Layanan Fast Track dan Visa Berbayar Haji, RI Lobi Saudi

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 26 November 2019 15:02
Layanan Fast Track dan Visa Berbayar Haji, RI Lobi Saudi
Tiga layanan menjadi konsentrasi Kementerian Agama.

Dream - Menteri Agama, Fachrul Razi akan menegosiasikan layanan fast track dan visa berbayar haji dengan Menteri Haji Arab Saudi, 2 Desember 2019.

" Ada beberapa hal yang akan kita bicarakan, utamanya terkait dengan perbaikan layanan haji," kata Fachrul, diakses dari laman resmi Kemenag, Selasa, 26 November 2019.

Fahcrul mengatakan, usulan penerapan fast track bagi jemaah haji Indonesia menjadi penting dibicarakan. Layanan ini akan memangkas waktu jemaah agar tidak perlu melakukan proses imigrasi setibanya di Bandara Jeddah dan Madinah.

" Saat ini, fast track baru dapat dinimkati oleh jemaah haji dari Provinsi DKI Jakarta, Banten, Lampung dan Jawa Barat. Ke depan kami berharap akan ditambah lagi jemaah haji yang dapat memperoleh fasilitas fast track," kata dia.

Sementara itu mengenai visa berbayar, Fachrul akan meminta penundaan pemberlakuan. Seperti diketahui, Arab Saudi rencananya menetapkan biaya visa sebesar 300 riyal, Rp1,12 juta, bagi setiap jemaah yang akan berhaji.

" Jumlah jemaah haji kita kan terbesar, jadi ini nanti akan kita bicarakan. Apakah memungkinkan untuk ada penundaan penerapan aturan tersebut atau bagaimana nanti," ucap dia.

Selain dua hal tersebut, Fachrul juga mendorong Arab Saudi memperbaiki layanan di Mina. Sebab, seperti diketahui, layanan ini paling banyak dikeluhkan jemaah haji dari tahun ke tahun.

1 dari 6 halaman

Kemenag Belum Bahas Persiapan Haji 2020

Dream - Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama, Nizar Ali, mengatakan, belum ada pembahasan mengenai persiapan haji 2020. Sejauh ini, Kemenag masih melakukan evaluasi pelaksanaan haji 2019.

" Persiapan tahun depan belum karena kan penandatanganan MoU (Master of Understanding/nota kesepahaman) belum dilakukan, jadi belum bisa (disampaikan). Persiapan, ya seperti biasanya masih evaluasi-evaluasi pelaksanaan haji 2019," ujar Nizar di gedung DPR, Jakarta Kamis 7 November 2019.

Menurut Nizar, meski Indeks Kepuasan Jemaah Haji 2019 mencapai tingkat sangat puas, ada beberapa bagian yang harus diperbaiki. Salah satunya mengenai keramahan sopir bus yang biasa melayani jemaah Indonesia.

" Kriteria sopir antarkota, provinsi tidak ramah dan itu kita upayakan memilih sopir yang memiliki tingkat keramahan dengan jemaah," ucap dia.

2 dari 6 halaman

Selera Tak Sama

Selain itu, Kemenag juga meminta bus yang digunakan untuk mengantarkan jemaah haji Indonesia berusia tidak lebih dari lima tahun. 

" Dari sisi produksi bus yang digunakan antar kota itu kita grade jadi yang lima tahun terakhir. Bus Shalawat juga," kata dia.

Evaluasi haji lainnya yaitu mengenai menu makanan. Banyak jemaah mengeluh bosan dengan menu yang disediakan.

" Komplain bosan. Kalau selera kan nggak bisa disamakan," ujar dia.

Selain itu, Kemenag berencana menambah petugas haji terutama di daerah Arafah, Mina, dan Muzdalifah (Armuzna). " Hanya itu saja usul dari jemaah," kata dia.

3 dari 6 halaman

5-5-3 Jadi Kunci Meningkatnya Kepuasan Haji, Apa Itu?

Dream - Indeks kepuasaan jemaah haji terhadap pelayanan yang diberikan petugas haji 2019 meningkat sebanyak 0,68 persen atau memperoleh 85,91 dibanding tahun lalu.

Formula meningkatkan Indeks kepuasan haji itu dituangkan dalam sebuah buku berjudul Formula 5-5-3 Manajemen Haji. Karya itu ditulis akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Helmi Hidayat.

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin menyatakan, formula 5-5-3 berisi poin-poin penting yang harus dilaksanakan petugas haji ketika proses haji memasuki wukuf.

