3 Penerbangan Jemaah Indonesia Mendarat di Saudi, Diperbolehkan Umroh

Reporter : Maulana Kautsar
Jumat, 28 Februari 2020 12:00
3 Penerbangan Jemaah Indonesia Mendarat di Saudi, Diperbolehkan Umroh
Tujuh penerbangan terakhir menjalani umroh.

Dream - Sebanyak tiga penerbangan yang membawa jemaah umroh Indonesia sudah mendarat di Jeddah, Arab Saudi, Kamis pagi, 27 Februari 2020. Mereka diperbolehkan menjalani proses imigrasi dan diizinkan ke Mekah untuk umroh.

" Hari ini (Kamis 27 Februari) sudah ada tiga penerbangan yang mendarat di Saudi. Sebanyak 433 jemaah dengan Lion Air JT 92. Ada juga 200 jemaah yang mendarat dengan Saudia Arlines SV200," kata Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali.

" Tidak lama lalu, ada 433 jemaah dengan Lion Air JT 100. Mereka bisa masuk imigrasi untuk kemudian ke Mekah untuk berumroh," ucap dia.

Menurut Endang, Kantor Urusan Haji (KUH) KJRI terus memantau kedatangan jemaah umroh Indonesia. Diperkirakan sampai malam nanti, masih ada beberapa penerbangan yang akan mendarat di Jeddah, Arab Saudi.

" Berdasarkan data yang kami terima, saat ini masih ada 4 penerbangan yang belum mendarat," kata dia.

1 dari 5 halaman

Tujuh Kedatangan Terakhir

Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh), jumlah jemaah yang dijadwalkan berangkat hari ini mencapai 4.448 orang. Sebanyak 2.500 jemaah bisa berangkat, sisanya atau sekitar 1.948 jemaah tertunda.

" Sampai dengan malam ini, sudah ada tujuh penerbangan yang mendarat di Saudi," ucap dia.

Berikut daftar penerbangan jemaah umrah Indonesia yang sudah mendarat di Arab Saudi:

A. Bandara Jeddah:

1. Saudia Airlines SV 823, mendarat pukul 07.25 WAS (Waktu Arab Saudi) dengan 375 jemaah umrah;

2. Lion Air JT 100, mendarat pukul 14.22 WAS dengan 433 jemaah;

3. Garuda Indonesia GA 980, mendarat 16.45 WAS dengan 171 jemaah;

4. Saudia Airlines SV 817,mendarat 16.45 WAS dengan 297 jemaah.

B. Bandara Madinah:
1. Lion Air JT 092, mendarat 13.30 WAS dengan 433 jemaah;

2. Lion Air JT 084, mendarat 17.30 WAS dengan 433 jemaah;

3. Saudia Airlines SV 3591, mendarat pukul 18.30 WAS dengan 437 jemaah.

" Untuk bandara di Jeddah, sudah tidak ada jadwal kedatangan jemaah umrah Indonesia. Ada kedatangan Garuda Indonesia nanti malam waktu Saudi, namun tidak membawa jemaah umrah," ucap dia.

2 dari 5 halaman

Menlu Upayakan WNI di Saudi Bisa Umroh

Dream - Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi mengupayakan agar para Warga Negara Indonesia (WNI) yang dalam perjalanan dan sudah di Arab Saudi, dapat melaksanakan ibadah umroh.

Retno mengatakan menghubungi Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, terkait kebijakan tersebut.

Dia mengakui, kebijakan yang dikeluarkan secara mendadak Arab Saudi berdampak terhadap WNI yang sudah terlanjur berpergian untuk umroh.

" Saya tadi menyampaikan apakah bisa untuk yang sudah terbang itu dan akan segera mendarat waktu tadi waktu saya bicara itu pukul 08.00 waktu Saudi," kata Retno, Kamis, 27 Februari 2020.

" Kiranya yang sudah terlanjur landing itu dapat diperkenankan untuk umrah," ucap dia.

Retno belum mengetahui berapa jumlah WNI yang hendak dan sudah tiba di Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah umroh.

Pemerintah mempersilakan apabila Arab Saudi melakukan pemeriksaan kesehatan ke jemaah umroh Indonesia.

" Katakanlah ada pemeriksaan-pemeriksaan kesehatan dan sebagainya kita serahkan tapi sekali lagi kita belum mendapatkan informasi," ucap dia.

3 dari 5 halaman

Duta Besar RI Diminta Memantau WNI

Dia menyebut, telah meminta seluruh Duta Besar RI yang bertugas wilayah Timur Tengah, untuk memantau apabila ada WNI yang terhenti perjalanannya ke Arab Saudi karena kebijakan itu.

" Kemungkinan ada warga negara kita yang menjadi terhenti perjalanannya pada saat mereka transit dan sebagainya, itu nanti penanganannya itu. Tentunya akan dikoordinasikan dengan maskapai maupun travel bironya masing-masing," kata Retno.

Sebelumnya, rombongan umrah asal Indonesia dilaporkan tertahan di Bandara Abu Dhabi dan Dubai, Uni Emirat Arab. Hal ini menyusul larangan perjalanan umroh yang dikeluarkan Arab Saudi.

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah resmi menangguhkan sementara pelayanan umrah bagi warga dari luar kerajaan.

Kebijakan itu diambil sebagai bagian dari upaya Kerajaan Arab Saudi untuk mencegah masuknya Covid-19.

Berdasar laporan organisasi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Kesehatan Dunia (WHO) per 25 Februari 2020, kasus Covid-19 yang terkonfirmasi secara global mencapai 81.109.

Dengan penambahan 871 kasus baru yang meliputi 459 kasus baru di 37 negara di luar China dan 412 kasus baru di China.

Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham

4 dari 5 halaman

Saudi Setop Visa Umroh Akibat Corona, Kemenag Bakal Sidak Bandara

Dream - Arab Saudi menangguhkan sementara pemberian visa untuk jemaah umroh. Penangguhan ini untuk mengantisipasi sebaran virus corona, Covid-19.

Dalam keterangan tertulisnya, Staf Khusus Menteri Agama, Ubaidillah Amin, mengatakan Kementerian Agama, menghormati keputusan Arab Saudi mengantisipasi Covid-19.

" Meminta semua jemaah umroh Indonesia untuk bersabar sambil menunggu pemerintah Arab Saudi membuka kembali," ucap Ubadillah, Kamis, 27 Februari 2020.

Ubaidillah mengatakan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) telah meminta jajarannya untuk menggelar sidak ke bandara. Upaya ini untuk mengantisipasi banyaknya jemaah yang bisa terkena penangguhan.

Ubaidillah juga meminta para pengelola biro perjalanan umroh untuk pro aktif mengelola informasi kepada para jemaahnya.

" Pengajuan visa umroh dan visa lainnya ke Saudi mulai hari ini dihentikan," ucap dia.

5 dari 5 halaman

Kemenag Menunggu Info Lanjutan

Saat ini, berdasarkan laporan dari pengawasan bandara sejumlah maskapai penerbangan masih terbang sesuai jadwal.

" Kementerian Agama menunggu info lanjutan di atas dari pemerintah Arab Saudi," kata dia.

Dilaporkan Arab News, Kementerian Kesehatan Saudi telah memberikan saran dan pedoman untuk pengendalian penyakit menular Covid-19.

Wakil Menteri Kesehatan Masyarakat, Hani bin Abdul Aziz Jokhdar, mengatakan, pedoman tersebut didasarkan pada pengalaman Arab Saudi dalam melindungi kesehatan dan kesejahteraan peziarah selama musim haji.

Beri Komentar
Video Kondisi Terkini WNI dari Wuhan di Natuna