Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Tolong Menolong (Foto: Shutterstock)
Dream - Charities Aid Foundation (CAF) World Giving Index 2018 merilis daftar negara yang memiliki kedermawanan. Pada daftar ini, Indonesia menempati peringkat pertama sebagai negara paling dermawan di dunia.
Menurut CAF World Giving Index 2018 itu, bertenggernya Indonesia pada peringkat teratas itu tercatat sebelum terjadinya tsunami dan gempabumi.
Dalam daftarnya, CAF World Giving Index membagi tiga kategori penilaian, yaitu membantu orang yang tak dikenali, mendonasikan uang, dan waktu kesukarelawanan.
Nilai Indonesia untuk membantu orang asing yang tak dikenali yaitu 46 persen, sementara donasi uang sebesar 78 persen, dan waktu aktivitas sukarela sebesar 53 persen.
Di dua kategori terakhir, Indonesia memimpin ketimbang negara lain. Sementara untuk kategori membantu orang asing, Indonesia masih tertinggal jauh dari Amerika Serikat, 72 persen; Bahrain, 74 persen; dan Kenya, 72 persen.

Kembali ke peringkat, di bawah Indonesia, terdapat Australia dan Selandia Baru. Untuk kedermawanan, di tahun ini, Singapura dan Haiti membuat debut dengan majuk jajaran 20 besar negara dengan masyarakat dermawan.
Salah satu negara yang menjadi pembahasan di CAF World Giving Index 2018 yaitu Myanmar. Posisi negara itu, yang pada tahun lalu berada di peringkat pertama, melorot hingga posisi 9.
" Nilai membatu orang tak dikenal dan waktu kesukarelawanan tercatat terrendah. Usai krisis Rohingya yang mencapai puncak pada 2017, sulit untuk memutuskan kotribusi warga Myanmar," tulis CAF World Giving Index.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya