Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Bangkai Pesawat Tingaong-1 Yang Terbakar Saat Memasuki Atmosfer Bumi (Foto: Twitter/@Fraunhofer_FHRe)
Dream - Wilayah Indonesia dipastikan aman dari jatuhnya bangkai stasiun luar angkasa milik China, Tiangong-1, pada 2 April 2018 dini hari.
Orbit Satelit Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) melaporkan stasiun luar angkasa Tiangong-1 jatuh di sekitar Samudera Pasifik bagian selatan.
"Kesimpulan sementara Indonesia aman dari kejatuhan Tiangong-1," tulis Lapan di Instagram resminya, @lapan_ri, diakses Senin, 2 April 2018.
Diwartakan Liputan6.com, Tiangong-1 memasuki atmosfer Bumi pada pukul 00.15 GMT atau Senin pagi. Mengutip Xinhua, wahana luar angkasa itu sebagian besar terbakar saat memasuki atmosfer Bumi.
Jatuhnya Tiangong-1 juga direspon militer Amerika Serikat. Dalam pernyataan Joing Force Space Componeny Command (JFSCC) tertulis melalui akun Twitter, @18SPCS,"Tiangong-1 memasuki atmosfer Bumi di sebelah selatan Samudera Pasifik."
UPDATE: #JFSCC confirmed #Tiangong1 reentered the atmosphere over the southern Pacific Ocean at ~5:16 p.m. (PST) April 1. For details see https://t.co/OzZXgaEX0W @US_Stratcom @usairforce @AFSpaceCC @30thSpaceWing @PeteAFB @SpaceTrackOrg pic.twitter.com/KVljDALqzi
— 18 SPCS (@18SPCS)April 2, 2018
Stasiun luar angkasa Tiangong-1 memiliki ukuran panjang 10,4 meter. Stasiun luar angkasa ini pertama kali mengorbit pada 2011.
Sejumlah eksperimen orbit sebagai bagian program luar angkasa China dibawa pesawat ini. Stasiun luar angkasa ini bertujuan menempatkan stasiun permanen di orbit luar angkasa pada 2023.
Tiangong-1 rencananya dinonaktifkan pada 2013. Tapi, Tiangong-1 mendapat perpanjangan misi. Pada 2016, pengamat menyarankan dihentikan operasional Tiangong-1 karena tak lagi responsif terhadap kontrol di darat.
Akhirnya, pada Desember 2017, Tiongkok menyatakan kepada PBB soal prediksi Tiangong-1 yang akan jatuh ke Bumi pada akhir Maret 2018.
Sumber: Liputan6.com/Agutin Setyo Wardani
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?