Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Induk Beruang Kutub Sedang Tertidur Bersama Dua Ekor Anaknya. (Foto: Merdeka.com/ilustrasi)
Dream – Sebuah taman laut di Wuhan, Tiongkok, Wuhan Haichang Ocean Park, menawarkan program pengenalan satwa kepada pengunjung. Pengelola taman ini memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk berinteraksi dengan hewan buas (tentunya sudah terlebih dahulu dijinakkan).
Para pengunjung, khususnya pengunjung dewasa, bisa memberikan makanan kepada beruang kutub dan membersihkan kotorannya. Tapi, layanan ini tidak gratis. Mereka harus merogoh kocek US$145 atau hampir Rp2 juta untuk pengalaman selama tiga jam.
“ Ini pertama kalinya taman memiliki program yang menargetkan orang dewasa,” kata juru bicara Wuhan Haichang Ocean Park, Chen Ting, dikutip dari Oddity Central, Senin 17 April 2017.
Chen mengatakan layanan ini menitikberatkan kepada pemahaman akan satwa kepada publik, bukan masalah tarif. Dia berharap peminat program ini sedikit supaya beruang kutub tidak merasa terusik.
Sekadar informasi, program ini dirilis pada 1 April 2017 dan tidak heran jika dianggap sebagai lelucon April Mop. Tapi, sayangnya program ini bukanlah candaan dan orang benar-benar mengantre untuk merasakan pengalaman baru. Terlebih, mereka juga bisa mendapatkan objek bagus untuk selfie.
“ Itu sangat mahal untuk mencium bau kotoran beruang, tapi lucu. Saya tidak pernah membayangkan bisa berkontak sedekat ini dengan beruang kutub,” kata Li, seorang pria yang berpartisipasi dalam program ini.
Taman ini mengharuskan pengunjung yang ingin merasakan pengalaman baru ini, memeriksakan diri ke dokter dan mendapatkan arahan bagaimana caranya berinteraksi dengan satwa. Pengunjung juga dibekali dengan sepatu boots karet dan sekop untuk menyerok kotoran.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya