Jemaah Umroh Indonesia Terpapar Covid-19 di Saudi, Ini Penjelasan Amphuri

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 13 November 2020 11:50
Jemaah Umroh Indonesia Terpapar Covid-19 di Saudi, Ini Penjelasan Amphuri
Amphuri memastikan seluruh jemaah telah mematuhi ketentuan karantina yang ditetapkan otoritas Saudi.

Dream - Arab Saudi resmi membuka kembali penyelenggaraan ibadah umroh untuk jemaah dari luar negeri, sejak 1 November 2020. Indonesia menjadi salah satu negara setelah Pakistan, yang diizinkan memberangkatkan jemaah umroh di masa pandemi Covid-19.

Untuk menjaga keamanan dan keselamatan jemaah, Saudi menerapkan protokol kesehatan untuk umroh. Sayangnya, terdapat jemaah Indonesia yang ternyata tertular Covid-19 ketika sudah berada di Saudi.

Terkait hal ini, Ketua Bidang Hubungan Masyarakat dan Publikasi Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia (Amphuri), Limi Maria Goreti, mengatakan, jemaah yang tertular Covid-19 berasal dari rombongan pertama dan ke dua yang tiba di Jeddah pada tanggal 1 dan 3 November.

Rombongan pertama terdiri dari 317 penumpang namun yang merupakah jemaah umroh sebanyak 224 orang dan sisanya adalah pihak travel. Sedangkan rombongan ke dua berjumlah 85 jemaah umroh.

" Dari rombongan pertama itu tiga yang positif dan 13 suspek," ujar Limi kepada Dream.

 

1 dari 4 halaman

Swab Sebelum Ibadah Umroh

Limi mengatakan, setiba di Saudi, jemaah menjalani karantina di hotel minimal tiga hari sesuai protokol umroh yang ditetapkan Saudi. Para jemaah tidak diperkenankan keluar kamar, bahkan untuk makan, makanan mereka akan diantar oleh petugas hotel dan ditaruh di depan pintu kamar.

" Jadi si petugas tidak diperkenankan untuk masuk ke kamar jemaah," kata Limi.

Setelah masa tiga hari karantina selesai, otoritas kesehatan Saudi kembali menjalankan swab test sebelum sebelum jemaah melaksanakan prosesi ibadah umroh. Hasilnya, 13 suspek dinyatakan negatif dan 3 lainnya masih harus menjalani karantina kembali.

Umroh Pandemik© Facebook/@haramain.info

Limi mengatakan penyebab tiga jemaah tersebut bisa tertular belum diketahui. Jemaah juga telah memenuhi ketentuan dari otoritas Saudi untuk menjalani karantina.

" Pada saat rombongan pertama itu tiga hari dikarantina memang sudah ketentuan pemerintah saudi bahwa karantina itu minimal tiga hari. Kemudian mereka dilakukan swab dan ternyata ada yang positif. Ini kenapa, itu juga sampai dengan saat ini belum diketahui," kata dia.

 

2 dari 4 halaman

Jemaah Harus Patuh Peraturan

Limi memahami jika muncul rasa bosan pada jemaah selama menjalani karantina. Tetapi, dia kembali mengingatkan jemaah, umroh kali ini dijalankan di tengah pandemi Covid-19 yang berpotensi menular.

Umroh Pandemik© Facebook/@haramain.info

Dia meminta para jemaah yang akan berangkat atau ingin melaksanakan umroh di masa pandemi untuk patuh pada peraturan yang ditetapkan baik oleh Pemerintah Indonesia maupun Saudi. Seperti menerapkan protokol kesehatan dengan benar dan menjalani karantina dengan baik.

" Kalau tidak boleh keluar, ya sudah, tidak boleh keluar. Jadi stay saja di kamar. Itu yang harus dipatuhi. Kalau mereka keluar itu menyalahi aturan. Juga kita nggak tahu di luar seperti apa, segala macam. Itu yang perlu ekstra disiplin dari para jemaah kita," kata dia.

3 dari 4 halaman

Jemaah Umroh Masa Pandemik Sudah Kembali, 13 Orang Masih Dikarantina di Saudi

Dream - Jemaah umroh perdana Indonesia yang masuk dalam kloter pertama dan kedua pasca-pembukaan 1 November 2020 telah pulang ke Tanah Air. Tetapi, tidak semua jemaah bisa pulang ke Tanah Air karena terdapat 13 jemaah yang harus menjalani karantina di Arab Saudi.

Ke-13 jemaah itu sebelumnya diketahui dinyatakan positif terkonfirmasi Covid-19 setelah dijalani pemeriksaan ulang oleh otoritas terkait Saudi.

Executive General Manager Bandara Internasional Soekarno Hatta, Agus Haryadi, melaporkan 256 jemaah umroh masa pandemik itu sudah tiba di Indonesia pada Kamis, 12 November 2020. Para jemaah pulang menggunakan pesawat Saudia Airlines kode penerbangan SV 816.

Umroh Pandemik© (Foto: Fabeook Haramain/wmn.gov.sa)

" Ini merupakan kepulangan jemaah umroh kloter pertama yang berangkat pada tanggal 1 dan 3 November lalu. Bahkan ini merupakan jemaah perdana sejak Covid-19," ujar Agus.

Agus mengatakan 13 jemaah yang harus tinggal saat ini dalam perawatan oleh tim kesehatan Saudi. Para jemaah ini sebelumya menjalani swab test PCR dan hasilnya dinyatakan positif.

" Alhamdulillah tadi saya sudah melakukan komunikasi dengan pimpinan rombongan. Mereka menceritakan di sana diberlakukan protokol kesehatan sangat ketat sehingga kemudian berdampak beberapa hal yang tidak digeneralisir, akhirnya diberlakukan kepada semua," kata Agus.

4 dari 4 halaman

Jemaah Wajib Patuh Aturan Kesehatan Saudi

Selanjutnya, Agus mengingatkan jemaah umroh yang akan berangkat untuk lebih disiplin dalam memerapkan protokol kesehatan. Juga patuh pada ketentuan kesehatan yang diberlakukan di Saudi.

" Jadi ini ada tingkat kedisiplinan yang harus diperbaiki, karena ada sejumlah jemaah yang keluar (jalan-jalan). Akhirnya otoritas kesehatan di sana mengambil tindakan untuk melakukan swab ulang," ucap dia.

Untuk jemaah yang sudah kembali ke Tanah Air, Agus mengatakan mereka tidak lagi menjalani isolasi. Sebab mereka sudah sudah menjalani swab ulang di Saudi dan dinyatakan clean and clear atau negatif Covid-19.

" Sesuai dengan protokol yang berlaku di Indonesia, bagi siapapun yang sudah masuk ke Indonesia dan membawa hasil PCR negatif mereka tidak perlu dilakukan isolasi di Wisma Pademangan," kata Agus.

Sumber: Merdeka.com

Beri Komentar