Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Foto: Bakung16.files.wordpress.com)
Dream - Melihat tempat makan, warung atau restoran yang ramai dikunjungi pembeli, tak jarang menggugah rasa penasaran kita. Bisa karena alasan penasaran dengan makanannya yang disebut lezat atau harga yang murah.
Selan dua alasan tadi, tak jarang muncul anggapan miring terhadap si penjual. Bisa saja si pemilik tempat makan berlaku curang dengan menambahkan zat penglaris. Meski kita tetap harus berbaik sangka, jika tidak setiap tempat makan yang ramai pasti pakai zat penglaris.
Zat penglaris biasanya melibatkan jin peludah yang meludahi makanan sebelum disajikan kepada konsumen sehingga makanan terasa nikmat sampai konsumen ketagihan untuk datang lagi ke tempat makan tersebut. Efek dari tindakan jin ini, disamping membuat enak makanan, juga menyebabkan energi negatif akan masuk ke dalam tubuh konsumen.
Terkadang, jika orang yang memakan masakan yang diludahi itu adalah orang baik-baik, maka biasanya setelah memakan makanan ia akan terasa mual. Bahkan tak jarang ada yang sampai muntah-muntah.
Nah, agar terhindar dari hal tersebut, berikut ini ulasan netizen tentang ciri tempat makan yang menggunakan jin penglaris.
© Dream
Tempat makan yang memakai jin penglaris, biasanya memiliki satu tempat khusus yang tidak boleh dibuka siapapun.
Kabar menyebutkan, tempat khusus tersebut biasanya dijadikan sebagai tempat tinggal jin tersebut, atau sebagai ruang bagi si empunya melakukan jampi-jampi.
Wallahu A'lam...
© Dream
Perhatikan panci dan periuk yang ada di warung pinggir jalan. Biasanya jika memakai pelaris hanya tukang dagang yang boleh membukanya sehingga pembeli tidak boleh sembarang ambil kuah atau lihat-lihat isinya.
Sebab ada buntelan kain putih di tempat nasi, gagang centong sayur, atau peralatan masak lainnya.
Selengkapnya baca di sini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya