Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Youtube.com/CNA Insider
Dream - Ribuan relawan datang membantu korban gempa di Lombok. Mereka datang demi misi kemanusiaan.
Di balik itu, ada sebagian relawan yang meninggalkan kesan yang melekat. Salah satu relawan itu adalah gadis asal Singapura, Tay Suyi.
Ia adalah satu dari ratusan warga asing yang ada di Gili Trawangan saat gempa berkekuatan 7,0 skala richter (SR) menghantam, 5 Agutus 2018.
Di saat turis yang ketakutan melarikan diri secara massal, Tay Suyi dan 30 orang asing lainnya bertahan untuk membantu orang yang terluka.
" Itu benar-benar panik. Bayangkan sebuah pantai penuh dengan orang-orang dengan ransel yang panik. Semua orang ingin keluar. Jika saya diam, saya mungkin akan ikut panik, karena itu saya harus melakukan sesuatu," ungkap Suyi dikutip dari channelnewsasia.com.
Dream - Di saat kapal terakhir datang menjemput, Suyi memilih untuk tetap bertahan bersama tim penyelamat untuk mencari korban meskipun masih ada ancaman gempa lanjutan.
Selain membantu korban, Suyi yang bertahan selama beberapa hari di Gili juga membantu membereskan puing-puing reruntuhan pasca gempa.
Suyi sendiri merupakan seorang instruktur selam yang sudah 6 bulan bekerja di Gili. Selama itu ia merasa Gili adalah rumah kedua untuknya.
" Alasan saya bekerja di sini adalah karena saya mencintai pulau ini, dan saya ingin melihatnya kembali seperti semula."
" Ini Rumah ... saya tidak meninggalkan rumah dalam keadaan berantakan" ujarnya.
Gempa Lombok 5 Agustus 2018 berkekuatan 7 Skala Richter (SR) telah mengguncang kawasan Lombok Utara dan sekitarnya.
Bahkan, kekuatan gempa tersebut terasa hingga Pacitan, Jawa Timur. Akibatnya, ratusan orang dinyatakan meninggal dunia, dan luka-luka, bangunan roboh rusak terguncang gempa.
Untuk lebih lengkapnya, yuk simak videonya di bawah ini.
(ism, Sumber: channelnewsasia.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya