JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
India Dilanda Gelombang Panas (Shutterstock)
Dream - Merasakan udara yang semakin terik dalam sepekan terakhir? Kamu tidak sendirian Sahabat Dream. Gelombang panas tengah menerjang beberapa kota di dunia dengan suhu sangat ekstrem.
Otoritas di India bahkan mencatat suhu udara yang menerjang wilayah India bagian utara pada pekan ini hmpir mencapai titik air setengah matang. Suhu udara di sebagian ibu kota New Delhi dilaporkan mencapai rekor tertinggi, yakni 49,2 derajat celsius.
Untuk diketahui, para ahli menyatakan air dinyatakan matang jika mencapai suhu 100 derajat celcius. Artinya suhu yang melanda ibu kota India itu mencapai titik hampir setengah matang.
Mengutip laporan BBC, suhu panas yang melanda India ini merupakan gelombang panas kelima yang melanda negaranya sejak Maret lalu. Suhu maksimum rata-rata untuk bulan itu bahkan dilaporkan tertinggi dalam 122 tahun.
Otoritas setempat mengimbau warga untuk mengambil langkah pencegahan karena suhu udara diprediksi akan tetap tinggi.
Mereka memperingatkan bahwa gelombang panas bisa memicu gangguan kesehatan bagi yang rentan, termasuk bayi, warga lanjut usia (lansia) dan orang-orang dengan penyakit kronis.
Negara bagian Himachal Pradesh, Haryana, Uttarakhand, Punjab, dan Bihar secara khusus menyaksikan kenaikan suhu dalam beberapa hari terakhir.
Gelombang panas yang parah telah memakan korban jutaan nyawa dan mengganggu mata pencaharian warga di India bagian utara pada musim panas ini.
Dr Chandni Singh, peneliti senior di Indian Institute for Human Settlements dan penulis utama di Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) mengatakan, pemerintah juga harus fokus pada bagaimana cuaca ekstrem mempengaruhi kualitas hidup masyarakat.
Dia juga menekankan untuk memperhatikan area yang jauh dari sorotan." Banyak anak-anak di daerah pedesaan bersekolah di gudang dengan atap seng, yang tidak akan tertahankan di cuaca panas," katanya.
Sejak 2015, baik pemerintah federal dan negara bagian telah mengeluarkan sejumlah langkah untuk mengurangi dampak gelombang panas, seperti melarang bekerja di luar selama jam-jam terpanas dan mengeluarkan nasihat tepat waktu.
Menurutnya, ini hanya bisa sepenuhnya efektif jika disertai dengan perubahan gambaran besar seperti perombakan undang-undang perburuhan dan penghijauan kota.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
