Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
STQ Ke-23 Di Asrama Haji Pondok Gede (Dream/Maulana Kautsar)
Dream - Kementerian Agama berupaya menjemput bola menjaring bibit-bibit tilawah Alquran. Upaya ini dijalankan dengan menggelar Seleksi Tilawatil Quran (STQ).
Bertempat di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, gelaran yang sudah memasuki ke-23 kali penyelenggaraan ini berlangsung selama 9-16 Agustus 2015. Berbeda dengan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), STQ kali ini hanya melombakan tiga cabang yaitu tilawah, tafsir, serta tahfiz atau hapalan.
"Kalau MTQ kan ada banyak cabang yang dilombakan. Ada tilawah, kaligrafi, esai, dan sebagainya. STQ hanya tilawah, tafsir dan tahfiz," ujar Koordinator Dewan Hakim STQ ke-23 Ahsin Sakho Muhammad kepada Dream, Rabu, 12 Agustus 2015.
Dalam STQ kali ini, Dewan Hakim menggunakan mekanisme satu kali tampil. Setiap qori diminta menunjukkan kemampuannya dan Dewan Hakim langsung memberikan penilaian.
"Nanti peserta akan diurutkan dari nilai tertinggi sampai nilai terendah," ungkap Ahsin.
Selanjutnya, Ahsin menerangkan gelaran ini difokuskan untuk pengembangan kemampuan bacaan Alquran. Para pemenang STQ ini nantinya akan dikirim menjadi duta Indonesia untuk mengikuti MTQ Internasional.
Sebanyak 473 peserta dari 33 provinsi bersaing memperbutkan kursi juara di ajang STQ ini. Sebanyak tiga finalis terpilih nantinya akan menjalani sejumlah pelatihan sebagai persiapan menghadapi MTQ Internasional.
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berharap gelaran ini mampu menjadi barometer penilaian seni baca Alquran. Di samping itu, Lukman juga berharap STQ bisa menjadi sarana peningkatan pemahaman Alquran di kalangan umat Islam.
"Untuk itu, menjadi tugas bersama adalah bagaimana mendorong dan memfasilitasi umat Islam di Nusantara agar bisa memahami ayat-ayat Alquran dalam konteks kekinian yang relevan sesuai situasi, waktu, dan tempat," terang dia.
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


WNI Diduga Tewas saat Jadi Tentara Rusia, Apakah Kewarganegaraan Indonesia Bisa Hilang?



Starvision Rilis Trailer dan Poster Dewi Siluman Ular, Angkat Kisah Pernikahan Manusia dengan Jin

Hobi Membuat Kue Ternyata Punya 7 Manfaat bagi Kesehatan, Bukan Sekadar Mengisi Waktu Luang

El Niño Diprediksi Menguat, Harga Beras Dunia Terancam Melonjak dan Jutaan Orang Bisa Terdampak

Sering Bikin Lelah secara Emosional? Kenali 8 Tanda Anda Berhadapan dengan Energy Vampire