Korban Meninggal Virus Corona Lampaui SARS

Reporter : Maulana Kautsar
Senin, 10 Februari 2020 14:01
Korban Meninggal Virus Corona Lampaui SARS
Kematian akibat virus Corona mencapai 910 orang.

Dream - Kematian akibat virus corona Wuhan (2019-nCoV) terus bertambah. Data pada 10 Februari 2020 pukul 11.43 WIB, kematian akibat virus corona mencapai 910.

Kematian tertinggi didominiasi terjadi di daratan China. Di asal pusat wabah, Provinsi Hubei, tercatat 871 orang meninggal dunia.

Selain China, penderita virus corona Wuhan yang meninggal berada di Hong Kong, 1 orang, dan Filipina, 1 orang.

Berdasarkan catatan, angka kematian ini melebihi angka wabah sindrom pernapasan akut (SARS) pada 2003. Catatan CNN, menyebut, sebanyak 774 orang meninggal dunia karena SARS.

 Data sebaran virus Corona© Khidr Al-Zahrani

Data sebaran virus Corona Senin, 10 Februari 2020.

Saat ini, wabah virus corona Wuhan dilaporkan menginfeksi 40.536 orang. China menempati posisi tertinggi penderita.

Lima negara di bawah China, diantaranya, Singapura dengan 43 penderita, Hong Kong dengan 36 penderita, Thailand dengan 32 penderita, dan Korea Selatan dengan 27 penderita, serta Jepang dengan 26 penderita.

Meski membunuh ratusan jiwa, data Johns Hopkins University Centre for Systems Sains of Engineering (JHU-CSSE) melaporkan 3.350 orang telah pulih.

1 dari 4 halaman

Kondisi Mengerikan di Pusat Observasi Virus Corona Wuhan

Dream - China terus berupaya menangani penyebaran wabah virus corona Wuhan yang bermutasi menjadi 2019-nCoV. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membuat pusat observasi agar pengidap endemi ini tak menyebar.

China membangun rumah sakit baru dan mengubah fasilitas umum untuk menjadi pusat perawatan untuk pasien dalam jumlah besar.

Dilaporkan World of Buzz, salah satu fasilitas umum yang dijadikan pusat observasi yaitu Wuhan International Convention and Exhibition Centre. Tempat pameran ini disebut mampu menampung 1.600 tempat tidur untuk para pasien.

Fasilitas ini digunakan untuk mengobati mereka yang memiliki gejala ringan.

2 dari 4 halaman

Pasien Alami Batuk-batuk

 Toilet di pusat observasi di Wuhan© World of Buzz

Toilet di pusat observasi di Wuhan

Otoritas China rencananya akan mengubah lokasi semacam ini sebagai `rumah sakit darurat`.

Meski begitu, pasien yang telah dipindahkan dari rumah sakit ke `rumah sakit darurat` ini berada dalam kondisi menyedihkan. Tidak ada dokter atau perawat yang ditugaskan ke rumah sakit dadakan untuk memberikan obat-obatan selain kekurangan peralatan oksigen.

Sarapan disajikan dalam porsi yang sangat kecil sementara 1.000 orang harus berbagi satu toilet yang belum dibersihkan. Selain itu, pasien dapat didengar batuk satu demi satu, sehingga lebih sulit bagi mereka akan sulit pulih dari penyakit mereka.

3 dari 4 halaman

Dokter yang Pertama Kali Bocorkan Wabah Virus Corona Diduga Telah Meninggal

Dream - Seorang dokter asal China yang mencoba mengeluarkan peringatan pertama mengenai wabah virus Corona Wuhan dikabarkan telah meninggal dunia. Li Wenliang, 34 tahun, tertular virus saat bekerja di Rumah Sakit Pusat Wuhan.

People's Daily melaporkan Li meninggal pada Jumat, 7 Februari 2020 pukul 02.58 waktu Indonessia. Meski demikian laporan BBC menunjukkan adanya perbedaan catatan kematian Li.

Global Times, People's Daily, dan media China lainnya telah melaporkan kematian Li sebelumnya pada Kamis, 6 Februari 2020.

Li awalnya dinyatakan meninggal pada pukul 21.30 waktu setempat dan berita itu memicu gelombang reaksi populer di Weibo. People's Daily mengirim tweet yang mengatakan kematian Li telah memicu " kesedihan nasional" .

Tetapi, Global Times mengatakan Li dalam kondisi kritis dan mendapat perawatan oksigenasi membran ekstra-korporeal (ECMO) yang membuat jantung seseorang memompa dan menjaga darah mereka teroksigenasi tanpa melalui paru-paru.

Wartawan dan dokter di tempat kejadian, yang tidak ingin nama mereka digunakan, mengatakan kepada BBC dan media lain bahwa pejabat pemerintah telah campur tangan.

Media resmi telah diberitahu untuk mengganti laporan mereka dengan mengatakan bahwa dokter itu masih dirawat.

4 dari 4 halaman

Sejarah Medis Li Tak Diketahui

Sebagian besar dari mereka yang meninggal dunia karena coronavirus berusia di atas 60 tahun atau menderita kondisi medis lain, menurut otoritas kesehatan China. Sejarah medis Li tidak diketahui.

Dilaporkan BBC, Li mengirimkan peringatan munculnya wabah virus Corona kepada sesama petugas medis pada 30 Desember 2019 melalui Weibo. Tetapi, peringatan itu direspon berbeda oleh polisi. Li ditangkap polisi agar berhenti membuat peringatan palsu.

Saat ini, berdasarkan data John Hopkins University-Centre for System Science of Engineering (JHU-CSSE) sebanyak 638 orang dinyatakan meninggal dunia. Sementara yang terinfeksi tercatat 31.377 orang.

Virus Corona Wuhan menyebabkan infeksi pernapasan akut dan demam, serta diikuti batuk kering.

Beri Komentar
Cara Samuel Rizal Terapkan Hidup Sehat Pada Anak