Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Drone Permukaan Laut Ciptaan IPB (istimewa)
Dream - Institut Pertanian Bogor berhasil mengembangkan teknologi kelautan terbaru berupa drone permukaan laut (Autonomous Surface Vehicle). Alat ini juga sukses menjalani uji coba pertama di perairan Kawasan Konservasi Lamun, Pulau Bintan, Kepulauan Riau.
Ketua Tim Laboratorium Instrumentasi dan Robotika Kelautan Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB, Indra Jaya, mengatakan Indonesia memiliki kawasan perairan yang luas dengan ekosistem tropis. Dibutuhkan teknologi terkini untuk melakukan pemantauan terhadap kondisi laut Indonesia.
Selain itu, kondisi perairan Indonesia sulit diakses menggunakan kapal riset. Ini lantaran kawasan laut Indonesia cenderung dangkal.
" Drone ini diharapkan dapat melengkapi dan bahkan mengisi kekosongan peralatan survei dan pemantauan pesisir yang masih sulit dijangkau oleh kapal riset," ujar Indra melalui keterangan tertulis diterima Dream, Sabtu, 8 September 2018.
Drone ini berbentuk catamaran (perahu dengan dua lambung) dengan panjang 2 meter. Kinerja drone ini tidak menggunakan kendali jarak jauh, melainkan dengan memasukkan program komputer ke dalam electronic box berisi perintah tentang rencana arah gerak dalam bentuk titik-titik lintasan yang akan dilalui.
Alat ini dapat digunakan untuk pemantauan ekosistem perairan pesisir seperti lamun (rumput laut), terumbu karang, laguna, dan lain-lain. Pemantauan menghasilkan data dan informasi dalam bentuk rekaman videocam bawah air, kedalaman perairan, kecerahan perairan, klorofil, serta posisi drone tiap waktu.

Drone ini bisa menampilkan gambar bawah laut langsung menggunakan teknologi streaming yang bisa diakses lewat komputer operator. Tidak hanya itu, drone ini juga dilengkap data logger untuk menyimpan hasil pengamatan guna kebutuhan analisis lebih lanjut.
Teknologi pada drone ini merupakan bagian dari Internet of Things of Seagrass untuk pengembangan sistem observasi dan basis data ekosistem lamun. Riset ini didanai lewat Demand Driven Research Grant (DDRG) Coremap-LIPI.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya