Wanita Pembawa Anjing ke Masjid Gangguan Jiwa, Divonis Bebas

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 6 Februari 2020 14:01
Wanita Pembawa Anjing ke Masjid Gangguan Jiwa, Divonis Bebas
Wanita tersebut dilepaskan dari tuntutan hukum.

Dream - Majelis Hakim Kelas I A Cibinong memberi vonis bebas kepada SM, wanita yang menjadi terdakwa kasus penodaan agama karena membawa anjing masuk ke area suci masjid di Sentul.

Hakim menganggap SM mengalami gangguan jiwa berat, schizophrenia paranoid, sehingga bebas dari jerat hukum.

" Terdakwa mengidap gangguan jiwa berat sehingga hal itu bertentangan dengan hukum dan tidak dapat ditimbang dengan hukum," kata Hakim Ketua, Indra Meinantha, dilaporkan Liputan6.com, Kamis, 6 Februari 2020.

Indra mengatakan, sesuai pasal 165 A KUHP, pasal 44 KUHP, dan pasal-pasal lain dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1991, terdakwa tidak dapat diminta pertanggungjawabannya.

" Menimbang dengan hal itu (gangguan jiwa), maka terdakwa tidak dapat dihukum dan terdakwa dilepas dari tuntutan hukum," kata dia.

Majelis Hakim PN Cibinong membacakan 4 petikan putusan, pertama terdakwa terbukti bersalah dalam tindak pidana penodaan agama, kedua terdakwa mengalami schizophrenia paranoid, ketiga melepaskan terdakwa dari tuntutan hukum dan terakhir mengembalikan barang bukti kepada terdakwa.

" Berupa baju berwarna putih, celana panjang jins hitam, satu pasang sepatu yang dikembalikan kepada terdakwa," kata Indra.


Sumber: Liputan6.com

1 dari 5 halaman

Ibu Pembawa Anjing ke Masjid Jadi Tersangka Penistaan Agama

Dream - Penyidik Polres Bogor, Jawa Barat menetapkan SM, ibu pembawa anjing masuk ke Masjid Al Munawaroh, Sentul City, Jawa Barat, sebagai tersangka.  

Video SM menjadi viral di sosial media karena masuk ke dalam masjid. Tak cuma itu, dia juga terlihat masih mengenakan alas kaki dan melepas anjing di dalam masjid.  

" Iya benar sudah tersangka," ujar Kepala Sub Bagian Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspita Lena saat dihubungi Dream, Selasa 2 Juli 2019.  

Dengan penetapan tersangka ini, Polres Bogor sudah mengeluarkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP). SM dijerat pasal 156 a terkait penodaan/penistaan agama.    

" Untuk SPDP dikirimkan penyidik hari ini," ucap dia.  

Ita menjelaskan, penyidik menetapkan SM sebagai tersangka berdasarkan beberapa alat bukti seperti rekaman video dan keterangan sejumlah saksi.   

" Setelah 1x24 jam penyidik Sat Reskrim Polres Bogor melakukan gelar perkara, penyidik meningkatkan status SM sebagai tersangka," kata dia. (ism) 

2 dari 5 halaman

Kenapa SM Ditahan?

Ita melanjutkan, untuk pemeriksaan lebih lanjut, polisi saat ini telah menahan SM. Mengapa SM ditahan?

" Dikarenakan adanya keterangan dari keluarga tersangka, yang bersangkutan memiliki riwayat gangguan kejiwaan dari 2 (dua) rumah sakit," tambahnya.

Oleh karena itu, lanjut Ita, terhadap tersangka dilakukan pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kebenaran gangguan kejiwaan.

" Pelaksanaan pemeriksaan dilaksanakan ahli kejiwaan di RS Polri dengan penjagaan anggota Polri dan untuk penanganan kasus berlanjut terus sampai pengadilan," tambahnya. 

3 dari 5 halaman

Ibu Pembawa Anjing ke Masjid di Sentul Pernah Dirawat di RSJ

Dream - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, SM, wanita yang membawa anjing masuk ke dalam Masjid Al Munawaroh, Sentul City, Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat, pernah dirawat di ruang sakit jiwa (RSJ).

" Yang bersangkutan juga memiliki riwayat pernah dirawat di rumah sakit jiwa, tahun berapa nanti disampaikan," ujar Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Senin, 1 Juli 2019.

Meski demikian, dia belum bisa menjelaskan secara rinci seberapa parah penyakitkejiwaan yang diderita SM.

" Yang bersangkutan mengalami depresi, jenisnya apa kan ada jenisnya. Nanti disampaikan," ucap dia.

Dedi menjelaskan, kondisi kejiwaan SM saat ini sedang diobservasi dokter di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

DMI Minta Kasus Wanita Bawa Anjing ke Masjid Ditangani Transparan© MEN

" Memang sudah ada riwayat, tapi dirawat dulu gimana sembuh apa nggak, nanti akan disampaikan ahlinya," kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, SM membuat heboh jemaah Masjid Al Munawaroh dengan masuk menggunakan alas kaki dan membawa anjing, pada Minggu, 30 Juni 2019.

Aksi SM kemudian viral di media sosial. Dalam video yang beredar, wanita berusia 52 itu terlihat marah-marah kepada jemaah karena tidak diterima mendapat teguran.

4 dari 5 halaman

Kronologi Wanita Bawa Anjing Masuk ke Masjid di Sentul

Dream - Pemicu wanita paruh baya, masuk ke area dalam Masjid Al Munawaroh Sentul City, Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat dengan menggendong anjing dan memakai alas kaki akhirnya terungkap. Wanita berinisial SM itu diketahui mengidap masalah kejiwaan.

Kapolres Bogor, AKBP AM Dicky, menceritakan kejadian itu berlangsung pada Minggu, 30 Juni 2019. Menurut dia, SM tiba di Masjid Al Munawarah sekitar pukul 14.00 WIB.

" Memasuki Masjid Al Munawaroh dengan membawa anjing dengan tujuan mencari suaminya," ujar Dicky dalam keterangan tertulisnya, Senin 1 Juli 2019.

Melihat ada orang masuk membawa anjing, jemaah masjid segera menegur SM. Wanita itu lalu diminta keluar.

Bukannya menurut, SM malah balik marah-marah. Dia juga terlibat adu mulutdengan beberapa jemaah masjid.

Selang beberapa waktu, aparat kepolisian datang dan langsung mengamankan SM. Selain itu, polisi turut meminta keterangan empat orang pengurus DKM Masjid Al Munawaroh dan beberapa jemaah.

Saat ini, SM tengah berada di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Dia sedang menjalani pemeriksaan kejiwaan.

5 dari 5 halaman

Polisi: Ibu Pembawa Anjing Masuk Masjid Jiwanya Kurang Stabil

Dream - Wanita berinisial SM membuat heboh linimasa sejak Minggu 30 Juni 2019 kemarin. Wanita yang berteriak-teriak dan membawa anjing masuk ke dalam MasjidAl Munawaroh, Sentul City, Bogor itu saat ini masih menjalani pemeriksaan.

DMI Minta Kasus Wanita Bawa Anjing ke Masjid Ditangani Transparan© MEN

SM yang diduga depresi itu saat ini sedang menjalani pemeriksaan kejiwaan di RS Bhayangkara Polri, Kramatjati, Jakarta Timur.

" Sekarang sedang diperiksa di Rumah Sakit Bhayangkara untuk diperiksa kesehatan jiwa," ujar Kasubag Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspita Lena, saat dihubungi Dream, Senin 1 Juli 2019.

Ita mengatakan SM memberikan keterangan tidak konsisten ketika diperiksa penyidik. Jawabannya selalu berubah-ubah.

" Ibunya saat diperiksa jiwanya kurang stabil. Karena dari omongan pertama, kedua, ketiga (berubah-ubah)," ucap dia.

Beri Komentar