Logistik Distribusi Vaksin ke Daerah Sudah Siap

Reporter : Ahmad Baiquni
Jumat, 27 November 2020 17:02
Logistik Distribusi Vaksin ke Daerah Sudah Siap
Kesiapan cold chain saat ini rata-rata mencapai 97 persen.

Dream - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito mengatakan persiapan vaksinasi Covid-19 secara nasional telah dijalankan Pemerintah.

" Secara logistik, kesiapan prosedur untuk menjaga suhu vaksin atau cold chain sudah siap untuk menjaga kualitas dan efektivitasnya sudah berjalan dengan baik," ujar Wiku, dalam siaran channel YouTube Sekretariat Presiden.

Wiku mengatakan tingkat kesiapan cold chain rata-rata mencapai 97 persen. Saat ini, Pemerintah sedang menjalankan tahap finalisasi penentuan daerah prioritas penerima vaksin dengan mempertimbangkan aspek jumlah kasus positif, jumlah penduduk, luas wilayah, dan sebagainya.

Selain itu, terus menjalin koordinasi dengan Pemerintah Daerah untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang dibutuhkan dalam program vaksinasi. Juga untuk mempersiapkan sarana pendukung yang dibutuhkan.

Vaksinasi secara nasional, kata Wiku, sangat bergantung pada hasil uji klinis tahap tiga. Hasil uji klinis tersebut akan menjadi bahan kajian Badan Pengawas Obat dan Makanan sebelum mengeluarkan Emergency Use Authorization (EUA).

" Kami berharap tahapan ini berjalan sesuai rencana sehingga vaksinasi dapat dilakukan sesuai jadwal yang sudah ditetapkan. Sekarang pemerintah fokus memastikan bahwa vaksin yang akan digunakan nanti aman, berkhasiat dan minim efek samping," kata Wiku.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

1 dari 5 halaman

Cara Efektif Mencegah Beban Biaya Perawatan Covid-19 Mahal

Dream - Virus Sars-Cov 2 tidak hanya memicu penyakit menular Covid-19 namun juga mahal biaya perawatannya. Di saat bukan kondisi darurat, mereka yang menjalani pengobatan mandiri akan membutuhkan dana hingga ratusan juta untuk mendapat perawatan sampai sembuh.

Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Hasbullah Thabrany, mengatakan biaya perawatan untuk satu orang pasien Covid-19 kategori berat mencapai Rp100 juta hingga Rp200 juta. Beruntung saat ini pemerintah menanggung biaya tersebut karena masih dalam masa pandemi.

Hasbullah pun meminta masyarakat untuk terus berupaya mencegah penularan Covid-19. Beberapa cara yang bisa dijalankan seperti menerapkan 3M dengan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak secara disiplin.

" Yang terbaik adalah cegah jangan sampai sakit berat, ringan juga jangan. Yang paling penting tidak kena penyakitnya, itu paling aman," ujar Hasbullah dalam diskusi Memaksimalkan Pengelolaan Keshatan Lewat Vaksinasi, disiarkan channel YouTube FMB9ID.

 

2 dari 5 halaman

Vaksin Efektif

Cara pencegahan selanjutnya dengan vaksinasi. Dalam beberapa bulan mendatang, Pemerintah akan melaksanakan vaksinasi yang diprioritaskan kepada lima kelompok khususnya tenaga kesehatan dan TNI serta Polri.

Vaksinasi juga dijalankan Pemerintah dengan skema mandiri. Skema ini untuk masyarakat yang melakukan vaksinasi di luar program Pemerintah.

Hasbullah berharap masyarakat bersedia mengikuti vaksinasi untuk membentuk kekebalan tubuh dari Covid-19. Meskipun sebagian masyarakat harus menggunakan dana pribadi.

" Katakanlah belum keluar nilai (harga vaksin)-nya, kita bayar sendiri, Rp200 ribu katakanlah suntik tetapi setelah itu 90 persen efektivitasnya aman. Jadi tidak kena apa-apa," ucap dia.

 

3 dari 5 halaman

Lebih Murah Vaksin Daripada Biaya Perawatan Covid-19

Dibandingkan dengan biaya perawatan, Hasbullah menyatakan harga vaksin Rp200 ribu per dosis tentu lebih murah. Masyarakat tidak perlu mengeluarkan ratusan juta untuk biaya perawatan bila terpapar Covid-19.

" Tetapi kalau kita tidak mau mengeluarkan uang sampai katakanlah Rp1 juta, bisa jadi tahu-tahu saya kena (Covid-19) dan saya harus bayar Rp200 juta. jangan salah, yang sekarang dijamin oleh negara biaya berobat itu karena dalam masa pandemi, masih dalam aturan UU Karantina," kata dia.

Setelah ada vaksin, Hasbullah mengatakan kondisi sudah tidak bisa disebut dalam pandemi. Sehingga negara tidak lagi menanggung semua biaya terkait pengobatan Covid-19.

" Yang tanggung nanti kalau tidak punya jaminan (kesehatan), bayar sendiri. Kalau kita sudah bayar rutin ke JKN atau BPJS ya nanti BPJS yang akan bayar. Jadi risikonya berat kalau tidak ada jaminan," kata dia.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

4 dari 5 halaman

Masyarakat Diimbau Bijak Saat Liburan di Tengah Pandemi Covid-19

Dream - Libur panjang akhir tahun segera datang. Namun muncul kekhawatiran liburan bakan menaikkan kasus positif Covid-19 di Indonesia. Karena itulah masyarakat diingatkan agar tetap patuh pada protokol kesehatan selama liburan.

" Perlu saya ingatkan, musuh kita belum hilang sepenuhnya, pandemi belum selesai," ujar Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Libur panjang biasanya dimanfaatkan masyarakat untuk bertamasya atau bepergian ke luar kota. Wiku pun mengingatkan masyarakat agar cermat memilih tempat berkegiatan guna mencegah peningkatan kasus positif Covid-19.

" Perlu adanya pertimbangan dalam memilih kegiatan di masa liburan panjang dengan kebijaksanaan yang dibangun dari masing-masing individu," kata dia.

5 dari 5 halaman

Minimalisir Kontak

Wiku memahami masyarakat merasakan kejenuhan yang berlebih lantaran dipaksa berdiam di rumah terlalu lama. Namun demikian, potensi penularan hingga saat ini masih terjadi.

Dia meminta masyarakat meminimalisir kontak dan menghindari kegiatan menimbulkan kerumunan jika beraktivitas di luar rumah selama libur panjang. Juga selalu menerapkan protokol 3M.

" Sebisa mungkin meminimalisasi kontak dan kerumunan, selalu perhatikan protokol kesehatan. Jangan pernah melupakan masker, mencuci tangan dan jauhi kerumunan," ucap Wiku.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar