Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Garis Polisi (Shutterstock.com)
Dream - Muhammad Arif, 61 tahun, meninggal dunia usai menjalani perawatan selama tiga hari di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Mohammad Hoesin Palembang. Imam sekaligus Ketua Pengurus Masjid Nurul Iman, Kelurahan Tanjung Rancing, Kayuagung, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan itu dirawat akibat dibacok rekannya sesama pengurus masjid, Meyudin.
Wakil Ketua Masjid Nurul Iman, Abu Nawas, mengatakan Arif meninggal pada Senin pagi, 14 September 2020. Arif sempat dilarikan ke RSUD Kayuagung usai kejadian sebelum dirujuk ke RSUP Mohammad Hoesin karena luka yang cukup parah.
" Beliau meninggal Subuh tadi sekitar pukul 04.30 WIB di RSMH Palembang," ujar Abu Nawas, dikutip dari Liputan6.com.
Kesehatan Arif terus menurun setelah tim medis menjalankan operasi pada luka bacokan di bagian leher belakang atau sekitar telinga dan kepala. Arif menderita dua luka bacok di titik tersebut.
" Almarhum alami dua luka dan sudah dioperasi," kata Abu Nawas.
Jenazah Arif dimakamkan di kampung kelahirannya di Desa Tanjug Lubuk, Kecamatan Tanjung Lubuk, OKI, Sumatera Selatan.
" Semua masyarakat sangat kehilangan akan kepergian beliau, karena sosoknya sangat baik dan disegani semua orang," kata dia.
Meyudin tega membacok Arif yang saat kejadian sedang mengimami Sholat Maghrib pada Jumat pekan lalu. Meyudin mengenakan pakaian sholat datang membawa parang dan langsung mengayungkannya ke tubuh Arif dua kali.
Arif pun terkapar di lantai dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Pelaku langsung diamanan di lokasi kejadian.
Dari hasil pemeriksaan polisi, Meyudin mengaku memiliki dendam kepada Arif lantaran melarangnya mengurus kotak amal masjid. Padahal selama lima tahun, Meyudin selalu mendapat tugas mengurus kotak amal tersebut.
Arif menarik kunci kotak amal usai Sholat Jumat sebelum kejadian. Tetapi, tidak diketahui alasan Arif tidak lagi mempercayakan kotak amal masjid kepada Meyudin.
Polisi menjerat Meyudin dengan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan Berat dengan ancaman lima tahun penjara. Dari lokasi kejadian, polisi menyita parang sepanjang 50 centimeter sebagai barang bukti.
(Sumber: Liputan6.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya