Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Anies Baswedan (Foto: Merdeka.com)
Dream - Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PAN Saleh Daulay menuding salah satu penyebab kasus Covid-19 di DKI Jakarta meningkat adalah upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) di ibukota yang belum berhasil membangun kesadaran masyarakat akan protokol kesehatan.
" Kesadaran masyarakat masih belum terbangun. Tetapi saat ini juga kantor-kantor, pasar, industri, mall sudah dibuka lagi dan di tempat situ sangatlah rawan dengan adanya penyakit ini," ujar Saleh saat dihubungi Merdeka.com, Senin 31 Agustus 2020.
Menurut Saleh, kesadaran masyarakat dan ketegasan pemerintah yang kurang tegas dalam menerapkan protokol kesehatan bisa saling berpotensi meningkatkan penyebaran virus corona.
" Padahal aturannya sudah ada, ada sanksi, tetapi aturan sanksi itu tidaklah diterapkan dengan baik. Inilah yang menyebabkan persoalan ini menjadi semakin sulit," tuturnya.
Dia meyakini jika protokol kesehatan dan sanksinya bisa diterapkan dengan baik oleh seluruh masyarakat pasti dapat memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19.
" Kalau protokol kesehatan diterapkan dengan baik itu mata rantai penyebaran virus bisa terputus. Terbukti dengan negara-negara lain yang telah berhasil. Sehingga dengan demikian kita bisa keluar dari situasi sulit seperti yang kita hadapi saat ini," ujarnya.
" Jadi Pemda DKI harus memperhatikan bagaimana persoalan ketertiban masyarakat terhadap protokol kesehatan haruslah bisa diselesaikan," lanjutnya.
Sekadar informasi, kasus Covid-19 di DKI Jakarta meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir. Bahkan, Minggu 30 Agustus 2020 kemarin, DKI Jakarta mencatat rekor kasus Covid-19 tertinggi selama pandemi yakni 1.114.
Jumlah akumulatif kasus Covid-19 di DKI Jakarta mencapai 39.280 orang. Dari jumlah tersbut, 30.134 orang di antaranya telah sembuh, 1.186 orang meninggal dunia dan 7.960 orang masih dirawat atau isolasi.
(Sah, Sumber: Merdeka.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam