Update Wabah Corona: 28.264 Orang Terinfeksi, 565 Meninggal

Reporter : Maulana Kautsar
Kamis, 6 Februari 2020 12:01
Update Wabah Corona: 28.264 Orang Terinfeksi, 565 Meninggal
Lima negara di Asia Tenggara sudah terkena sebaran virus Corona Wuhan.

Dream - Sebaran virus Corona Wuhan (2019-nCoV) telah menyebar ke 28 negara di dunia. Dilaporkan John Hopkins University-Center For Systems Science of Engineering (JHU-CSSE) sebanyak 28.264 orang positif virus Corona Wuhan.

Mayoritas pengidap virus Corona Wuhan berada di China, dengan 28.007 orang. Lima negara lain di bawah China yaitu, Jepang, dengan 45 orang yang positif virus Corona Wuhan, Singapura dengan 28 orang, Thailand dengan 25 orang, dan Korea Selatan dengan 23 orang, serta Hong Kong, dengan 21 orang.

Dari data Kamis, 6 Februari 2020 pada pukul 10.43 WIB, sebanyak 565 orang yang positif terjangkit virus Corona Wuhan dinyatakan meninggal dunia. Kematian terbesar masih berada di wilayah asal virus, Provinsi Hubei, China.

Sebaran virus Corona Wuhan Kamis (06/02)© Istimewa

Sebaran virus Corona Wuhan Kamis (06/02)

Di provinsi yang menaungi kota Wuhan, sebanyak 565 orang dinyatakan meninggal dunia.

 

1 dari 9 halaman

Pemerintah Indonesia

Meski korban terus bertambah, upaya medis terus dilakukan untuk menyembuhkan para penderita. Sebanyak 1.178 orang dinyatakan sembuh dari virus Corona Wuhan.

Saat ini, seorang Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi salah satu pasien positif virus Corona Wuhan di Singapura. Pekerja migran itu tertular virus Wuhan karena interaksi dengan majikannya.

Presiden Joko Widodo angkat bicara mengenai WNI yang terjangkit virus Corona Wuhan di Singapura. Dia menyebut WNI tersebut akan ditangani otoritas Singapura.

" Yang di sana biar dirampungkan oleh Singapura terlebih dulu," kata Jokowi, Rabu, 6 Februari 2020.

Sementara itu, pemerintah Indonesia terus melakukan langkah preventif untuk menghalau virus Corona Wuhan. Salah satunya, observasi terhadap 238 WNI dari Wuhan, di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.

2 dari 9 halaman

Update Virus Corona: Di Luar China, 2 Negara ASEAN Paling Banyak Terjangkit

Dream - Jumlah warga di dunia yang terpapar virus corona Wuhan (2019-nCOV) masih terus bertambah. Hingga data pukul 12.17 WIB, sebanyak 493 orang dinyatakan meninggal dunia karena virus corona yang bermutasi tersebut.

Kematian akibat virus corona paling banyak dilaporkan terjadi di Provinsi Hubei, China dengan 479 kasus.

Berdasarkan data termutakhir yang dibuat Johns Hopkis University-The Center for System Sains and Engineering (JHU-CSSE) menyebut virus Corona Wuhan telah menginfeksi 24.541 orang di seluruh dunia.

Kasus sebaran virus Corona (Foto: JHU-CSSE)© JHU-CSSE

Kasus sebaran virus Corona (Foto: JHU-CSSE)

Jumlah terbesar warga yang terjangkit virus Corona Wuhan, berada di China dengan 24.303 orang. Sementara itu, 2 negara di bawah China yang melaporkan warganya terpapar virus corona berada di Asia Tenggara. Kedua negara tersebut adalah Thailand yang berjumlah 25 orang dan Singapura 24 orang.

Disusul Jepang yang melaporkan 22 kasus warganya terkonfirmasi terpapar virus corona, Hong Kong 18 kasus, serta Korea Selatan dengan 16 kasus.

Meski disebut sebagai virus berbahaya, 2019-nCoV bisa menghilang dari tubuh manusia. Berdasarkan data sebanyak 906 orang disebut pulih dari paparan virus yang dikabarkan menular pertama kali dari kelelawar.

3 dari 9 halaman

Gunakan dari AS

Di Tanah Air, kasus virus Corona masih dinyatakan negatif. Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto, meyakinkan masyarakat bahwa pemeriksaan yang dilakukan laboratorium milik pemerintah sudah terakreditasi.

Alat pemeriksaan virus Corona Wuhan bagi WNI dari Wuhan menggunakan alat dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Atalanta, Amerika Serikat.

“ Karena itu tidak diragukan lagi apa yang kita hasilkan. Makanya WHO kan juga sangat mengapresiasi Indonesia di dalam pemeriksaannya dan sebagainya dan terbukti kita sudah terakreditasi untuk itu,” ujar dia.

Menurut Terawan, barang-barang yang diimpor dari China tetap aman. Keamanan dikecualikan terhadap orang, binatang, dan virusnya.

Aturannya, menurut dia, sudah ada karena terbukti yang membawa hewan kesayangan seperti kucing sudah dilarang semuanya.

4 dari 9 halaman

Beri Peringatan Virus Corona, Dokter Dituduh Sebar Hoax

Dream - Pada 30 Desember 2019, Li Wenliang membuat heboh grup alumni kampus kedokterannya di aplikasi perpesanan WeChat yang populer di China.

Dia menulis tujuh pasien dari pasar seafood lokal telah didiagnosis dengan penyakit mirip SARS dan dikarantina di rumah sakit tempatnya bekerja.

Li menjelaskan bahwa, menurut sebuah tes yang telah dilihatnya, penyakit itu disebabkan virus corona - virus yang masih satu keluarga dari sindrom pernafasan akut parah (SARS).

Kenangan buruk tentang SARS mungkin masih menghantui warga China sejak wabah itu membunuh ratusan orang pada 2013. Pada awalnya kasus wabah SARS ditutup-tutupi oleh pemerintah China.

Demikian juga dengan kasus virus corona baru yang juga disebut virus 2019-nCoV, yang sekarang dinyatakan sebagai darurat kesehatan global oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

5 dari 9 halaman

Pesan Virus Corona yang Viral

Kepada teman-temannya, Li hanya menulis pesan pendek tentang virus corona baru yang dilihatnya, " Aku hanya mengingatkan rekan-rekan di kampus untuk berhati-hati."

Dokter berusia 34 tahun yang bekerja di Kota Wuhan itu mengirim pesan tentang jenis virus corona baru secara pribadi.

Tapi hanya dalam beberapa jam, tangkapan layar dari pesan yang tanpa mengaburkan nama akunnya itu menjadi viral.

" Ketika saya melihat pesan itu viral, saya sadar bahwa itu di luar kendali saya dan saya mungkin akan dihukum," kata Li.

Dugaan Li ternyata benar. Segera setelah tangkapan layar pesannya viral, Li dituduh menyebarkan hoaks oleh polisi Wuhan.

Dia adalah salah satu dari beberapa dokter yang menjadi target polisi. Mereka ditangkap karena berusaha mengungkap virus mematikan di minggu-minggu awal wabah menyebar.

6 dari 9 halaman

Pemerintah Beri Peringatan dan Ancaman

Sementara itu, pada hari yang sama saat Li mengirim pesan kepada teman-temannya, sebuah pemberitahuan darurat dikeluarkan oleh Komisi Kesehatan Kota Wuhan.

Pemberitahuan itu mengatakan bahwa pasien dari pasar seafood Huanan mengalami 'pneumonia yang tidak diketahui penyebabnya'.

Dalam pemberitahuan itu juga disebutkan larangan dan ancaman bagi mereka yang menyebarkan informasi tentang virus corona baru tanpa izin.

7 dari 9 halaman

Dituduh Menyebarkan Hoaks

Pada dini hari tanggal 31 Desember 2019, otoritas kesehatan Wuhan mengadakan pertemuan darurat untuk membahas wabah tersebut.

Setelah itu, Li dipanggil oleh pejabat di rumah sakitnya untuk menjelaskan bagaimana dia tahu tentang virus tersebut.

Kemudian pada hari itu, pihak berwenang Wuhan mengumumkan terjadinya wabah virus corona dan memperingatkan WHO. Tapi masalah Li tidak berakhir di sana.

Pada 3 Januari 2020, Li dipanggil ke kantor polisi setempat. Dia dituduh 'menyebarkan hoaks' dan 'mengganggu ketertiban sosial' terkait pesan yang ia kirimkan di grup WeChat.

Li kemudian harus menandatangani pernyataan, dia telah melakukan kesalahan dan berjanji tidak akan berbuat sesuatu yang melanggar hukum lagi.

Untungnya, Li diizinkan meninggalkan kantor polisi setelah satu jam diperiksa secara intensif terkait pengungkapan virus corona baru.

8 dari 9 halaman

Terjangkit Virus Corona

Li pun kembali bekerja di Rumah Sakit Pusat Wuhan dengan perasaan kecewa. Tidak ada yang bisa diperbuatnya. Semuanya harus menurut aturan yang berlaku.

Pada 10 Januari, setelah tanpa sadar merawat pasien dengan virus corona baru, Li mulai batuk dan demam pada hari berikutnya.

Dia dirawat di rumah sakit pada 12 Januari. Hari-hari selanjutnya, kondisi Li tambah memburuk sehingga dia dirawat di unit perawatan intensif.

Untuk bernapas Li sampai harus dibantu dengan oksigen. Pada 1 Februari, ia dinyatakan positif mengidap virus corona baru.

9 dari 9 halaman

Dapat Pujian dan Dukungan dari Masyarakat

Li sangat menyayangkan sikap pemerintah China yang mengatakan sebelumnya bahwa virus corona baru tidak bisa menyebar dari manusia ke manusia lainnya.

" Saya masih heran mengapa pemberitahuan resmi (pemerintah) masih mengatakan tidak ada penularan dari manusia ke manusia, dan tidak ada petugas kesehatan yang terinfeksi."

Kini, kondisi Li mulai membaik selama berada di ruang karantina. Di Weibo, ribuan orang yang mengucapkan terima kasih kepada Li yang berani mengungkap soal virus mematikan ini.

" Dr Li, Anda seorang dokter yang penuh perasaan. Saya harap Anda sehat dan baik-baik saja," tulis seorang netizen.

Sementara netizen yang lain mengatakan seandainya peringatan Li tentang virus mirip SARS diperhatikan pemerintah Kota Wuhan.

" Seandainya Wuhan memperhatikan (peringatannya) saat itu, dan segera mengambil tindakan pencegahan," tulis yang lain.

Sumber: CNN.com

Beri Komentar