" Itulah saya pilihan karena haji ada tiga tahapan, yaitu pra wukuf, wukuf, dan pasacawukuf," ujar Lukman di Jakarta, akhir pekan lalu. 

Lukman mengatakan, angka 5-5-3 merupakan poin-poin yang ada pada pra wukuf, wukuf dan pasca wukuf.

" Maka pra wukuf ini ada lima, pertama setiap petugas harus sadar apa implikasinya dari bus sholawat tidak beroperasi," kata dia.

Pada H-5 pelaksanaan wukuf, bus sholawat sudah beroperasi karena jumlah jemaah yang berada di area wukuf meningkat. Sehingga kendaraan tidak bisa melintas.

4 dari 6 halaman

Wukuf

Poin kedua yakni dampak berhentinya katering untuk jemaah. " Lagi-lagi karena ada kepadatan," ucap dia.

Petugas juga harus senantiasa memeriksa kondisi kesehatan jemaah. " Karena puncak haji adalah wukuf. Maka saya minta setiap petugas perhatikan kesehatan jemaah," ujar dia.

Poin berikutnya yakni sosialisasikan kepada jemaah haji ketika sudah berada di Azmuna dan yang terakhir dari lima poin pra wukuf yakni manasik haji. Lima poin berikutnya pada wukuf atau menjelang wukuf, petugas harus melakukan sweeping di hotel untuk memastikan tidak ada jemaah yang tertinggal.

" Karena kita punya 117 hotel. Pola ini harus dilakukan secara sistemik," ucap dia.

Petugas juga diwajibkan memperhatikan mobilitas jemaah ketika berada di Arafah, dari Arafah ke Muzdalifah, kemudian dari Muzdalifah ke Mina dan dari Mina kembali ke Hotel. Formulasi berikutnya yakni 3 poin pasca wukuf. Pertama, setelah Azmuna petugas haji kembali ke daerah kerja (Daker) masing-masing.

" Khusus daker Mekah dan Madinah menyiapkan kepulangan jemaah," kata dia.

5 dari 6 halaman

Sangat Memuaskan, Indeks Kepuasan Haji 2019 Naik 0,68 Poin

Dream - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji  (PPIH) Tahun 2019 boleh tersenyum bangga. Indeks Kepuasaan Jemaah Haji (IKJH) tahun ini yang dilakukan Badan Pusat Statistik memperlihatkan hasil sangat memuaskan. 

Pencapaian tersebut membuat Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin berhasil mempertahankan prestasi penyelenggarakan haji dengan hasil menembus kategori sangat memuaskan.

" Kami mengucapkan selamat kepada seluruh penyelanggara ibadah haji 1440H/2019M. IKJH 2019 ini nilai mencapai 85,91," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto, Kamis, 17 Oktober 2019.

Dalam laporannya, IHKJH 2019 meningkat 0,68 poin dibandingkan 2018 yang berada pada indeks 85,23.

Survei menyasar tujuh layanan, petugas haji, ibadah, akomodasi, katering, transportasi, kesehatan, dan pelayanan lain.

Suhariyanto mengatakan, survei melibatkan 14.400 jemaah haji reguler dan 326 jemaah haji khusus selama 2,5 bulan pelaksanaan operasional haji. 

6 dari 6 halaman

Pelayanan Armuzna jadi Sorotan

Bila dirinci menurut jenis pelayanan, indeks kepuasan tertinggi terdapat pada pelayanan transportasi bus shalawat, yaitu sebesar 88,05. Pelayanan ibadah bernilai 87,77, sementara itu pelayanan katering non-Armuzna bernilai 87,72, pelayanan petugas sebesar 87,66, pelayanan bus antarkota sebesar 87,35.

Pelayanan akomodasi hotel sebesar 87,21, pelayanan lain-lain sebesar 85,41, dan pelayanan katering di Armuzna sebesar 84,48. Pelayanan transportasi bus Armuzna sebesar 80,37 dan pelayanan tenda di Armuzna sebesar 76,92.

Berdasarkan lokasi tempat pelayanan, indeks kepuasan jemaah tertinggi terdapat pada pelayanan yang dilakukan selama di bandara, yaitu sebesar 87,94. Berikutnya secara berturut-turut pelayanan di Mekah bernilai 87,89, pelayanan di Madinah bernilai 86,44, dan pelayanan di Armuzna bernilai 82,57.

“ Untuk hasil yg komprehensif, tim Survei Kepuasan Jemaah Haji BPS yang terdiri dari enam orang, melakukan empat jenis pengumpulan data,” kata dia.

Beri Komentar
Potret Aktifitas Prisia Nasution Saat Jelajahi Alam