Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Wabah Virus Corona (Foto: Shutterstock)
Dream - Kematian akibat virus corona Wuhan (2019-nCoV) terus bertambah. Data pada 10 Februari 2020 pukul 11.43 WIB, kematian akibat virus corona mencapai 910.
Kematian tertinggi didominiasi terjadi di daratan China. Di asal pusat wabah, Provinsi Hubei, tercatat 871 orang meninggal dunia.
Selain China, penderita virus corona Wuhan yang meninggal berada di Hong Kong, 1 orang, dan Filipina, 1 orang.
Berdasarkan catatan, angka kematian ini melebihi angka wabah sindrom pernapasan akut (SARS) pada 2003. Catatan CNN, menyebut, sebanyak 774 orang meninggal dunia karena SARS.

Data sebaran virus Corona Senin, 10 Februari 2020.
Saat ini, wabah virus corona Wuhan dilaporkan menginfeksi 40.536 orang. China menempati posisi tertinggi penderita.
Lima negara di bawah China, diantaranya, Singapura dengan 43 penderita, Hong Kong dengan 36 penderita, Thailand dengan 32 penderita, dan Korea Selatan dengan 27 penderita, serta Jepang dengan 26 penderita.
Meski membunuh ratusan jiwa, data Johns Hopkins University Centre for Systems Sains of Engineering (JHU-CSSE) melaporkan 3.350 orang telah pulih.
Dream - China terus berupaya menangani penyebaran wabah virus corona Wuhan yang bermutasi menjadi 2019-nCoV. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membuat pusat observasi agar pengidap endemi ini tak menyebar.
China membangun rumah sakit baru dan mengubah fasilitas umum untuk menjadi pusat perawatan untuk pasien dalam jumlah besar.
Dilaporkan World of Buzz, salah satu fasilitas umum yang dijadikan pusat observasi yaitu Wuhan International Convention and Exhibition Centre. Tempat pameran ini disebut mampu menampung 1.600 tempat tidur untuk para pasien.
Fasilitas ini digunakan untuk mengobati mereka yang memiliki gejala ringan.

Toilet di pusat observasi di Wuhan
Otoritas China rencananya akan mengubah lokasi semacam ini sebagai `rumah sakit darurat`.
Meski begitu, pasien yang telah dipindahkan dari rumah sakit ke `rumah sakit darurat` ini berada dalam kondisi menyedihkan. Tidak ada dokter atau perawat yang ditugaskan ke rumah sakit dadakan untuk memberikan obat-obatan selain kekurangan peralatan oksigen.
Sarapan disajikan dalam porsi yang sangat kecil sementara 1.000 orang harus berbagi satu toilet yang belum dibersihkan. Selain itu, pasien dapat didengar batuk satu demi satu, sehingga lebih sulit bagi mereka akan sulit pulih dari penyakit mereka.
Dream - Seorang dokter asal China yang mencoba mengeluarkan peringatan pertama mengenai wabah virus Corona Wuhan dikabarkan telah meninggal dunia. Li Wenliang, 34 tahun, tertular virus saat bekerja di Rumah Sakit Pusat Wuhan.
People's Daily melaporkan Li meninggal pada Jumat, 7 Februari 2020 pukul 02.58 waktu Indonessia. Meski demikian laporan BBC menunjukkan adanya perbedaan catatan kematian Li.
Global Times, People's Daily, dan media China lainnya telah melaporkan kematian Li sebelumnya pada Kamis, 6 Februari 2020.
Li awalnya dinyatakan meninggal pada pukul 21.30 waktu setempat dan berita itu memicu gelombang reaksi populer di Weibo. People's Daily mengirim tweet yang mengatakan kematian Li telah memicu " kesedihan nasional" .
Tetapi, Global Times mengatakan Li dalam kondisi kritis dan mendapat perawatan oksigenasi membran ekstra-korporeal (ECMO) yang membuat jantung seseorang memompa dan menjaga darah mereka teroksigenasi tanpa melalui paru-paru.
Wartawan dan dokter di tempat kejadian, yang tidak ingin nama mereka digunakan, mengatakan kepada BBC dan media lain bahwa pejabat pemerintah telah campur tangan.
Media resmi telah diberitahu untuk mengganti laporan mereka dengan mengatakan bahwa dokter itu masih dirawat.
Sebagian besar dari mereka yang meninggal dunia karena coronavirus berusia di atas 60 tahun atau menderita kondisi medis lain, menurut otoritas kesehatan China. Sejarah medis Li tidak diketahui.
Dilaporkan BBC, Li mengirimkan peringatan munculnya wabah virus Corona kepada sesama petugas medis pada 30 Desember 2019 melalui Weibo. Tetapi, peringatan itu direspon berbeda oleh polisi. Li ditangkap polisi agar berhenti membuat peringatan palsu.
Saat ini, berdasarkan data John Hopkins University-Centre for System Science of Engineering (JHU-CSSE) sebanyak 638 orang dinyatakan meninggal dunia. Sementara yang terinfeksi tercatat 31.377 orang.
Virus Corona Wuhan menyebabkan infeksi pernapasan akut dan demam, serta diikuti batuk kering.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya