Siapkah Indonesia Tes Cepat Virus Corona?

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 30 Maret 2020 10:02
Siapkah Indonesia Tes Cepat Virus Corona?
Angka pasien positif diprediksi akan mencapai puluhan ribu.

Dream - Wabah virus corona terus menyebar di sejumlah negara. Indonesia mengantisipasi dengan tes cepat. Sebanyak 500 ribu kit telah didistribusikan.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menyebut, tes cepat sebagai langkah untuk melakukan penyaringan. Tapi, tes cepat juga bukan jaminan seseorang terhindar dari Covid-19.

" Saudara-saudara yang sudah melaksanakan rapid test dan hasilnya negatif, jangan memaknai anda bebas dari penyakit ini," kata Yuri, Jumat, 27 Maret 2020.

 Data BNPB kondisi pasien virus corona© BNPB

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Jumat, 27 Maret 2020, saat ini Public Health Emergency Operating Centre (PHEOC) telah menerima 4.336 spesimen. Terdapat 3.443 spesimen yang dinyatakan negatif.

Meski begitu, kasus pasien positif di Indonesia terus mengalami kenaikan. Terdapat 1.046 kasus dengan angka kematian mencapai 87 orang pada Jumat 27 Maret 2020 petang. 

Berdasarkan data Our World in Data, tes terhadap warga di Indonesia tergolong rendah. Dengan memakai data Kemenkes per 20 Maret 2020, Indonesia baru memeriksa 2.028 orang.

Saat ini, Korea Selatan, Australia, Italia, Inggris, dan Finlandia menjadi lima negara yang terus mengetes kondisi tubuh warga negaranya masing-masing.

 Data Kemenkes© Istimewa

1 dari 2 halaman

Angka Pasien Positif Capai Puluhan Ribu

Korea Selatan pada 20 Maret 2020 telah memeriksa 316.664 orang. Sementara itu, Australia sudah memeriksa 113.615 orang sejak 19 hingga 20 Maret 2020.

Kembali ke data di Tanah Air. Dengan tidak ditemukannya gejala awal dan antisipasi isolasi, diprediksi, angka pasien corona di Indonesia bisa mencapai puluhan ribu hingga 250 ribu.

Prediksi itu dikembangkan Pusat Pemodelan Matematika Penyakit Menular (CMMID) di London, Inggris.

Peneliti CMMID Profesor Stefan Flasche mengatakan, pada tahap awal jumlah kasus virus corona baru akan berlibat ganda setiap tujuh hari.

" Orang akan berharap, kira-kira enam kematian yang dilaporkan per hari yang Anda lihat saat ini (di Indonesia) akan meningkat menjadi 12 kematian per hari minggu depan, dan 24 kematian per hari setelahnya," kata Stefan.

" (Itu) kecuali ada upaya besar yang bertujuan untuk menghentikan penyebaran melalui misalnya, jarak sosial," ucap dia.


2 dari 2 halaman

Menjaga Jarak

Seperti disampaikan Yuri, aksi membuat jarak antara satu manusia dengan manusia menjadi usaha penting yang harus direspons. Dia menyadari pertambahan kasus pasien positif melonjak tajam tiap hari.

Ini membuktikan, masih adanya kasus positif yang berinteraksi dengan warga lain. Dia mengajak seluruh elemen masyarakat bekerja sesuai fungsinya.

" Kita tidak mengingingkan penambahan kasus semakin tinggi dan penularan di masyarakat semakin banyak," ujar dia.

" Tetap tinggal di rumah, silakan melakukan pekerjaan dari rumah, belajar dari rumah, dan beribadah dari rumah," kata dia.

Beri Komentar