6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Ilustrasi (Foto: Islamidia.com)
Dream - Untuk menjadi kaya, seseorang harus kreatif dan rajin bekerja. Namun ada sebagian orang yang memilih jalan pintas demi mendapatkan hidup yang bergelimang harta. Mereka menggunakan cara-cara klenik yang terkadang di luar nalar manusia.
Seperti yang dilakukan Donwori, pria 52 tahun yang tinggal di kawasan Kedung Tarakan, Surabaya, Jawa Timur. Demi memperoleh pendapatan besar, ia melakukan ritual `katok kain jenazah` yang dicuri dari kuburan pada hari-hari tertentu.
Namun nahas, ritual yang dilakukan Donwori akhirnya diketahui sang istri, Karin (45 tahun). Ritual klenik Donwori terbongkar setelah kain jenazah yang dicurinya dan disimpan di lemari, ditemukan oleh sang istri.
Karin pun menyadari jika kain putih yang ada di lemarinya itu adalah kain mayat atau jenazah. Ternyata Donwori biasanya mencuri kain itu saat membantu penguburan seseorang.
" Jarang juga sih pakai celana kain mayatnya, yang sering itu sih dikoleksi. Enggak nyangka pastinya," kata Karin di sela-sela sidang gugatan cerainya di Pengadilan Agama (PA), Klas 1A Surabaya.
© Dream
Dream - Karin mengaku tidak menyangka suaminya bisa melakukan tindakan musyrik seperti itu. Padahal, selama ini suaminya identik sebagai pria baik-baik.
Donwori rajin bekerja menjual bakso dan pentol secara keliling. Karin pun membantu dengan membuka warung di rumahnya.
Dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan dan bisa menyekolahkan anaknya, Karin dan Donwori sebenarnya sudah sangat bersyukur dengan keadaan itu.
" Lha iyo sih. Buat apa juga koleksi kain mayat dan juga dipakai begitu, aku kesel banget," tambah ibu empat anak itu.
Karin tidak mengetahui sejak kapan suaminya mempraktikkan hal itu. Yang pasti selama setahun ini, suaminya jarang beribadah, bahkan terkesan menghindar.
Dari segi ekonomi, Karin mengaku memang ada perubahan yang signifikan. Sebulan ia diberi uang belanja Rp5 juta. Berbeda jauh dari sebelumnya yang hanya kurang dari Rp1 juta per bulan.
Kisah selengkapnya baca di sini.
(ism, Sumber: jpnn.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
