Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Nur Ulfa/Dream.co.id)
Dream - Jenazah Syekh Ali Jaber tiba di rumah duka sekitar pukul 14.18 WIB. Kedatangan mobil yang membawa jasad dai asal Madinah, Arab saudi itu mendapat pengawalan sangat ketat dari aparat kepolisian.
Dari pantauan Jurnalis Dream di lapangan, sebanyak lebih dari 5 voorijder turut mengawal mobil ambulance yang membawa jasad Syekh Ali Jaber.
Di lokasi rumah duka Kompleks Taman Berdikari Sentosa, sejumlah pelayat juga mulai berdatangan satu per satu. Namun mereka tak bisa bebas keluar masuk kawasan tersebut karena harus mengikuti protokol kesehatan dengan ketat.

(Foto: Nur Ulfa/Dream.co.id)
Salah satu pelayat yang terpantau Dream adalah Ustad Yusuf Mansyur yang ikut mengawal ambulance jenazah Syekh Ai Jaber.
Saat tiba di rumah duka, Yusuf Mansur terlebih dahulu menjalani rapid antigen. Setelah dipastikan negatif, sahabat mendiang Syekh Ali Jaber ini diizinkan untuk melayat.
Ustad Yusuf tidak memberikan pernyataan apapun saat mulai memasuki kediaman Syekh Ali Jaber.
Sedangkan pihak kepolisian terus mengimbau kepada pelayat yang ada disekitar kediaman Syekh untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.
" Tolong jaga jarak, agar kita sehat," kata salah seorang polisi.
Dikabarkan sebelumnya Syekh Ali Jaber meninggal pukul 08.30 wib akibat komplikasi.(sah)
Dream - Pendakwah Alquran, Syekh Ali Jaber, meninggal dunia pagi ini sekitar pukul 08.30 WIB di RS Yarsi, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Meski sempat dikabarkan positif Covid-19, Syekh Ali Jaber meninggal dunia dalam kondisi negatif Covid-19.
Ketua Yayasan Syekh Ali Jaber, Habib Abdurrahman Al Habsyi, mengatakan Syekh Ali dinyatakan meninggal dalam kondisi negatif Covid-19. Sebelumnya, Syekh Ali sempat dirawat intensif akibat terinfeksi Covid-19.
" Telah wafat guru kita, Syekh Ali Jaber (Ali Saleh Mohammed Ali Jaber) di RS Yarsi hari ini, 14 Januari 2021, 1 Jumadil Akhir 1442 H jam 08.30 WIB dalam keadaan Negatif Covid," ujar Habib Abdurrahman di Instagram @yayasan.syekhalijaber.
Habib Abdurrahman mengimbau seluruh jemaah untuk mengikhlaskan kepergian Syekh Ali. Juga memintakan maaf jika Syekh Ali memiliki kesalahan.
" Mohon dimaafkan segala kesalahan beliau. Semoga diterima segala amal shaleh beliau," tulis Habib Abdurrahman.
Lihat postingan ini di InstagramSebuah kiriman dibagikan oleh Yayasan Syekh Ali Jaber (@yayasan.syekhalijaber)
Sebelumnya, Ustaz Yusuf Mansur turut menyampaikan kabar duka ini lewat akun Instagramnya. Dalam sebuah video, Ustaz Yusuf mengaku malam hari sebelumnya mendapat kabar kondisi Syekh Ali yang kritis.
Syekh Ali sempat dinyatakan positif Covid-19 pada 29 Desember 2020. Syekh Ali kemudian dirawat intensif di sebuah rumah sakit.
Sempat beredar foto memperlihatkan kondisi Syekh Ali menggunakan ventilator. Pihak keluarga lalu menegur perawat lantaran dianggap melanggar privasi pasien.
" Syekh Ali kurang lebih 16-17 hari dipasangi ventilator. Semalam dikabari Ustaz Iskandar, Syekh Ali Kritis," ungkap Ustaz Yusuf Mansur sedih.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya