Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Israel sedang mengembangkan sistem baru untuk mendeteksi dan menghancurkan terowongan seperti yang digali oleh gerilyawan Hamas di Jalur Gaza, The Sunday Times melaporkan.
Sistem baru, yang dikembangkan sebuah konsorsium yang dipimpin oleh Elbit Systems, pengembang terbesar teknologi militer Israel, diharapkan dapat menghilangkan ancaman di masa depan dari terowongan tanpa mengerahkan kekuatan besar-besaran.
Sistem baru ini digambarkan sebagai versi bawah tanah dari sistem pertahanan udara Iron Dome yang telah menghancurkan sekitar 90 persen roket yang ditembakkan ke Israel dari Gaza.
Rafael, perusahaan di balik pembangunan Iron Dome juga terlibat dalam proyek baru ini.
Sistem proteksi tersebut akan didasarkan pada pendekatan dua arah, seorang perwira dari Angkatan Pertahanan Israel mengatakan kepada surat kabar harian Tel Aviv Yediot Aharonot.
Pertama, sensor dan pemancar akan digunakan untuk memantau penggalian bawah tanah dan gua-gua sebelum menghancurkan mereka dengan robot generasi baru.
Di daerah sensitif, penghalang fisik akan dimasukkan ke kedalaman 100 kaki, kata Atai Shelach, mantan komandan pasukan perusak terowongan.
Perisai baru berteknologi tinggi, yang diperkirakan akan menelan biaya sekitar 430 juta pounds (Rp8,4 triliun), akan dikerahkan di sepanjang 42 mil perbatasan Israel dengan Gaza.
Meskipun menggunakan teknologi baru, banyak ahli militer memperingatkan bahwa masalah 'terowongan teror' kemungkinan akan tetap menjadi ancaman.
" Ini masalah strategis dan ancaman global," kata Shelach. " Ini bukan masalah menebak secara ngawur bahwa [sudah ada] terowongan teror di utara, dan bahkan di Suriah," tambahnya.
Delegasi Israel dan Palestina dijadwalkan untuk memulai kembali pembicaraan gencatan senjata tidak langsung di Mesir pada Minggu kemarin. Hamas mengatakan usulan Mesir tidak dapat diterima dan mengancam untuk memperbaharui pertempuran. Israel di sisi lain mengatakan keamanan akan dikembalikan seperti biasanya.
Diketahui, penghancuran terowongan Hamas menjadi dalih Israel untuk melakukan invasi darat di Gaza pada 16 Juli lalu. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya