-jelas tidak ingin barang-barang putrinya itu disentuh orang lain. Karena itu dia sendiri yang harus membersihkan kamar dan mengurus barang-barang milik Kana.
Untuk mengurangi kesedihannya, Tsukamoto membuang sebagian barang-barang milik Kana. Dia hanya menyisakan piyama yang dipakai Kana di pagi hari sebelum terbunuh.
Selain piyama, meja belajar dan kursi milik Kana tetap dipertahankan oleh Tsukamoto. Meja belajar dan kursi milik Kana itu sekarang dipakai anak laki-laki tertua Tsukamoto.
Tsukamoto mengatakan dia masih perlu waktu untuk memikirkan apakah akan membuang barang-barang lainnya.
" Ini adalah proses langkah demi langkah. Saya akan mencoba lagi ketika memiliki keberanian untuk membuat keputusan," pungkas Tsukamoto.
Sumber: Asahi Shimbun
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya