Tak Lagi Diam Diserang Hoaks, Jokowi: Itu Bukan Marah Lho

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 8 Februari 2019 12:00
Tak Lagi Diam Diserang Hoaks, Jokowi: Itu Bukan Marah Lho
Jokowi menyinggung banyaknya hoaks yang ditujukan padanya.

Dream - Presiden Joko Widodo bersilaturahmi dan menguatkan ukhuwah dengan para ulama dan habaib dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Para ulama dan habaib tersebut dijamu Jokowi di Istana Negara pada Kamis, 7 Februari 2019.

" Insyaallah negara ini akan tetap adem-ayem, tenteram, dingin, sejuk karena saya meyakini apabila para ulama sudah memberi tausiyah dan wejangan pada umatnya, pada santrinya, inilah yang selalu dijadikan panutan," ujar Jokowi menekankan pentingnya ikatan ukhuwah antara ulama dengan umara, dikutip dari Setkab.go.id.

Di hadapan para ulama dan habaib, Jokowi menyinggung banyaknya berita fitnah dan hoaks. Fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga di negara tetangga.

" Ini juga terjadi di negara-negara lain karena adanya keterbukaan media sosial," kata Jokowi.

Jokowi membandingkan proses tersebarnya hoaks dulu dengan sekarang. Dulu, hoaks tidak mudah tersebar karena ada mekanisme kerja media.

" Kalau dulu koran bisa diedit, bisa dikoreksi oleh redaktur, oleh redaksi, sekarang semua masyarakat, individu, pribadi-pribadi bisa membuat opini koran sendiri-sendiri, ini bedanya," kata dia.

Keluhan mengenai fenomena kabar hoaks juga disampaikan sejumlah petinggi negara tetangga. Jokowi mencontohkan Perdana Menteri Malaysia, Sultan Brunei Darussalam, hingga Perdana Menteri di Eropa dan Timur Tengah, mengeluhkan sulitnya membendung penyebaran berita hoaks.

1 dari 1 halaman

Bentengi Pribadi dengan Budi Pekerti

Dengan fenomena hoaks yang terjadi saat ini Jokowi menilai perlunya membentengi setiap pribadi dengan budi pekerti dan karakter ke-Islaman, ke-Indonesiaan, dan tata krama yang baik.

" Saya kira bentengnya seperti itu. Bukan dilarang, bukan diblok, karena itu justru makin membuat lebih besar lagi, membuat kalau dalam istilah medsos malah lebih viral lagi. Dan repotnya memang negara kita ini terlalu banyak peristiwa politik," kata dia.

Menurut Jokowi, apabila kematangan dan kedewasaan berpikir sudah dimiliki semua pihak dalam berpolitik, fitnah dan hoaks bukanlah ancaman. Sayangnya, dua hal itu belum tumbuh di publik.

Bahkan, selama empat tahun memerintah, Jokowi mengaku selalu diserang isu yang tidak benar. Selama itu pula, Jokowi selalu diam dan enggan memberikan tanggapan.

" Tetapi sekarang saya perlu jawab. Menjawab itu bukan marah lho ya, menjawab. Tolong dibedakan," kata dia.(Sah)

Beri Komentar