Keji! Satu Keluarga di Sulawesi Disandera & Dibunuh Diduga oleh Kelompok Teroris

Reporter : Syahid Latif
Sabtu, 28 November 2020 13:48
Keji! Satu Keluarga di Sulawesi Disandera & Dibunuh Diduga oleh Kelompok Teroris
Saksi yang diperlihatkan foto DPO meyakini pelaku adalah anggota dari kelompok teroris tersebut

Dream - Peristiwa sadis terjadi di Desa Lembontongoa, Sigi, Sulawesi Tengah, saat satu keluarga menjadi korban pembunuhan. Polisi menduga aksi tersebut dilakukan kelompok teroris dari kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora.

Terduga pelaku diketahui setelah polisi memperlihatkan foto Daftar Pencarian Orang (DPO) yang berasal dari teroris MIT.

" (Saksi) meyakini bahwa identitas tiga orang tak dikenal adalah teroris kelompok Ali Ahmad alias Ali Kalora," tutur Karo Penmas Divisi Humas POlri, Brigjen Awi Setiyono dikutip Dream dari Liputan6.com, Sabtu , 28 November 2020.

Polri sendiri sudah menerjunkan Tim Gabungan Polres Sigi dan Polda Sulawesi Tengah untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada Jumat, 27 November 2020 sekitar pukul 18.00 sampai dengan 23.00 Wita.

" Tim telah melakukan evakuasi jenazah dan mencari saksi-saksi," jelas Awi.

 

1 dari 2 halaman

Sebelumnya diketahui satu keluarga yang terdiri dari empat orang diserang oleh sekelompok orang tidak dikenal di Desa Lembontongoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Pihak kepolisian menduga mereka merupakan anggota jaringan teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

" Diduga kelompok mereka," tutur Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Sabtu (28/11/2020).

Berdasarkan informasi awal, peristiwa itu terjadi pada Jumat, 27 November 2020. Dalam kejadian itu, terjadi tindak penganiayaan hingga pembunuhan.

 

2 dari 2 halaman

Identitas keluarga tersebut adalah ayah dan ibu yakni Yasa dan Nei, kemudian anak atas nama Ulin dan suaminya, Pino. Kediamannya berada di Dusun ST 2 Lewono.

Kelompok MIT menyandera mereka dan disebut melakukan pembunuhan terhadap Yase dan Pino. Sementara Nei mengalami luka-luka dan Ulin berhasil menyelamatkan diri dan menyampaikan kabar tersebut ke Desa Lembontongoa.

Pihak kepolisian masih menelusuri informasi tersebut dengan mendatangi TKP. Lokasinya sendiri berada di daerah pegunungan kebun dan tidak memiliki jaringan seluler sama sekali.(Sah)