Soal Isu Jokowi Akan Tegur Kepala Daerah yang Lakukan Lockdown, Ini Kata Istana

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 30 Maret 2020 12:00
Soal Isu Jokowi Akan Tegur Kepala Daerah yang Lakukan Lockdown, Ini Kata Istana
Jokowi tidak akan melakukan hal tersebut.

Dream - Sebuah kabar beredar menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal menegur sejumlah kepala daerah yang mengkarantina wilayah. Kabar itu dibuat atas nama Kantor Staf Presiden, Hengki Halim.

Dalam kabar itu, Jokowi disebut akan menegur Gubernur Kalimantan Timur, Wali Kota Tegal, hingga Wali Kota Tasikmalaya.

Namun, Staf Khusus Presiden Bidang Hukum, Dini Purwono, menepis kabar itu. Dini menjelaskan, Jokowi tidak akan melakukan hal tersebut.

" Tidak benar (isi pesan tersebut)" kata Dini, dikutip dari Merdeka.com, Senin 30 Maret 2020.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Tohir, pun menjelaskan pesan tersebut sebagai kabar bohong. " Hoaks," tegas Erick.

Berikut kabar hoaks yang diterima Merdeka.com mengenai teguran presiden terhadap kepala daerah yang melakukan karantina wilayah.

1 dari 6 halaman

Berikut Pesan yang Beredar di Media Sosial

ISTANA : TIDAK ADA LOCK DOWN DAERAH, KEPALA DAERAH YANG MEMBUAT ATURAN SENDIRI, AKAN DI KENAKAN SANKSI MULAI DARI TEGURAN HINGGA HUKUMAN INDISPLINER...

PRESIDEN MENEGUR KERAS
KEPALA DAERAH :
1. GUBERNUR KALTIM
2. WALIKOTA TEGAL
3. WALIKOTA TASIKMALAYA

Teguran ini resmi di layangkan Presiden Hari ini , Minggu, 29 Maret 2020.
Dalam telponnya kepada para Kepala Daerah tersebut Presiden tak bisa menahan amarahnya,,karena Presiden menilai keputusan para kepala daerah tersebut untuk melakukan lock down tanpa dasar hukum ketata negaraan seperti :
1. Meminta pertimbangan Kepala Negara untuk tingkat Provinsi
2. Meminta pertimbangan Mentri Dalam Negri untuk tingkat Kota/ Kabupaten
3. Ada rekomendasi dari Kementrian Kesehatan.

Atas dasar ini, Presiden meminta para kepala daerah tersebut mencabut status lock down atau Negara memberlakukan sanksi INDISPLINER kepada kepala daerah tsb.

Lebih lanjut, Kepala Negara menegaskan bahwa tugas kepala daerah melindungi warganya..
Sebagai contoh, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat yang melaporkan 5 warganya positif suspect terpapar virus Corona, maka langkah Walikota untuk nelindungi warganya bukan melakukan lock down tapi segera berkoordimasi dengan Gubernur Jawa Barat untuk menerapkan protokoler kesehatan yang telah di tetapkan pemerintah pusat.

Atas di muatnya berita ini, maka pemerintah pusat meminta kepada warga agar tidak panik, karena Pemerintah Pusat menjamin serta memastikan TIDAK ADA LOCK DOWN DAERAH DENGAN ALASAN DAN PERTIMBANGAN APAPUN, KEPALA DAERAH TIDAK MEMILIKI DASAR HUKUM DAN WEWENANG MENENTUKAN STATUS DAERAHNYA.

Demikian Klarifikasi dari Pemerintah Pusat

Jakarta, 29 Maret 2020

Hengki Halim
KSP - RI

Sumber:

2 dari 6 halaman

Tegal Lockdown, Walikota: Lebih Baik Dibenci daripada Maut Menjemput

Dream - Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono mengkarantina wilayah Kota Tegal, Jawa Tengah Dia akan menutup akses jalan masuk ke Kota Tegal menggunakan MCB barier beton mulai 30 Maret hingga 30 Juli 2020.

" Kota Tegal akan lockdown lokal full, kecuali jalur provinsi dan nasional tetap buka. Seluruh perbatasan masuk kota akan kami tutup pakai MCB barier beton seberat 2 ton yang dimungkinkan warga tidak bisa memindahkan," kata Dedy, diakses dari , Jumat, 27 Maret 2020.

Dedy mengatakan, pembatasan tersebut dilakukan karena wilayahnya sudah menjadi daerah darurat penyebaran virus corona (Covid-19). Kebijakan ini dia ambil setelah mempertimbangkan aspek keselamatan warga kota Tegal.

" Kalau saya bisa memilih, lebih baik saya dibenci warga dari pada maut menjemput mereka. Masyarakat harus memahami keadaan ini sudah darurat. Masyarakat harus kompak supaya terhindar dari wabah corona," kata dia.

Pihaknya sudah menyiapkan solusi dengan memberikan bantuan sosial melalui Dinas Sosial ke warga miskin atau yang membutuhkan.

" Pemkot koordinasi terus dengan gugus tugas untuk penangan Covid-19 dan membantu mengumpulkan dana untuk warga," ujar dia.

3 dari 6 halaman

Penutupan Akses

Gagasan lockdown lokal ini sudah muncul sejak Minggu, 22 Maret 2020. Dilaporkan Liputan6.com, Dedy mengawali karantina wilayah dengan menutup ruang publik di kawasan alun-alun, Jalan Ahmad Yani, GOR Wisanggeni, dan Jalan Gajah Mada. Penutupan berlangsung hingga 29 Maret 2020.

Aksi penutupan ini melibatkan tim dari Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum dan Satlantas Polres Tegal Kota memasang median jalan di beberapa titik.

Akses menuju alun-alun dari sisi timur ditutup di jembatan Jalan Pancasila. Untuk arah masuk sisi barat, dialihkan menuju Jalan Ahmad Yani. Tetapi, Jalan Ahmad Yani ditutup pada sisi utara atau tepatnya di perempatan lampu merah gantung.

" Bagi kendaraan yang akan ke Alun-alun dari selatan kita alihkan ke Jalan HOS Cokroaminoto. Ini akan melindungi pusat kota dari paparan corona covid-19 tanpa deteksi,” ucap dia.

Di lokasi lain, kendaraan dari arah barat (Jakarta) yang akan menuju jantung kota akan dialihkan ke Jalan Mataram (Terminal) untuk kemudian dilanjutkan menggunakan Jalur Lingkar Utara (Jalingkut). Begitu pula sebaliknya, kendaraan dari timur (Semarang) diarahkan menuju Jalingkut dan keluar melalui jalan samping Terminal.

" Jalan Gajah Mada tak ada kendaraan. Semua yang dari luar daerah tidak ada yang masuk ke kota. Ini tentunya untuk mewaspadai orang asing atau orang luar yang masuk ke Tegal. Bukan berburuk sangka, tetapi lebih kepada menjaga warga Tegal yang masih sehat agar tak terpapar corona covid-19," kata dia.

4 dari 6 halaman

Jokowi Ungkap Alasan Tak Lakukan Lockdown untuk Cegah Corona

Dream - Jokowi menjelaskan alasan tak memberlakukan lockdown atau karantina wilayah untuk mencegah penyebaran virus corona baru, Covid-19. Dia menyebut setiap negara punya karakter dan kedisiplinan yang berbeda-beda.

" Perlu saya sampaikan setiap negara memiliki karakter berbeda-beda, budaya berbeda-beda, kedisiplinan yang berbeda-beda. Oleh itu kita tidak memilih jalan itu (lockdown)" kata Jokowi, Selasa 24 Maret 2020.

Presiden bernama lengkap Joko Widodo itu mengaku telah mengalkulasi dan menganalisa setiap negara yang mengambil kebijakan lockdown. Menurut dia, penerapan sistem menjaga jarak antarmanusia adalah langkah paling tepat yang bisa diterapkan di Indonesia.

" Jadi yang paling pas di negara kita physical distancing, menjaga jarak aman," kata dia. Dia yakin, dengan menjaga jarak antar manusia, sebaran Covid-19 bisa dihindari.

Jokowi meminta semua pihak betul-betul disiplin terhadap kebijakan social distancing. Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan belajar, bekerja, dan beribadah dari rumah untuk menekan penyebaran corona.

" Saya baca sebuah berita, sudah diisolasi membantu tetangganya yang mau hajatan, ada yang sudah diisiolasi masih belanja di pasar. Kedisplinan untuk mengisolasi yang penting," kata Jokowi.

Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham

5 dari 6 halaman

Alasan Pemerintah Belum Lakukan Lockdown Cegah Penyebaran Corona

Dream - Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito menjelaskan alasan mengenai keputusan pemerintah belum mengambil karantina wilayah. Wiku menyebut, karantina wilayah berimplikasi pada tiga sektor penting.

" Lockdown belum diambil pemerintah karena membatasi betulan suatu wilayah atau daerah, berimplikasi ekonomi, sosial, dan keamanan," kata Wiku, Rabu, 18 Maret 2020.

Wiku menyebut, kebijakan lockdown akan berdampak pada warga yang mengandalkan upah harian. Dengan lockdown aktivitas ekonomi akan berjalan sulit.

Untuk itu, saat ini, kata dia, solusi yang paling efisien yaitu menjaga jarak atau social distancing.

" Social distancing paling efektif," ucap dia.

6 dari 6 halaman

Sebelum Lockdown Diambil

Wiku menyebut, sebelum mengarah ke lockdown, masyarakat bisa menjaga kesehatan dengan karantina mandiri. Setelah itu, karantina rumah, dan yang terakhir karantina di rumah sakit.

Selain itu, dia menyebut, ada lima langkah pencegahan yang bisa dilakukan untuk menghindari wabah virus corona ini.

" Pertama, jaga jarak. Kedua, dilarang jabat tangan. Tiga, cuci tangan. Empat, hindari kerumunan. Lima, pakai masker di tempat ramai," ucap dia.

Wiku juga menyarankan agar masyarakat menjaga pola hidup sehat dan berolahraga untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya.

Beri Komentar