JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Presiden Joko Widodo
Dream - Presiden Joko Widodo menginstruksikan kepada seluruh lembaga terkait untuk segera menurunkan kurva kasus Covid-19. Dia meminta kurva harus sudah turun pada Mei 2020 sehingga diharapkan pada Juli sudah masuk fase ringan
" Target kita di bulan Mei ini harus betul-betul tercapai, sesuai dengan target yang kita berikan yaitu kurvanya sudah harus turun dan masuk posisi sedang di Juni, di Juli harus masuk posisi ringan. Dengan cara apapun," kata Jokowi dikutip dari Liputan6.com.
Menurut Jokowi, tugas itu tak bisa hanya dilakukan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Untuk itu, Jokowi meminta seluruh elemen mulai dari jajaran pemerintahan, relawan, hingga partai politik ikut membantu agar Juli 2020 tidak ada lagi kasus infeksi virus corona di Indonesia.
" Saya yakin jika kita bersatu, jika kita disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, semua rencana yang sudah kita siapkan yang lalu bisa mengatasi Covid secepat-cepatnya," ujarnya.
Selain itu, Jokowi juga mengingatkan para menterinya fokus kerja saat ini adalah mengendalikan dan menurunkan kasus corona secepat-cepatnya.
Dia meminta jajarannya mengerahkan seluruh tenaga dan energi untuk mengendalikan serta menangani dampak pandemi Covid-19
" Saya melihat negara yang akan menjadi pemenang adalah negara yang berhasil mengatasi Covid-19," ucap Jokowi.
Sebelumnya, Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo, menyatakan pemerintah menargetkan masyarakat Indonesia dapat kembali hidup normal pada Juli 2020.
Jokowi kerap meminta aparat lebih tegas terhadap pelanggar aturan terkait Corona.
" Presiden meminta kita semua untuk bisa bekerja lebih keras lagi dan mengajak masyarakat untuk lebih patuh, disiplin, dan aparat supaya lebih tegas, agar pada Juni mendatang kita mampu menurunkan kasus Covid-19 di Indonesia," tutur Doni.
" Sehingga pada Juli diharapkan kita sudah bisa mulai mengawali hidup normal kembali," sambung Doni.
Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham
Dream - Presiden Joko Widodo meminta agar daerah-daerah yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) demi menekan penyebaran virus corona (Covid-19) memiliki target yang jelas dan terukur. Misalnya, berapa jumlah tes polymerase chain reaction (PCR) yang dilakukan.
" Setiap daerah yang melakukan PSBB harus memiliki target-target yang terukur, ada targetnya. Misalnya, ada berapa jumlah pengujian sampel yang sudah dilakukan. Tes PCR yang telah dilakukan, apakah pelacakan yang agresif telah dikerjakan," ujar Jokowi saat memimpin rapat terbatas melalui video conference, Senin 4 Mei 2020.
Jokowi juga meminta agar isolasi kepada orang terkait virus corona dievaluasi. Dia melihat masih ada pasien positif Covid-19 bisa kabur dari rumah sakit.
" Kemudian apakah isolasi yang ketat juga sudah dilakukan? Yang PDP masih beraktivitas ke sana kemari," katanya.
" Kemudian juga apakah warga yang berisiko, yang manula yang memiliki riwayat penyakit, komorbid, sudah diproteksi betul," imbuh Jokowi.
Lebih lanjut, dia meminta agar PSBB dievaluasi dan diterapkan secara ketat dan efektif. Sehingga dapat mengurangi penyebaran virus Corona.
" Evaluasi ini penting sehingga kita bisa melakukan perbaikan-perbaikan di kota/kabupaten maupun provinsi yang melakukan PSBB," jelas Jokowi.
Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham.
Dream – Pengusaha Peter F Gontha mengungkapkan sisi lain dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurut Peter, Jokowi merupakan orang yang sangat tegas.
ikutip dari akun Instagramnya, @petergontha, Jumat 24 April 2020, dia menyebut pernah mengikuti rapat terbatas atau Ratas yang dipimpin oleh Jokowi.
Dia mengira, selama ini, mantan gubernur DKI Jakarta ini hanya terlihat pencitraan selama tampil di kamera dalam acara-acara tertentu.
Dikatakan Peter, Jokowi memimpin rapat terbatas melalui video conference call dan Peter mengikutinya di rumah seorang menteri.
“ Saya kaget melihat bagaimana Presiden memimpin rapat. Sangat tegas dan menurut saya bahkan terkesan ‘marah’. Tapi, bagaimana namanya orang Jawa, kalau marah masih terlihat santun,” tulis mantan Dubes RI untuk Polandia ini.
Misalnya, kata dia, Jokowi bertanya dengan suara tinggi tentang detail angka, hasil rapat, dan meminta bawahannya untuk tidak mempolitisisasi suatu masalah.
“ Itu yang bansos apa sudah sampai di tangan yang berhak? Bagaimana cara kita tahu itu sampai pada yang berhak (kira-kira begitu). Kita sekarang berjuang melawan waktu, segera selesaikan semua, atasi birokrasi (kira kira gitu),” tulis Peter.
Peter menegaskan dirinya bukanlah “ orang Istana”. Namun, sebagai orang tua, dia senang Jokowi itu tegas.
Dia juga menegaskan tidak mencari muka di depan Jokowi atau bagaimana. Dikatakan bahwa mantan wal kota Solo ini bekerja dengan ikhlas.
“ Sebagai Warga yang sudah senior (tua) saya senang, bahwa Presiden itu tegas. Sekali lagi saya bukan orang istana, dan saya tidak mau mencari masa depan yang berlebihan. Juga saya tidak cari muka, atau mau apa2. Sudah banyak yang saya dapatkan, Kedudukan, Pekerjaaan, Duta Besar, Komisaris kiri kanan,” tulis Peter.
“ Maju terus Presiden Jokowi, saya mendengar dan melihat dengan mata kepala sendiri: Presiden ini memang betul2 ichlas bekerja untuk rakyatnya,” tambah dia.

Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
