Akui Sebagai Sahabat, Jokowi Ingin Indonesia-Australia Bersama dalam Suka Duka

Reporter : Maulana Kautsar
Selasa, 11 Februari 2020 06:00
Akui Sebagai Sahabat, Jokowi Ingin Indonesia-Australia Bersama dalam Suka Duka
Jokowi menekankan pentingnya kolaborasi kaum muda.

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan hubungan diplomatik Indonesia dan Australia bisa senantiasa terjaga baik dalam suka maupun duka. Pernyataan itu disampaikan presiden saat menyamapkan pidato di depan anggota Parleman Australia, Canberra.

Diakui Jokowi, hubungan Indonesia dan Australia memang kerap mengalami naik-turun tensi. Namun dia memastikan pemerintah senantiasa ingin selalu 'berteman' dalam suka dan duka.

" Kedatangan saya ke Australia kali ini sekaligus untuk menunjukkan bahwa Indonesia akan selalu bersama masyarakat Australia, baik dalam suka maupun duka. A friend in need is a friend indeed," kata Jokowi, dilaporkan laman Sekretariat Presiden, Senin, 10 Februari 2020.

Jokowi menyebut, hubungan diplomatik kedua negara sudah ditakdirkan. Jokowi bahkan menyebut, Australia sebagai sahabat paling dekat Indonesia.

Meskipun Indonesia dan Australia memiliki budaya yang berbeda, kata Jokowi, nilai-nilai yang dianut kedua negara punya kemiripan, misalnya, kemajemukan, keberagaman etnis dan toleransi, demokrasi dan kehormatan hak asasi manusia, serta perlindungan terhadap lingkungan hidup.

“ Tidak hanya itu, kaum muda Australia dan Indonesia memiliki kesamaan. Indonesia saat ini memasuki bonus demografi. Jumlah anak muda usia 15-30 tahun sebanyak 63 juta atau 24 persen dari total populasi,” ucap dia.

Jokowi mengatakan, kebanyakan anak muda tersebut, berwawasan global, ingin berkolaborasi untuk berinovasi.

“ Anak muda Indonesia dan anak muda Australia terbentuk oleh nilai yang sama. Sama-sama hidup di alam yang demokratis, familier dengan Netflix, Instagram, Facebook, dan saling aktif bertukar pikiran lintas negara,” ujar dia.

Jokowi menyebut, usia 70 tahun persahabatan Indonesia-Australia bukanlah waktu yang sebentar. Dia mengajak, persahabatan ini semakin erat agar kemitraan Indonesia dan Australia bisa berumur 100 tahun.

1 dari 4 halaman

Soal Pemulangan WNI eks ISIS, Jokowi: Kalau Saya Akan Bilang Tidak

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti kabar pemulangan Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi simpatisan kelompok teroris ISIS dan sudah membakar paspor miliknya.

" Kalau bertanya kepada saya saja sih, ya saya akan bilang: tidak," kata Jokowi di Instagram pribadinya, Kamis, 6 Desember 2020.

Jokowi menegaskan sikap penolakan tersebut masih bersifat pendapat pribadi. Dia menyebut masih ingin mendengarkan masukan dari berbagai pihak sebelum pemerintah memutuskan nasib ratusan WNI bekas anggota ISIS.

" Tapi tentu saja, ini masih akan dibahas dalam rapat terbatas. Saya hendak mendengarkan pandangan dari jajaran pemerintah, kementerian, dan lembaga lain terlebih dahulu sebelum memutuskan. Semuanya harus dihitung-hitung plus minusnya," kata dia.

2 dari 4 halaman

Pandangan Menkopolhukam Mahfud Md

Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Mahfud Md) menyebut pemulangan WNI eks ISIS bisa memunculkan masalah baru. Dia menyebut, kondisi itu akan sebagai `virus`.

" Bisa menjadi virus baru di sini. Karena jelas-jelas dia pergi ke sana untuk menjadi teroris," kata Mahfud, dilaporkan Liputan6.com.

Mahfud menyebut, pemulangan WNI eks ISIS ke Indonesia perlu dibarengi dengan program deradikalisasi. Mahfud khawatir mereka yang akan kembali mendapat stigma dari masyarakat.

" Kalau nanti habis deradikalisasi diterjunkan ke masyarakat nanti bisa kambuh lagi, kenapa? Karena di tengah masyarakat nanti dia diisolasi, dijauhi. Kalau dijauhi nanti dia jadi teroris lagi kan," ujar Mahfud.

3 dari 4 halaman

Mufti ISIS Ditangkap, Menderita Obesitas & Harus Diangkut Pakai Truk

Dream - Salah satu pemimpin tinggi kelompok teroris ISIS tertangkap di Mosul, Irak, Kamis malam, 16 Januari 2020. Dia adalah Shifa Al-Nima, ulama ISIS yang cukup berpengaruh.

Menurut laman RT, Shifa, yang juga dikenal sebagai Abu Abdul-Bari, ditangkap tim SWAT Irak di bagian barat Mosul. Aparat keamanan menyatakan dia bertanggung jawab atas fatwa pengeboman Makam Nabi Yunus di kota tersebut.

Makam Nabi Yunus di Mosul merupakan salah satu situs kuno bersejarah Irak. ISIS meledakkan situs tersebut pada 2014 setelah mereka menguasai Mosul.

Shifa juga merupakan aktor utama di balik eksekusi terhadap para ulama yang menolak berbaiat kepada ISIS. Dia jugalah yang menghasut orang-orang untuk melawan petugas keamanan.

Penangkapan tersebut membuat publik keheranan. Bukan pada tindakan tim SWAT namun lebih ke kondisi fisik dari Shifa Al-Nima.

 Mufti ISIS kegendutan© Twitter

Mufti ISIS Shifa Al-Nima bertubuh sangat tambun (Twitter/@AliBaroodi)

4 dari 4 halaman

Terlalu Tambun

Lelaki paruh baya itu memiliki tubuh yang sangat besar lantaran mengalami obesitas akut. Berat tubuhnya dilaporkan mencapai 300 pon atau 136 Kilogram.

Petugas keamanan sampai kewalahan menggotong Shifa. Akhirnya, ulama utama ISIS itu diangkut dengan truk.

Penangkapan ini jauh dari kesan mengerikan malah menjadi bahan olokan dan meme di media sosial. Banyak netizen lantas menjulukinya dengan Jabba The Hutt, karakter monster tambun di film Star Wars.

" Jabba The Hutt benar-benar pasrah,"  tulis seorang netizen.

" Satu hal yang pasti, tidak ada kesempatan bagi dia untuk bisa melarikan diri,"  tulis netizen lainnya.

Banyak juga yang bertanya bagaimana bisa ulama kontroversial itu sampai obesitas, sementara pasokan makanan di Mosul sangat terbatas hingga membuat banyak orang kelaparan. Belum lagi fakta bahwa Shifa sedang dalam pelarian.

" Tidak mungkin dia berpuasa saat Ramadan,"  tulis netizen lainnya.

Beri Komentar
Wajah Tegar BCL Saat Antarkan Jenazah Ashraf Sinclair